[Kutukan] Sanggul Maut

“Kamu tidak akan pernah bisa lepas darinya Sulastri!”

Lagi suara itu kembali menghantui ku untuk yang kesekian kalinya,sorot mata itu tak akan pernah bisa terlupakan. Hawa yang dipancarkannya membawa kematian intens, siapa pun dia jikalau menyentuhnya kematian sudah ditakdirkan.

20 tahun yang lalu…

“Kita ngapain sih disini? serem tau gak…!” Salah seorang wanita yang mengenakan kacamata dan berbaju merah itu berkata panik.

“Tahu gak sih? menurut rumor disini merupakan tempat sadis pembantaian dari para wanita bangsawan jawa-” Temannya yang berbaju hitam membalas kemudian,

“Selain itu,menurut mitos kalau disini tersimpan artefak berupa ‘sanggul’ yang sakti mandraguna.” Perempuan  terakhir yang mengenakan jacket jeans langsung memotong dan menimpali kedua temannya tersebut.

Mereka adalah peneliti sejarah dan sekaligus pencari hal-hal mitos sekaligus mistik yang ada disekitarnya.

“Hey,sudah yuk kita pergi saja dari sini! Sepertinya aku merasakan ada yang sedang mengawasi kita dari jauh!” Perempuan berkacamata itu merengut ketakutan,tetesan keringat di keningnya mengucur dengan deras.

“Udahlah,kita sudah sampai sini! Tanggung juga kan kalau kita harus pulang sekarang… Lagi pula ini bisa jadi bahan penelitian yang bagus untuk dijadikan tulisan tentang legenda horor!”

“Betul! lebih baik kamu diam dan ikuti kita berdua saja! Aku jamin gak akan terjadi apa-apa deh!”

Mereka akhirnya beranjak terus ke dalam menyusuri bangunan dari gedung-gedung tua yang mengapit diantaranya gedung tua terlihat sangat usang.
Langkah demi langkah mereka telusuri dan kala itu jam menunjukan telah pukul 00.05 WIB. Suasana sepi serta angker menggelayuti setiap mereka yang berani menjelajahi tempat ini,akan tetapi hal ini justru malah kian menambah rasa ingin tahu ketiga gadis tersebut guna mengetahui sejarah apa yang pernah terjadi di tempat ini.

“Hey! Apa kalian lihat itu?” Teriak gadis berkacamata kepada dua temannya yang lain,dan juga cukup mengagetkan yang lainnya.

“Ada apa!?” Jawab mereka serempak,

Gadis itu pun tidak ragu menggerakan tangannya untuk menunjuk kearah dimana sebuah lorong mengeluarkan sinar berwarna keemasan berkelap-kelip di sekitarnya yang ternyata juga mengundang rasa penasaran ke hati dua temannya tersebut.

“Apa itu? Sinarnya indah sekali!” Celoteh perempuan berbaju hitam.

“Benar,ayo kita pergi dan melihatnya!” Seru temannya.

Sementara itu gadis yang berkacamata ini merasakan hal lebih janggal lagi yang ia rasakan,ia mempunyai firasat buruk tentang cahaya tersebut. Dengan berpikir apa yang akan terjadi bila kita ceroboh melakukan hal sesuatu dampaknya akan sangat tak terbayangkan,mungkin saja mereka bisa terjebak oleh sesuatu disana,ia pun menahan tangan kedua temannya tersebut lalu berkata,

“Lebih baik kita jangan pergi melihatnya! Firasatku mengatakan tidak akan ada hal baik yang akan terjadi bila kita mendekati hal itu!”

“Kamu jangan terlalu pengecut!”

“Benar!Lagi pula kita hanya melihat-lihat,walaupun disana mungkin ada sesuatu,namun pasti itu akan jadi hal yang menguntungkan!”

“Tidak! Disana berbahaya!” Teriak gadis berkacamata tersebut akan tetapi temannya kemudian malah mengabaikannya dan tetap menuju ke arah sumber cahaya itu di sudut lorong.Semakin lama mereka dekati semakin terang cahaya itu menjadi.

