Perjalanan Menuju Kampung Halaman Saat Mudik Lebaran

Sesaat sebelum Idul Fitri kemarin saya dan keluarga pergi ke Jogjakarta untuk mengunjungi mbah putri, mbah kakung, serta saudara saya yang tinggal disana. Kami berangkat dari Jakarta jam 5 pagi dini hari dan kami ke jogjakarta tidak hanya sekeluarga tetapi kami konvoi dengan keluarga om saya, selama perjalanan menuju jogjakarta sangat menyenangkan dan mengasyikan sampai beberapa kali saya tertidur di dalam mobil karena merasa lelah menempuh perjalanan yang jauh dan macet.

Beberapa kali kami istirahat di pom bensin atau dimasjid untuk makan dan untuk melaksanakan sholat, setelah beristirahat yang cukup kami melanjutkan perjalanan. Di dalam perjalanan saya melihat banyak sekali pemudik yang mudik menggunakan kendaraan bermotor bahkan banyak juga pemudik yang membawa anak mereka atau keluarga mereka mudik menggunakan sepeda motor sehingga banyak juga terjadi kecelakaan motor akibat para pemudik yang tidak berhati-hati dalam perjalanannya.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 19 jam akhirnya kami tiba juga di rumah mbah putri dan mbah kakung. Sesampainya disana saya dan keluarga disambut dengan hangat oleh mbah kakung dan mbah putri serta saudara saya, dan kami langsung mengobrol diteras rumah mbah putru, tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam 3 pagi dini hari akhirnya kami semua memutuskan untuk tidur dan melanjutkan pembicaraan pada pagi hari.

Waktu saya bangun tidur waktu sudah menunjukkan jam 7 pagi dan saya pun bergegas untuk mandi dan sarapan. Udara disana sangat sejuk sehingga saya ingin berlama-lama tinggal disana, selesai sarapan kami sekeluarga bergegas ke rumah saudara-saudara kami untuk bersilatuhrahmi dan tidak lupa saya bersilatuhrahmi ke rumah mbah buyut saya yang alhamdulillah sampai saat ini beliau masih sehat walafiat.

Karena saya ke Jogjakarta setahun sekali jadi banyak saudara saya yang bilang kalau saya dan adik saya terlihat seperti anak kembar padahal saya dan adik saya umurnya beda 6 tahun dan saudara saya juga bilang kalau saya terlihat lebih kurus dibanding adik saya itu karena adik saya hobi makan jadi terlihat lebih besar badannya dari pada saya hehehe.

Setelah bersilatuhrahmi ke seluruh saudara saya keesokan harinya saya bersama keluarga jalan-jalan ke malioboro. Kami mengunjungi pasar bringharjo disana banyak sekali yang menjual berbagai baju batik, celana batik, tas batik dan lain-lain, tetapi berhubung di pasar bringharjo sangat ramai sekali akhirnya saya dan keluarga memutuskan untuk berjalan-jalan di pinggir malioboro saja. Dipinggir jalan malioboro juga banyak yang menjual berbagai macam baju, tas dan celana yang bermotif batik.

Selanjutnya perjalanan menuju kampung halaman saat mudik lebaran bagian 2.