Aku Anak Mamah dan Ayah Bukan?

Hay namaku ami aku lahir dari keluarga yang sederhana aku tinggal bersama mamah, ayah, kakak, dan adikku. Aku bersekolah di salah satu sekolah favorite, oh iya aku kelas 1 SMP. Pada hari senin di pagi hari aku ingin berangkat ke sekolah dan aku pun ikut sarapan di meja makan bersama-sama tapi sayang sekali di saat mamah dan ayahku bercanda dengan kakak dan adikku, aku hanya bisa melihatnya aku merasa tidak di anggap oleh mereka aku kesal lalu aku tinggalkan saja mereka semua lalu aku langsung berangkat ke sekolah naik taksi.

“Ami, ami, ami” panggil mamaku.

Aku pun langsung masuk ke dalam taksi. Sesampainya di sekolah aku melihat temanku di antar oleh mamah, atau ayahnya dan di antarnya sampai depan sekolah lalu di kecup keningnya, aku sangat iri kepada temanku.

“Aku ini anak mamah sama ayah bukan sih, kok aku selalu di singkirkan kalau ada kakak dan adikku, kadang aku merasa kalau aku tuh bukan anak kandung mereka berdua” ucapku dalam hati.

Tepat di jam istirahat aku bermain bersama temanku namanya Miko dia ini temanku yang paling setia temanin aku kemana saja dan selalu dengarin curhatan aku, aku dan miko bermain basket di lapangan lalu.

“Triiinggg, triiiinnggg, triiiinggg” bel waktunya pulang berbunyi.
“Ayo Ami kita pulang” ucap miko sambil merangkulku.
“Kamu duluan aja mik aku lagi malas pulang ke rumah” ucapku dengan muka yang cemberut.
“Kamu kenapa mi, cerita dong biasanya kamu cerita kepadaku, ayo kamu ikut aku aja ceritanya sambil di jalan” ucap miko sambil menarik tanganku.

Aku pun dan miko pergi menuju taman sesampainya disana aku cerita semuanya ke miko. Hari pun sudah mulai petang aku dan miko pulang ke rumah masing-masing. Saat sesampainya di rumahku.

“Assalamualaikum??” ucapku sambil membuka pintu.

Salamku tidak ada yang menjawab satu pun aku pun langsung masuk ke dalam kamar dan ganti baju lalu aku ke ruang televisi kebetulan disana ada kakakku dan adikku, aku samperin saja ke ruang televisi.

“Ngapain kamu disini?” ucap kakakku.
“Ya mau nonton televisi lah” ucapku dengan muka yang murung.

Mamah dan ayah pun datang menghampiri.

“Kakak nih mamah bawa kue kesukaan kamu” ucap mamahku.
“Horeee, makasih ya mah” ucap kakakku dengan muka yang ceria”.

Aku pun terdiam dengan muka yang sedih.

Selanjutnya aku anak mamah dan ayah bukan? bagian 2.