Tidak lama kemudian,mereka melihat kotak kayu mirip peti dan sudah terbuka lalu didalamnya terdapat sebuah Sanggul yang terlihat tua dan usang. Mirip seperti pusaka-pusaka yang berharga,sementara itu gadis berkacamata itu malah melihat sesuatu yang aneh juga menjijikan. Ia melihat itu bukanlah sanggul melainkan kepala seorang wanita sangat berbeda dengan apa yang dilihat oleh kedua temannya itu.

Namun yang tak disadari oleh keduanya,sehingga mereka menatap sanggul itu dengan mata cerah serta bergetar karena agitasi. Hebat ini hebat pikir mereka dalam hati masing-masing.

“Ini adalah!” Seru salah satu perempuan yang berbaju hitam.

“Ya,inilah yang kita cari kebenarannya! Sebuah sanggul yang menurut mitos ini sakti mandraguna,konon jika ada yang menemukannya mereka akan bisa terlihat cantik dan awet muda!” Perempuan yang berjaket jeans tidak mampu menyembunyikan kebahagiaannya membuatnya hampir meloncat kegirangan.

“Betul! Ini adalah pusaka yang sangat diinginkan oleh semua wanita!”

Gadis berkacamata itu berpikir mereka semua sudah gila,kedua temannya ini sudah gila karena sebenarnya apa yang mereka lihat hanya sebuah tengkorak penuh dengan darah. Mereka berdua menghampiri dan hendak menyentuh benda itu akan tetapi gadis berkacamata langsung berteriak hendak menyadarkan kedua temannya.

“Berhenti! Jangan menyentuhnya!”

Otomatis  kedua temannya berhenti dan melirik tajam ke wanita berkacamata itu lalu mereka berkata dengan tatapan kebencian serta niat membunuh samar ditujukan untuk temannya tersebut.

“Apa kamu bilang? Kamu menyuruh kami untuk berhenti!?”

“Iya,apa maksudmu? Apa kamu mau menguasai ini sendirian?”

Dengan bentakan dari kedua temannya dan melihatnya dengan pandangan mata keji serta mengeluarkan aura permusuhan,gadis berkacamata itu tidak berani menjawab dan hanya ketakutan yang timbul dari sekitarnya.

Tidak berselang lama,keduanya itu kembali melirik benda itu dan secara serentak mereka berkata dan melompat untuk mengambil benda tersebut.

“Milik ku!”

“Ini Milik ku!”

Tangan keduanya pun menyentuh benda tersebut dan tiba-tiba mata keduanya merah dan seakan mereka menjadi gila,keduanya sama-sama menimbulkan niat membunuh satu sama lain.

“Beraninya kau merebut barangku! Mati!!” teriak perempuan berbaju hitam

“Kamu berani menyentuh barangku! Kamu pantas mati!!” Balas rekannya.

Melihat adegan itu gadis berkacamata hanya termangu dengan kedua temannya yang sedang saling membunuh satu sama lain.

“Ahh!”

“Ahh!”

Teriakan dan lolongan sedih menyakitkan terdengar dari keduanya,entah apa yang terjadi,mereka berdua sudah saling menikam satu sama lain dengan senjata tajam. Masing-masing tepat di jantungnya,seketika genangan darah membasahi lantai ruangan itu.

Gadis berkacamata langsung berlutut dengan kedua kaki tertekuk,ia tidak pernah membayangkan jika teman baiknya akan saling membunuh satu sama lain tepat di depan matanya sendiri. Ia merasakan dorongan dan kebencian yang kuat di dalam hatinya,hanya air mata mengalir deras saat ini yang mampu mewakili perasaannya.

Tidak lama berselang gadis itu bangkit dari tempatnya lalu perlahan meninggalkan kedua temannya yang tergeletak tak bernyawa dan bersimbah darah tersebut untuk keluar dari tempat yang terkutuk ini. Sebelum ini ada sosok perempuan menggunakan pakaian ‘Kemben’ duduk diatas peti kayu.Ia menyeringai menunjukan gigi taring dan lancip yang mungkin dapat mengoyak daging menjadi serpihan-serpihan kecil,kemudian ia menghilang diikuti redupnya cahaya keemasan itu.


-END-