Jealous Saat Remaja Bagian 5

“Jadi loe mau bukti? Oke besok gue buktiin, loe harus janji jawab sesuai perasaan loe ke gue!!” Terlihat kesal tapi mantap jawaban yang ia lontarkan. Kira-kira apa yang akan dia lakukan? Apa dia akan naik ke tower gitu sambil tereak dia suka aku, ah tidak ku pikir dia tak segila itu, dari pada pikir panjang biarlah esok temui faktanya.

Esok harinya bel istirahat telah berbunyi tiba-tiba habibi menghentikan teman-teman agar jangan dulu ke luar kelas satu orang pun, sembari berjalan keluar dan entah kemana perginya, banyak teman-teman yang menggerutu kesal karena ulah si habibi itu, “heh!! gue udah laper nih, ngapain sih loe ngelarang kita istirahat bi!!?”, salah seorang berteriak. teman yang lain menimpali “sialan lo bi, ngapain sih aneh banget tingkah loe!!”

Tiba-tiba Habibi kembali ke kelas sambil menyembunyikan tangan kanan di belakang punggungnya dan menghampiri tempat dudukku sembari menahan nafas, dan basuhan keringat di dahinya, gemetar tangan perlahan ia menyodorkan setangkai bunga mawar merah ke hadapanku sambil berlutut, “Ri ini bukti kesungguhan gue ke loe, gak pernah gue senekad nekad ini ngungkapin perasaan ke cewek”, ucapnya.

“Bi kamu apa-apaan sih, malu tau diliat temen-temen gini”, jawabku menahan malu karena semua mata tertuju padaku.
“Bukan nya ini yang kamu inginkan Ri, kamu minta bukti perasaanku”, timpal habibi menegaskan, sementara aku hanya terpaku dan membisu.
“Ri gue suka loe bahkan gue jatuh cinta sama loe” pas dia bilang gitu aku hanya terbengong tak bisa ngomong.

Habibi pun mengulangi kata-kata nya “Riri Azhari gue cinta loe, gue pengen loe jadi pacar gue!!”, dengan suara lantang setengah berteriak. Mendengar ucapannya serempak teman-teman yang menyaksikan menimpali “terima!! Terima!! Terima!!!”. Siska menambahkan “Ri udah deh terima aja cepet terima!!”.