Penghuni Rumah Kontrakan Bagian 2

Sebelumnya penguni rumah kontrakan.

Di tengah ketakjubanku itu, tiba-tiba muncul dari lantai atas sesosok ular naga raksasa, dia mengejarku sampai tempat seperti tanah lapang yang berlumpur. Lalu naga tersebut meminta keris itu dariku, aku mempertahankan keris itu karena merasa aku yang menemukannya lebih dulu sehingga naga itu mulai menyerangku dengan cakarnya yang sangat tajam.

Aku hanya bisa menghindar, karena terdesak terpaksa aku gunakan keris itu. Aku hujamkan keris tepat mengenai mata kanannya. Dia meraung keras kemudian lari dengan keris yang masih menancap di matanya. Seketika aku terbangun dengan napas yang ngos-ngosan kayak orang lari maraton, kemudian aku persiapkan diri untuk kuliah seperti biasanya.

Siang itu teleponku berdering, aku lihat bapak yang menelepon. Suatu hal yang jarang terjadi. Bagaikan tersambar petir, bapakku menelepon kalau aku harus segera pulang karena adikku harus segera dilarikan ke rumah sakit di kota Surabaya. Mata kanannya terluka parah tertusuk pisau temannya yang tadinya hendak main-main.

Seketika ingatanku kembali pada mimpiku malam tadi dimana aku menusuk naga tepat di mata kanannya. Apakah ini ada hubungannya ataukah hanya kebetulan saja. Entah mau percaya atau tidak yang jelas ini adalah pengalaman horor yang saya alami semasa kuliah, yang sekarang tinggal kenangan yaitu sebuah ijazah dan bekas luka jahitan di mata kanan adikku.