Anggada Duta Bagian 3

Sebelumnya anggada duta bagian 2.

Benar saja, ketika siasat itu di jalankan, Dewi Sarpakenaka sangat terkejut. Kemudian ia berbalik arah ia pun langsung menghadapi Raden Anoman sebagai lawannya, satu lawan satu. Raden Anoman yang merupakan murid dari Batara Bayu, oleh karena itu Raden Anoman pun memiliki ilmu kesaktian yang lebih tinggi  dibandingkan dengan Dewi Sarpakenaka.

Dan, nampak dengan jelas, bahwa Raden Anoman mampu menguasai lawannya. Raden Anoman pun mengetahui bahwa kesaktian Dewi Sarpakenaka terletak pada ujung-ujung jari kedua tangannya. Nama Sarpakenaka didapat dari kata “Sarpa” yang berarti ular, dan “kenaka yang berarti juga kuku, karena keahliannya dalam menggunakan kuku-kuku tangannya seerti ular berbisa, yang dapat mematuk dan membunuh lawan-lawannya.

Maka, dalam pertarungannya itu Raden Anoman pun memusatkan perhatiannya ke ujung kuku-kukunya sang Dewi Sarpakenaka tersebut. lalu, dengan sigapnya dan gerak yang cepatnya Raden Anoman pun berhasil menangkap kedua belah tangan lawannya.

Dan kemudian dengan semua kekuatan saktinya Raden Anoman pun mampu mencabuti semua ujung kuku-kuku tangannya sang Dewi itu, yakni Dewi Sarpakenaka. Sehingga tewaslah Senapati Perempuan dari negeri Alengka itu.

Sementara itu, para pemimpin prajurit rakshasa yang masih bertahan hidup mendampingi Dewi Sarpakenaka itu, yakni Ditya Mintragna. Walau pun ia mati-matian membela sang Senapati. Akhirnya, ia pun mati terkena panah sakti yang dilepaskan oleh Raden Lesmana adiknya Prabu Sri Rama Wijaya.