Tahanan Di Alam Kubur (BARZAH)

Bahwa sesungguhnya tahanan di dalam alam barzah itu, menurut Al-Qur’an dan Al Hadist itu adalah Haq, yaitu benar-benar ada dan terjadi untuk sebagai buktinya adalah orang-orang yang telah mendahului kita telah di kubur dan di tanam di dalam kuburnya.

Maka mereka semua itu telah berada di alam barzah, kediaman atau tempat tinggal mereka itu tinggal menunggu sebagai kelanjutan hidup setiap manusia sebagai terdakwa dalam sidang Mahkamah di Padang Masyar yakni dihadapan Hakim Yang Maha Adil yaitu Dialah Allah SWT. Setelah manusia itu mengalami hidup pada dua tahapan. Yang pertama, semenjak kita hidup berada di dalam kandungan ibu, kita telah banyak mengalami kesusahan, amat sempit, terbatas dan juga penuh kegelapan yang bertimbun-timbun.

Setelah lamanya 9 bulan, maka kita telah dilahirkan oleh sang ibu, maka beradalah kita hidup di dalam alam yang sangat luas, yaitu alam dunia. Akan tetapi kehidupan yang ke dua ini adalah merupakan kehidupan perumahan yang sedang kita alami sekarang ini adalah merupakan alam yang bersifat sementara dan juga sebentar saja.

Sehingga kita ini telah mengalami suatu kehidupan yang sangat pesat sekali. Oleh karenanya kehidupan yang semacam ini sudah menjadi kebiasaan artinya kehidupan dari kecil menjadi besar, dari yang miskin menjadi kaya, dari yang muda menjadi tua dan dari yang sehat menjadi sakit serta juga dari yang hidup menjadi mati.

Di dalam alam dunia yang fana dan sementara ini tujuannya adalah untuk mengejar kebaikan bagi mereka yang berakal sehat, akan tetapi bagi mereka yang tidak beres akalnya maka akan menumpuk-numpuk suatu kejahatan serta menumpuk dosa.

Oleh karenanya kehidupan di alam dunia ini merupakan ladangnya akhirat. Di alam dunia ini menentukan apakah seseorang itu beriman kepada Allah SWT, atau kufur kepada Allah SWT, dan seterusnya hingga manusia itu menemui kematiannya atau ajalnya.

Karena semua manusia itu pasti akan mengalami dan merasakan mati, dan di hari kiamat nanti semua pahala akan disempurnakan, sehingga siapa yang dapat dijauhkan dari neraka dan dimasukan ke dalam surgan-Nya Allah SWT maka dialah orang yang sangat beruntung.

Dan kehidupan di alam dunia yang fana ini hanyalah merupakan suatu kesenangan yang telah memperdayakan. Hal ini berdasarkan pada firman Allah SWT, di dalam surat Ali Imran ayat 185 yang mana artinya adalah

 ”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati, dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakanlah pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”

Seorang tamu yang amat mulia akan datang kepada manusia, apabila modal umur yang telah dikaruniakan oleh Allah SWT, kepada manusia itu telah habis. Sedangkan yang dimaksud dengan seorang tamu yang mulia itu ialah Malakul Maut yakni Malaikat Izrail namanya akan datang ke sampingnya yang mempunyai maksud dan tujuannya yaitu akan mencabut nyawa pada seseorang. Dan rasanya Sakaratul Maut itu bukan main berat dan sakitnya, apabila nyawa seseorang pun yang sanggup untuk membatalkan, bahkan tidak seorang dokter pun atau dukun yang sanggup mengatasinya.

Malaikat Izrail akan mencabut nyawa dengan cara yang pelan-pelan bagi seseorang yang mukmin juga dengan cara yang halus, meskipun dengan demikan caranya namun rasa sakitpun masih terasa, dan jikalau orang tersebut telah ingkar dan kafir kepada Allah SWT, maka sudah pasti akan di cabut dengan cara yang kasar dan keras.

Menurut suatu hadist yang telah diriwayatkan oleh Imam Ibnu Abbidunya bahwa sakitnya nyawa dicabut itu seperti halnya 300 kali pukulan pedang. Saat ruh seseorang itu mati maka jadilah kaku seluruh tubuhnya tidak berdaya lagi.

Apabila mayat tersebut adalah seseorang yang beriman maka dengan segera saudara-saudara yang beriman itu merawat yakni dengan memberikan penghormatan yang terakhirnya, dan dirawat sebagaimana layaknya orang yang mati. Setelah itu di antarkan ke alam kuburnya.

Setelah dimakamkan, maka pulanglah seluruh dari yang mengantarnya tersebut. Maka sendirilah ia di dalam alam kubur tersebut dalam keadaan yang gelap, kedudukan, kecemasan, ketakutan, dan juga kesedihan yang sangat mendalam. Ini tentunya bagi seseorang yang telah di murkai oleh Allah SWT.

Roh itu kemudian dikembalikannya lagi ke dalam tubuhnya dan dihidupkannya kembali untuk menghadapi hal ihwal kubur, yakni gelapnya siksanya, ular-ularnya, kenikmatan kubur maupun pertanyaan kubur. Setelah manusia itu berada di dalam alam kubur.

Rasululloh SAW. Telah memberikan suatu berita kepada kita selaku ummatnya yang telah diriwayatkan oleh Anas r.a. dalam hadist Bukhori dan Muslim.

Selanjutnya tahanan di alam kubur (barzah) bagian 2.