Ternyata Makam

Sewaktu pak marto masih muda. Dia bekerja di Jakarta, sedangkan rumahnya di Bekasi. Dulu Jakarta masih banyak yang berupa rawa-rawa. Tapi ya sudahlah tidak usah dipikirkan terlalu dalam, mari kita lanjutkan. Setiap hari pak marto (muda) pulang kerja pada malam hari. Dengan suasana jalan yang sepi, gelap serta dikanan dan kirinya pepohonan membuat suasana semakin mencekam.

Setiap malam jumat saat melewati jalan tersebut selalu saja tercium harum wewangian, yang sepertinya wangi bunga. Namun pada malam hari biasa tidak tercium apa-apa. Suatu malam, pak marto pulang dari kerja. Akibat kerjaan yang agak menumpuk, dia pulang sedikit lebih larut dari biasanya. Seperti biasa, dia pulang melalui jalan tersebut. Jalan itu lebih sepi dari biasanya. Mungkin akibat malam yang sudah larut. Tiba-tiba angin bertiup kencang dan hujan mulai turun rintik-rintik.

Di tengah jalan, dia bertemu seorang wanita berjalan kaki sendirian. Karna kasian, dia menawarkan diri untuk mengantarnya pulang. Saat dibonceng, motornya terasa bergetar dan ternyaya wanita tersebut menggigil kedinginan. Melihat hal itu pak marto pun berinisiatif untuk membuka jaketnya dan memakaikannya ke wanita tersebut.

Sepanjang jalan yang dingin, pak marto menggigil karena kedinginan. Dan akhirnya sampai didepan rumah yang ditunjuk oleh wanita tersebut. wanita itu mengucapkan terima kasih dan masuk kedalam rumah. Pak marto pulang dengan bertanya jalan oleh orang yang lewat karena dia baru pertama kali kedaerah tersebut.

Keesokan harinya saat pak marto dirumah (hari sabtu minggu libur) terbayang wajah wanita tersebut yang lumayan manis dan baru ingat kalo jaketnya masih terbawa oleh wanita tersebut. Akhirnya pak marto memiliki kesempatan untuk menemui wanita itu dengan alasan jakernya terbawa. Siang hari dia berangkat kerumah wanita tersebut dan alangkah terkejutnya dia mengetahui bahwa rumah yang semalam jelas-jelas dia lihat dengan matanya sendiri tidak ada, yang ada adalah pemakaman.

Dia kemudian bertanya kepada sekelompok orang yang sedang duduk-duduk tidak jauh dari tempatnya. Dia bertanya apakah ada sebuah rumah dekat pemakaman yang sesuai dengan ciri-ciri rumah yang semalam dia lihat. Dan ternyata memang tidak ada. Maka iapun bertanya tentang ciri-ciri wanita yang dia duga bertempat tinggal dirumah yang dia cari.

Mereka hanya terdiam dan saling memandang. Kemudian salah satunya berkata bahwa wanita yang dia maksud mungkin marni, warga yang meninggal karena dibunuh perampok dijalan yang biasa dia lewati. Karena tidak percaya, maka pak marto diantar ke makam marni dan yang mengejutkan, jaket pak marto sudah terlipat rapih diatas makam marni.