Sebelum Dan Sesudah Makan

Hari ini di rumah Puput ada masakan dan makanan yang bermacam-macam. Yang masak tentu saja Bang Iid. Dan kata Bang Iid masakannya spesial banget, khusus di persembahkan buat Put, yang lagi ulang tahun.

Bahagia? Pasti dong. Namanya juga ratu, biar pun cuma sehari.

Mama udah pasti ada. Abang-abang Put juga hadir. Teman-teman Put seperti si cantik Elisa, si gembul Linda, Pinoy, Ekky, Icha dan si tukang ribut Ayu dan Mimi juga pada kumpul, komplit deh.

Nah, enaknya jadi ratu sehari, biasanya kita banyak hadiah. Dan biasanya juga permintaan apa aja. Insya Allah pasti dituruti sama Mama dan Abang–abang Put.

Tapi meskipun begitu, Put gak bisa kok minta yang aneh-aneh dan diluar kemampuan. Put biasanya, cuma minta didoakan supaya Put selalu sehat dan rajin beribadah sama Allah SWT (Amin). Put juga minta didoakan supaya teman-teman Put makin banyak.

Terus Put minta didoakan juga agar selalu rendah hati, selalu menyenangkan orang lain, gak bete, ngak bikin kesel, dan dimudahkan rejeki supaya bisa ngajak Mama dan abang-abang Put menunaikan ibadah haji.

Put juga minta didoakan supaya ada sutradara yang melirik Put dan mengajak main sinetron. Kan kalau sering main sinetron, Put bisa membeli rumah, mobil dan Hp yang bagus, jalan-jalan ke luar negeri, belanja di Singapura kayak ibu-ibu pejabat. Hihi… ngak dong bercanda.

Tapi soal pergi haji Put serius kok, Put ngak tau rencana Allah SWT kedepannya. Mana tau dengan doa dan usaha, lalu Allah SWT mempermudah Put mendapatkan rejeki, dan akhirnya mempermudah pula jalan Put dan keluarga ke baitullah, Amin.

Eh, back to topic!

Setelah semuanya kumpul, mulai deh Mama kasih sedikit nasehat. terus sedikit pesan-pesan dari abang –abang Put. Lanjut ke testimoni dari temen-temen soal sosok Put yang manis dan baik ini (hehe…kayak selebritis aja). Dah gitu, lanjut ke acara yang di tunggu-tunggu ma temen-temen Put…makan-makan!

Tapi, sebelum makan, Mama menuntun kami membaca doa (Put sih sebetulnya dah hafal. Tapi ini kan biar kelihatannya kompak). Doanya.

“Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa adzaa bannaar. Bismillah.”

Artinya;

“Ya Allah. Berkatilah rejeki yang Engkau limpahkan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksaan api neraka. Dengan nama Allah”

Habis membaca  doa itu, baru deh semua makan-makan.

Saat-saat begitu, biasanya kami saling merenung. Bersyukur karena Allah selalu melimpahkan rejeki yang baik buat Put dan keluarga, sebab tidak setiap orang bisa menikmati, seperti apa yang Put dan keluarga rasakan.

Tapi suasana emang gak bener-bener hening, sebab ada saja ulah si Pinoy yang sering gak nyambung ma Ekky. Misalnya minta diambilkan lalap-lalapan, eh si Pinoy malah ngambilin sambel. Atau waktu si Linda mau nambah sayuran, e si Pinoy malah ngambil air kobokkan.

Selesai makan, gak lupa Mama juga menuntun Put dan yang lain buat ngucapin doa sehabis makan.

“Alhamdulillahiladzii ath-amanaa wa saqoonaa wa ja’alanaa minal muslimiin”

Artinya;

“Segala puji bagi Allah yang terlah memberi kami makan dan minum, dan telah menjadikan kami orang-orang muslim.”

Begitulah cara Mama mengajarkan Put dan abang-abang supaya biasa berdoa.

Dan menurut salah satu hadist yang di riwayatkan At Tirmidzi, dari buku yang pernah Put baca. Rasullullah SAW pernah bersabda, bahwa barang siapa dari umatku, setiap selesai makan dan selalu membaca doa, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang lalu.

Itu sebabnya, Put senantiasa membaca doa dalam setiap aktivitas Put.