[KUTUKAN] Boneka Cantik

Zeylith

Di sudut kota,sebuah rumah sederhana terdengar suara keributan yang lumayan keras.

“Aku mau kamu nikahin aku sekarang mas!” Teriak perempuan cantik itu.

“Iya,nanti pasti aku akan menikahkan kamu Ras!” Ujar si lelaki tersebut sembari mencoba menenangkan kemarahan dari sang wanita.

“Aku gak mau tahu! Pokoknya kamu harus menceraikan istrimu dan menikahi aku sekarang juga!” Wanita berbadan dua itupun kembali meneriaki si lelaki,kali ini ia tak segan untuk mengangkat dan menunjuk jari telunjuknya tepat di muka pria itu.

“Apa!? Kamu gila? Aku tidak mungkin menceraikan istriku!” Laki-laki itu membalas karena sudah mulai emosi dengan tingkah si perempuan.

“Kenapa!? Apa kamu tidak mau menceraikan istrimu!?”

Si lelaki tampak sangat marah,wajahnya sudah sepenuhnya memerah seolah darah bisa saja meledak kapanpun di dalam kepalanya.

“Aku tidak mungkin menceraikan istriku! Kamu jangan seperti itu!”

“Baik! Jika kamu tidak ingin melakukannya,aku akan membunuh anak yang berada di dalam kandunganku saat ini!”

“Kau sudah gila ya?! Jangan membawa bayi yang tidak bersalah dalam kandunganmu demi keegoisanmu sendiri!”

“Aku egois kamu bilang!? Kamu yang egois! Dasar laki-laki brengsek!” Perempuan itu mulai membentak dan menyumpah serapahi lelaki tersebut.

“Plaak!”

Suara tamparan bergema keras sehingga membuat ruangan itu terdiam untuk sesaat.

“…”

“Dasar Pelac*r! Jalang rendah! Beraninya kamu bilang seperti itu terhadapku!”

Si Wanita hanya termangu sambil memegang pipinya yang terasa sakit dan perih akibat tamparan itu,ia melotot kepada lelaki dan mulutnya bergetar.Dalam hati ia bersumpah akan membunuhnya apapun yang terjadi.

“Aku juga tidak yakin jika anak yang berada di dalam kandunganmu itu anakku! Bisa saja itu adalah anak dari laki-laki selain aku! Dan kamu Wanita kotor serta rendahan mengklaim jika itu anak dariku! Betapa tak tahu malu!” Seakan tak puas menampar,si lelaki melontarkan kata-kata yang lebih keji terhadap si perempuan itu.

Perempuan itu berbalik dan berjalan ke arah dapur dengan perlahan,si lelaki yang melihat hanya berdiam dan melihat perempuan itu perlahan menjauh darinya. Dalam hati dia berpikir si perempuan pasti tidak akan berani berbuat apapun.

Tapi sesaat setelah si lelaki berbalik ternyata perempuan itu sudah berlari dan berteriak ke arahnya seraya menghunuskan pisau yang ditujukan langsung tepat ke lehernya.

“Lelaki bajingan! Matilah!”

“Apa yang kau lakukan!?” Si lelaki panik dan mencoba melarikan diri dari perempuan gila tersebut.

“Mati..! Mati..! Mati..!”

Tampaknya si perempuan sudah menjadi gila,ia terus mengucapkan itu dengan mata memerah seperti sedang dirasuki oleh setan dia terus mengeram dan secara membabi buta menusukkan pisau tersebut. Lelaki yang tertangkap lengah pun tertusuk di bagian lengan.

“Ahh!”

Lelaki itu langsung menjerit namun si wanita itu tak berhenti sampai situ,ia terus dengan brutal menusukan pisaunya ke arah lelaki tersebut yang sudah mulai tersungkur di depannya.

“Mati..! Mati..! Mati..! Mati..!”

