Sebuah Usaha Untuk Melupakan Part 7

Cerita sebelumnya sebuah usaha untuk melupakan part 6.

Ini hari kesekian aku tidak bisa menemanimu. Tak bisa duduk di depanmu, atau memelukmu menenangkan rindu. Aku hanya bisa mengabarimu melalui telepon, aku baik-baik saja. Juga memastikan kau baik-baik juga di sana. Malam akan tetap begini. Larut lalu bergantian menjadi pagi. Melalui dingin-dingin embunyang jatuh bersama perasaan yang terus tumbuh. Sementara kita tetap saja berada pada dua tempat yang berbeda.

Jauh terbentang jaraknya, meski tetap saja dekat hatimu kurasa. Setelah berada pada fase seperti ini, aku seringkali menjadi lebih takut dari seharusnya. Itulah mengapa aku tidak suka kita bertengkar terlalu lama. Aku tidak suka menunda menyelesaikan masalah sampai berhari-hari. Aku selalu ingin, setiap kita diterpa masalah semuanya harus selesai hari itu juga.

Kau tahu, cinta, aku sama sekali tidak pernah ingin kau sedih sepersekian detik pun. Meski kejadian yang sudah seringkali membuatmu merasa sedih sebab aku aku yang salah. Maaf untuk segala yang pernah terjadi. Maaf atas ketakutanku yang berlebihan. Sikap yang kadang membuat kita menjadi saling menyakiti. Semoga semuanya tidak menjadi hal yang memisahkan.

Aku hanya ingin denganmu saja. Menjalani hari-hari menyelesaikan banyak perkara. Mengurai rindu-rindu yang mendera menjadi puisi-puisi cinta. Menjadikan segala hal yang kita rencanakan lahir sebagai harapan untuk tetap berdua. Apa pun yang terjadi nanti, tetaplah denganku berdiri. Tetaplah memeluk jiwaku sepenuh hati.

Cukup jarak saja yang memisahkan kita. Hatimu jangan ikut kau jauhkan juga. Dekaplah aku dengan cinta yang tetap dekat. Peluk aku dengan rindu yang menumpuk di dadamu. Jadilah seseorang yang membuatku tetap percaya bahwa cinta yang baik itu memang ada. Meski aku paham, tak ada yang benar-benar sempurna.

Namun setidaknya kau dan aku bisa saling percaya, bahwa masih ada kisah yang tak berakhir luka. Masih ada kasih yang tak terkira curahnya. Ketahuilah, cinta, dengan penuh aku ingin menjadikanmu semesta. Seseorang yang mengutuhi hidupku yang tak lengkap, penyemangat dalam segala harap. Juga penerang dikala gelap.

Masih panjang perjalanan yang harus kita lalui. Akan ada banyak hal besar dan kecil juga yang akan merintang. Kita bisa saja pada suatu hari jenuh. Kita bisa saja pada suatu hari berpikir untuk meninggalkan. Namun, pahamilah, cinta, aku ada untuk melengkapi kamu yang pernah terluka. Kamu diciptakan atas aku yang tidak sempurna.

Jenuh dan lelah hanyalah hal biasa. Selama kita menjalani semuanya dengan benar-benar cinta, semua akan kembali baik seperti sedia kala. Kau harus pahami, aku manusia yang selalu ingin belajar memahamimu. Aku juga sangat paham, kau juga akan terus mengerti aku. Tetaplah percaya, kita terlahir untuk saling jatuh cinta, dari hari ke hari.

Sejauh ini kamu saja yang ingin kudekatkan pada hidupku. Tak terpikir untuk menjauh darimu. Kamu akan kubawa menghadapi hari-hari melaju bersama rencana-rencana dan penuhnya impianku. Kamu akan kukenalkan kepada bagian-bagian dari diriku yang tak pernah kukenalkan kepada orang lain. Bahkan perihal yang tak pernah kuberitahu kepada orang tuaku sendiri.

Kepadamu akan kuceritakan segalanya. Hanya kamu yang kupercayai untuk kujadikan tempat berbagi. Sebab itu, teguhkanlah hatimu kepadaku. Denganku saja kamu akan meneruskan sisa hidupmu. Aku menginginkan memilikimu sepenuh hatiku.

Yakinkan dirimu bahwa tak ada satu orangpun yang bisa menggantimu di hatiku. Percayakan kepada dirimu, kamulah yang terbaik untukku. Aku tidak ingin jatuh cinta lagi kepada hati lain, selain kepadamu. Cukup sudah perjalanan panjang yang melelahkan selama ini. Aku ingin berhenti di kamu. Aku ingin kamu hanya mencariku dalam hal apa pun.

Setiap rindu dan kesepian datang akulah orang yang akan menenangkanmu. Juga jika semua hal terjadi kepadaku. Kamulah penenang segala kecemasanku. Kamu yang akan menguatkan saat lemah menyerang tubuhku. Aku yang akan meyakinkan saat letih mengurai ketabahanmu.

Jatuh cintalah kepadaku setiap waktu. Berikan aku kepercayaanmu untuk menjaga hatimu. Kuyakinkan kamu, akulah yang selama ini mencarimu, seseorang yang kamu tunggu menemukanmu. Jangan pergi kemana-mana lagi. Jangan melarikan diri dari kehidupan yang kita pilih. Sebab aku ingin tetap waras mencintaimu. Aku ingin tetap menjadikanmu satu-satunya yang kupuja penuh cinta. Abaikanlah segala goda yang membayangimu dengan banyak hal. Kita adalah usaha untuk tetap bertahan sepanjang usia. Berdoalah kepada yang Maha kuasa, atas kuasa-Nya kita adalah selamanya.

Dengan percayaku paling dalam. Aku telah memilihmu. Dan ingin jatuh cinta kepadamu setiap waktu yang kupunya. Ingin menjadikanmu seseorang yang menyatu denganku dalam segala doa dan rencana-rencana. Aku ingin menjadikanmu teman paling bahagia. Kekasih hidup yang berteguh pada setia. Kita adalah janji-janji yang akan selalu kita tepati.

Mendekatlah lebih dekat lagi, dekap tubuhku hingga aku lupa cara untuk pergi. Peluk aku dalam keheningan malam. Genggam tangnku dalam gempita ruang. Biarlah waktu mengabadikan kita dalam asin dan asingnya hidup. Dalam manis dan pahitnya segala jalan yang kita hadap. Dalam doa dan puja kepada Maha kuasa, kau dan aku sebutlah dengan kita sepenuh usia.

Cerita selanjutnya di sebuah usaha untuk melupakan part 8.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *