Perjalanan Menuju Kampung Halaman Saat Mudik Lebaran Bagian 3

Sebelumnya perjalanan menuju kampung halaman saat mudik lebaran bagian 2.

Baru saja saya sampai dirumah mbah putri, saya melihat mba Ida (penjual sate) sedang berjualan berkeliling di daerah rumah mbah putri. Langsung saja saya memberhentikan tukang sate tersebut, setiap saya pulang kampung saya dan adik saya selalu membeli sate mba Ida karena sate ayamnya sangat enak dan gurih jadi kurang afdol rasanya kalau pulang kampung tidak membeli satenya mba Ida hehehe kadang saya sampai suka nambah 2 kali dan saya juga berpesan kepada mba Ida selama saya berada di rumah mbah putri sisain satenya untuk saya dan adik saya hehehe.

Dan ternyata benar selama saya di rumah mbah putri mba ida selalu mampir ke rumah mbah saya dan kalau saya tidak lagi berada di sana mbah putri selalu membelikannya untuk saya dan adik saya sehingga sehabis saya pulang jalan-jalan saya bisa merasakan nikmatnya sate mba Ida hehehe.

Tiba saatnya untuk kami sekeluarga pulang ke kota Jakarta dan kembali beraktifitas seperti biasa, sebenarnya saya masih ingin tinggal disana untuk beberapa hari lagi tetapi tidak bisa karena saya dan keluarga harus memenuhi kewajiban masing-masing. Sedih meninggalkan mbah putri dan mbah kakung yang sedang sakit dan saya juga sedih meninggalkan adik sepupu saya karena selama saya disana adik sepupu saya yang selalu menemani saya dan adik saya bermain. Waktu sudah menunjukkan jam 04.45 WIB pagi dini hari, saya berpamitan kepada mbah putri dan mbah kakung.

“mbah jaga kesehatan yaa, aku pamit pulang dulu insya Allah lebaran yang akan datang aku akan kembali lagi kesini” kataku.
“iya ndo mbah putri dan mbah kakung akan jaga kesehatan, kamu jaga adik mu yah jangan berantem terus dan belajar yang rajin yaa ndo” Sahut mbah putri.
“iya mbah aku akan rajin belajar, yaa udah aku pamit pulang yaa mbah” kataku.

Papah dan mamah pun juga berpamitan kepada mbah putri dan mbah kakung, setelah berpamitan kami bergegas menuju Jakarta. Pada saat kami menuju Jakarta kami terjebak macet dan kami pun sekeluarga juga sudah lelah sehingga akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat di Masjid. Setelah puas beristirahat kami melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Lelah, letih, lesu semua bercampur jadi satu ketika menghadapi jalanan yang padat karena banyaknya kendaraan dari jakarta.

Waktu sudah menunjukkan pukul 23.45 malam hari. Alhamdulillah kami sekeluarga sampai di rumah dengan keadaan sehat walafiat, sesampainya dirumah saya langsung melihat kelinci peliharaan saya yang saya beri nama tompel dan alhamdulillah sii tompel masih hidup dan ternyata makanan yang saya kasih waktu saya mau pulang kampung sudah habis ia makan, sehingga tompel menjadi lebih gemuk karena banyak makan hehehe.

Setelah melihat kelinci, saya membantu orang tua membersihkan rumah dan membersihkan kamar saya. Setelah semua sudah bersih dan rapih saya bergegas untuk mandi, rasa cape yang sempat saya alami pada saat perjalanan seketika hilang saat saya mandi. Setelah mandi saya bergegas ke kamar untuk tidur, sebelum tidur saya sempat berdoa kepada Allah semoga kami sekeluarga diberi kesehatan dan umur yang panjang sehingga pada saat Idul Fitri berikutnya kami sekeluarga bisa kembali ke Jogjakarta.