Perjalanan Menuju Kampung Halaman Saat Mudik Lebaran Bagian 2

Sebelumnya perjalanan menuju kampung halaman saat mudik lebaran.

Setelah puas berbelanja kami menyempatkan diri untuk makan di alun-alun Jogjakarta disana banyak penjual yang menjual berbagai macam makanan dan banyak pula yang menjual berbagai macam lukisan, serta barang-barang hiasan yang unik-unik. Di alun-alun saya dan mamah saya mencicipi wedang ronde, yaitu minuman pedas manis berkomposisi wedang jahe, berisikan potongan roti tawar, kacang sangrai, kolang-kaling, dan bulatan dari tepung beras berisi gula jawa cair rasanya sangat enak dan hangat.

Tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul setengah 6 sore kami sekeluarga memutuskan untuk pulang. Setelah sampai di rumah mbah putri menyuruh saya dan adik saya untuk makan malam, saya pun dan adik saya tidak menolak karena kami memang hobi makan hehehe. Senang rasanya bisa kumpul bersama mbah kakung dan mbah putri serta adik sepupu saya, kami bisa bercanda, bisa bercerita berbagai hal dan kami bisa bermain bersama. Disaat saya lagi bermain dengan adik sepupu saya, saya menghampiri mbah kakung.

“mbah gimana kabarnya, sehat kan?” kata saya.
“sehat ndo, gimana kuliah kamu? Sudah semester berapa sekarang?” sahut mbah kakung.
Lalu saya menjawab “alhamdulillah mbah kuliah aku lancar-lancar saja dan sekarang udah semester 5, doain yaa mbah biar aku cepet lulus”.
“pasti mbah doain ndo biar kamu cepet lulus, belajar yang rajin yaa ndo, bikin mamah papah bangga sama kamu” sahut mbah kakung kepadaku.
“iya mbah aku akan berusaha bikin mamah dan papah bangga” kataku.

Kata-kata mbah kakung itu yang menjadi motivasi aku agar bisa belajar lebih giat lagi. Tanpa terasa saya sudah 3 hari berada di Jogjakarta. Setelah mandi dan sarapan saya langsung berangkat ke rumah mbah buyut karena disana akan diadakan acara trah, acara tersebut sudah diadakan sekitar 4 tahun yang lalu. Acara trah dibuat bertujuan untuk bersilatuhrahmi kepada seluruh keluarga besar mbah buyut, dari anak-anak mbah buyut, menantu mbah buyut, cucu-cucu mbah buyut dan cicit-cicit mbah buyut semua kumpul di acara trah tersebut. Ga saya sangka ternyata banyak sekali yang sudah menjadi anggota keluarga mbah buyut sehingga saya tidak mampu menghafal namanya satu per satu hehehe.

“kak bangun kak, begitu kata adik saya ketika membangunkan saya dari tidur”.
“ada apa siih de? Kaka masih ngantuk nih” sahutku kepada adikku.
Lalu adik saya berkata, “kita ke Candi Prambanan yu kak, aku penasaran niih belum pernah kesana”.
“ya sudah sana ajak mamah sama papah juga” sahutku sambil membereskan tempat tidur.

Papah dan mamah saya pun setuju dengan ajakan adik saya, jam 10 pagi saya dan keluarga pergi ke Candi Prambanan dan sampai disana jam 12 siang, dengan tiket masuk 35.000/orang kami puas melihat candi-candi yang ada disana dan kami juga puas berfoto disana. Tetapi sayang banyak candi yang sudah rusak karena terjadinya gempa yang berkekuatan besar pada tahun 2007 dan sampai saat ini candi-candi tersebut masih belum diperbaiki. Puas berkeliling di Candi Prambanan dan memebeli oleh-oleh untuk teman-teman, kami sekeluarga memutuskan untuk pulang.

Selanjutnya perjalanan menuju kampung halaman saat mudik lebaran bagian 3.