Ditengah tusukan yang bertubi-tubi,darah berceceran dimana-mana lelaki itu masih meronta sekuat tenaga namun dia sudah merasakan tubuhnya mulai dingin seperti dibekukan,matanya perlahan mengangkat dan menatap kosong pada langit-langit rumah itu dan tiba-tiba cahaya gelap menutupinya sekaligus nafas yang tersengal berhenti. Lelaki itu pun mati dengan ekspresi heran sebab sesaat sebelum kematiannya ia teringat toko antik yang di datangi olehnya.

Tiga bulan yang lalu…

Toko KR.A.MAT

Seorang pria terlihat datang mendekati sebuah toko yang tampaknya menjual barang-barang antik,akhirnya ia masuk kedalam toko dan mulai melihat-lihat. Hingga tiba-tiba seorang nenek muncul tepat di sampingnya dan berkata,

“Apa yang kau cari nak?” Suaranya cukup rendah tapi juga sedikit menyeramkan.

“Ah!” Si lelaki itu pun tampak kaget mendengar suara nenek tersebut yang muncul entah darimana.

“Engga nek,saya tadi sedang di jalan dan melihat toko ini dan kebetulan saya mencari hadiah untuk pacar saya nek-” Kata si lelaki dengan intonasi yang sedikit gugup.

Memang suasana di dalam toko ini sedikit mencekam,mungkin karena furniturnya tampak sangan usang juga namanya toko antik ruangan disini begitu klasik dengan didominasi warna coklat dan hitam kombinasi gelap serta sempurna terlebih lagi toko ini terlihat tidak terlalu rapi dengan adanya sarang laba-laba di sudut-sudut dinding. Mungkin toko ini sudah di ambang penutupan sehingga si lelaki hanya memikirkan kemungkinan ini.

“Apa yang kau cari?” Kata nenek tersebut langsung menyadarkan si lelaki dari lamunannya.

“Hmm…” Si lelaki berpikir sejenak sebelum ia kembali menjawab,

“Kira-kira disini jual apa saja nek?”

“Apa saja ada,memang apa yang kamu butuhkan?” Nenek itu langsung menjawab.

“Seperti yang tadi saya bilang,saya sedang mencari hadiah untuk pacar saya.. Apa nenek tahu apa yang harus saya beli?” Tanya lelaki tersebut, pikirnya mungkin disini ada sesuatu yang unik sebagai hadiah untuk pacarnya.

“Ada! Kalau kau mau akan segera ku ambilkan..” Nenek itu menjawab datar.

“Apa itu? Tolong ambilkan nek!” Lelaki itu langsung bersemangat setelah mendengar jawaban si nenek.

“Tunggu sebentar.”

Si nenek itu langsung berjalan menjauh dan perlahan berbelok di rak dekat barang-barang tua. Lelaki itu hanya sedikit berjalan-jalan lurus kedepan mengikuti nenek tadi sambil melihat barang-barang yang dipajang di sekitarnya. Perlahan matanya menelusuri rak-rak kayu tua itu dia kemudian melihat berbagai macam benda yang sangat asing contohnya ;peti kayu yang berisi gundukan rambut,lalu ada juga benda berbentuk oval dan ia tidak tahu apa kegunaannya. Setelah puas, matanya jatuh menatap boneka cantik sekali diujung rak paling pojok dan perlahan berjalan untuk mendekati boneka itu. Dia berpikir dalam hati mungkin jika dia memberikan boneka ini terhadap pacarnya,apa reaksi yang mungkin di alami olehnya dengan boneka secantik ini.

“Ini!” Suara nenek tersebut terdengar tepat di belakangnya.

“Ah!” laki-laki itu tersentak kaget sekali lagi.

“Aduh nek,kalau muncul bisa gak sih,gak usah secara tiba-tiba gitu? Untung saya gak jantungan!” Lelaki itu menggerutu.

Nampaknya nenek itu tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh lelaki tersebut dan langsung mengulurkan tangannya guna menyerahkan benda yang berada dalam genggamannya. Itu adalah sebuah boneka yang sangat cantik dan boneka itu sangat identik dengan apa yang ia lihat sebelumnya.

