3 Orang Sahabat

Persahabatan adalah hal yang penuh warna dan bisa bikin hidup kita begitu bermakna. Itulah yang saat sekarang aku alami saat kenal Jack dan Rolive, dua sahabat yang selalu mencetak separuh kisah perjalanan hidup aku.

Pertama kali, Aku, Joe dan Rolive berjumpa ketika kami lagi mendaftar masuk SMA. masa itu, kami secara berbarengan mendaftar dan diterima di sekolah negeri yang lumayan populer. Hingga akhirnya tiga tahun berlalu, kami seakan akan tidak dipisahkan.

Terdapat banyak suka dan duka yang kami rasakan, banyak hal yang sudah kami alami, ada benci, amarah, kesal, rindu, cemburu serta banyak lainnya yang tidak di ungkap. Waktu kini kami telah sama-sama lulus SMA, lalu kemudian kami terpaksa terpisah dan meneruskan hidup dengan tiap tiap jalannya sendiri.

Tetapi meskipun begitu, persahabatan akan senantiasa eksis, kami akan senantiasa dekap dengan erat ingatan kenangan persahabatan kami dan tetap selalu menghiasi jalan yang akan kami lewati, aku tentunya tidak akan mungkin lupa seluruh kenangan bersama mereka, sama waktu itu ketika kami saling bertemu untuk pertama kalinya.

“Hai, aku Rolive”.

“Hai.. Aku Jack dan ini sahabatku Malik”.

“Ehm.. Kalian sahabatan ya, aku duga kalian pacaran”.

“Apa, enak aja kamu.. Aku dan Imam sudah sahabatan dari kecil”.

“Ow”.

Kesan pertama aku mengenal Rolence memang agak berbeda dibandingkan dengan anak yang lain. Rolive merupakan anak perempuan yang apa adanya, dia tidak sekalipun menyembunyikan segala hal yang ada di pikirannya. Hingga sampai Jack sahabatku kerap kali merasa tersinggung dengan apa yang dia ucapkan.

“Jack”.

“Apa Live?”.

“Hei.. Sudah berapa kali aku katakan jangan sebut aku memakai singkatan, panggil Rolive!”

“Iya princes Rolive, ada hal apa?”.

“Esok minggu aku mau mengadakan ulang tahun dan aku mau membuat acara kecil-kecilan, sehingga aku harap kamu dengan Malik hadir”.

“Wah. Mau sekali, jika permasalahan seperti itu mah aku tentunya akan ikut, loh, terus mana si Malik nih”.

“Dia sedang berada di perpustakaan. Kita tunggu saja”.

“Hei. Tumben sekali kamu semua akrab, biasanya seperti anjing dan badak”.

“Enak sekali loe”.

“Kurang aja loe Lik. Masa cewek cantik begini di miripin sama badak”.

“Eh, maksud kamu aku anjingnya gitu”.

“Kwak, kwak, kwak”.

Lucu, dan aneh-aneh saja memang tingkah si Jack dan Rolive sahabatku tersebut. Malahan hingga saat ini aku masih saja selalu tertawa sendiri apabila kembali mengingat berbagai cerita lucu diantara mereka. Mereka merupakan sahabat terbaikku yang biasanya tidak sekalipun akur, pasti ada hal yang mereka saling mengejek satu sama lain. Pernah suatu hari si Jack sungguh sungguh di bikin jengkel oleh Rolive, ceritanya begini

“Jack.. Enaknya ngobrol berduaan” ujar Rolive memotong pembicaraan Jack dan Malik yang sedang ngobrol.

“Memang” jawab Jack dengan singkat.

“Wuiiih.. sombong dia.. sampai lupa” lanjut Rolive.

“Apaan sih live, jahil banget, lupa apa?” Jack menjawab dengan agak penasaran.

“Itu tuh, loh gak etis jika ku katakan langsung” jawab Rolive.

“Apaan” Jack semakin penasaran

“Resleting” jawab Rolive sambil berkedik

Sontak Joe langsung bangun dan memegang resleting celana yang sebenarnya telah benar. Karena tahu dia di bohongi akhirnya ia pun marah.

“Awas loe ya!” teriak Jack

“Hahahaaaa. Kabur” teriak Rolive di sertai berlari.

Tidak cuma kejadian kecil kayak itu, masih terdapat kejadian lain yang tidak bisa aku lupakan begitu saja. Memang, sebagian hal yang aku ingat merupakan kejadian kejadian diantara mereka berdua dan juga kami bertiga, buat kejadian yang khusus terjadi antara aku dengan Rolive tidak terlalu sering sebab memang Rolive memperlakukan aku dengan cara yang berbeda di bandingkan dengan Jack.

Entahlah, terkadang aku juga merasa heran mengapa demikian. Ketika sedang berdua dengan aku, contohnya waktu Jack lagi memesan makanan di kantin, sedangkan kami berdua menunggu, Rolive seakan akan senantiasa bertingkah manis seperti putri raja, tak bawel, tidak alay, dan juga tidak jahil kayak saat Rolive dengan Jack. Tentang itu malahan terkadang bikin Jack iri, sempat juga dia protes hingga hampir marah.

“Rolive kamu ini jika dengan Malik saja mesti lembut, sangat beda jauh jika dibandingkan dengan aku”.

“Ya memang kenapa toh. Sama saja, perasaan kamu saja mungkin”.

“Iya kamu nih Jack, ada-ada saja, kamu saja yang keseringan bercanda”.

“Enggak Lik, lihat deh, tuh lihat, gaya berbicaranya Rolive saja beda, di buat melotot lagi”.

“Ya tidaklah Jack, normal saja. Ya iya juga sih agak memang, masalahnya kamu bau sih, hehehe”.

“Tuh kan, betul kan Lik, sahabat kita yang satu ini memang tidak adil, kejam, benar-benar kejam”.

Demikianlah, pengalaman menarik yang terjadi di cerita persahabatan kami. Kisah persahabatan diantara Aku, Jack dan Rolive memang begitu indah dan tidak akan bisa sekalipun aku lupakan. Malahan hingga saat ini, aku berharap kalian para sahabat terbaikku agar senantiasa selalu sehat dan sukses, doaku beserta kalian.