“Loh bukannya ini boneka yang tadi aku lihat?” Pikir nya dalam hati sambil mengamati boneka di depannya dengan sangat hati-hati,namun entah kenapa tiba-tiba pikirannya berkata kalau ini sangat menyenangkan untuk mendapatkan hal ini.

“Berapa nek? Harga boneka ini..” kata si lelaki tersebut sambil hendak mengeluarkan uang dari dompetnya.

“Tidak perlu bayar!” jawab si nenek datar.

Lelaki itu tersentak begitu ia mendengarnya,tidak perlu bayar? Bukankah ini berarti ia mendapatkannya secara cuma-cuma? Begitu ia memikirkan ini dalam hati ia semakin bersemangat,ia merasa hari ini adalah hari keberuntungannya.

“Bener nih nek?” Ia langsung mengambil boneka itu dan terus menatapnya,dan setelah menatap boneka itu cukup lama serta tidak mendapat respon apapun dari nenek tersebut akhirnya ia mencoba mengarahkan pandangannya ke depan,namun nenek tersebut sudah menghilang dan dia mencari sekeliling untuk mencari keberadaan nenek tersebut,namun sayang ia tak menemukannya di manapun, akan tetapi dia tidak sengaja melihat ke arah,tempat boneka sebelumnya.

“Ah!”

“Bukankah sebelumnya ada rak di ujung sana di tempat boneka itu? Lantas kenapa sekarang tidak ada?”

Setelah ia berpikir sejenak,mungkin penglihatannya yang buruk sehingga ia tidak terlalu merasa ada yang aneh tentang ini.Sekarang sudah tidak ada lagi yang ia cari disini akhirnya ia berjalan perlahan untuk keluar dari toko tersebut. Tanpa ia sadari nenek yang tadi dia di sudut yang gelap lalu ia menyeringai kemudian menghilang bak asap.

Ternyata diluar sudah malam,lelaki itu cukup kaget ia merasa baru sebentar masuk ke toko perasaannya mengatakan sewaktu dia masuk hari masih sore namun sekarang sudah menjelang tengah malam,ia mengangkat tangannya dan melihat ke arah jam tangannya sudah menunjukan pukul 22.15. Bukankah ini sudah malam? maksud hati ia ingin pergi kerumah pacarnya namun apa daya ini sudah terlalu larut. Ia akhirnya bergegas menuju mobilnya dan perlahan berjalan meninggalkan tempat tersebut,di tengah perjalanan ia melihat kaca spion ternyata tempat toko tadi sudah berubah,ia kaget dan langsung menghentikan laju mobilnya ia menengok sekali lagi untuk memastikan. Tetapi ia tidak turun dari mobilnya hanya menengok dan mengeluarkan kepalanya dari jendela.

“Gak salah nih? Kok jadi kuburan?” Lelaki itu bertanya-tanya dalam hati sambil ia mengucekan mata takut yang dilihatnya itu mungkin ilusi,tapi setelah ia melakukannya tempat itu tetaplah kuburan.Ia kembali melihat ke boneka yang dibawanya tiba-tiba boneka itu bersinar,lalu tatapan lelaki itu kosong dan melanjutkan perjalanannya.

***

Sementara itu,Wanita itu kembali mendapatkan kesadarannya namun sudah terlambat seluruh tubuh dan wajahnya tertutup sepenuhnya oleh darah merah kental serta di hadapannya berbaring mayat dari laki-laki itu. Mata perempuan itu tiba-tiba melebar dan ia melihat boneka terbang ke arahnya juga ia merasakan nafasnya sesak dan darah mulai mengalir dari tujuh lubang hidungnya. sepuluh menit berlalu tanpa suara apapun, keheningan mutlak di rumah itu ada dua mayat tergeletak dan tanpa sepengetahuan siapapun cahaya dari rembulan perlahan menutup dengannya. Sekelebat ada sosok wanita memeluk boneka cantik berdiri diantara kedua mayat tersebut dan ia menghilang bersama boneka tersebut. Ia menyeringai seakan sedang menunggu korban selanjutnya.

 

-END-