Tanda-Tanda Kiamat Besar

Mengenai tanda-tanda dari hari kiamat yang besar, yaitu berarti sudah menunjukkan berarti sangat dekatnya hari kiamat tersebut, untuk itu dapat disimpulkan sebagai berikut.

  1. Terbitnya matahari dari arah barat.
  2. Keluarnya suatu macam binatang.

Dalam susunan alam semesta ini akan terjadi suatu perubahan yang sangat besar sekali disaat sudah mendekatinya atau tibanya hari kiamat, sehingga banyak berbagai peristiwa yang tidak biasanya terjadi telah tampak di pandang oleh mata umat manusia.

Sehingga akan terbitlah matahari dari arah Barat pada saat itu. Jadi berselisihan sekali dengan apa yang biasa terjadi dan kita saksikan sehari-harinya, kalau biasanya matahari itu terbitnya dari arah Timur. Sedangkan kalau pada saat yang demikian tersebut di atas matahari terbitnya dari arah Barat.

Bahkan bukan hanya itu saja, kalau kiamat itu maksudnya dekatnya kiamat itu akan keluarnya suatu binatang dari dalam bumi yang bisa berbicara dengan orang banyak.

Rasulullah Saw,pernah bersabda dari Abdullah bin’ Amr bin’Ash yaitu artinya sebagai berikut.

“Sesungguhnya pertama-tama tanda-tanda yang keluar yang mana telah menunjukkan sangat dekatnya waktu dan tibanya hari kiamat (ialah terbitnya matahari dari sebelah Barat dan keluarnya suatu macam binatang di hadapan orang banyak di waktu siang hari). Mana yang di antara kedua tanda-tanda ini yang keluar lebih dulu sebelum yang satunya, maka yang satunya itu akan menyusul  dalam waktu yang dekat sekali sesudah yang terjadi yang pertama ini”

Sedangkan di dalam hadist riwayat dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw, pun telah bersabda yang artinya adalah sebagai berikut:

“Tidaklah akan tiba hari kiamat itu sehingga matahari akan keluar dari arah Barat. Jikalau matahari ini telah terbit, maka berimanlah seluruh manusia. Beriman pada hari itu tidak ada gunanya bagi diri mereka yang tadinya pernah beriman juga bagi mereka yang tadinya belum pernah berbuat baik dalam berimannya.”.(Hadist tersebut telah di riwayatkan oleh Bukhari Muslim dan Abu Daud)

Adapun maksud keimanan yang tidak bermanfaat di sini adalah bagi seseorang yang kafir yang memang belum pernah beriman sebelum adanya peristwa tersebut di atas.

Juga bagi orang-orang yang beriman, jika sebelum peristiwa tersebut belum pernah melakukan perbuatan yang baik dan juga bertaubat dari kemaksiatannya, maka pada hari kiamat tersebut tidaklah bermanfaat untuk menunjukkan sebagai bukti keimanannya kepadaAllah SWT.

Allah SWT, telah memberikan suatu gambaran yang sudah tertera di dalam firman-Nya dalam surat An Nahl ayat 82, yang mana artinya adalah.

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, maka Kami (Allah ) mengeluarkan binatang melata dari bumi yang memberitahukan kepada mereka  bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.”

Sebagai permulaan yang menunjukkan sangat dekatnya hari kiamat tersebut. maka ayat diatas telah diberitahukan mengenai suatu binatang yang telah keluar dan bisa untuk berbicara kepada manusia banyak di saat akan ditentukan oleh Allah SWT.

Di dalam Kitab suci Al-Qur’an ataupun di dalam hadist Rasulullah Saw, tidaklah diterangkan ataupun disebutkan mengenai sifat-sifat dari binatang yang keluar dari bumi dan dapat berbicara tersebut.

Hanya Allah SWT, sendirilah yang mengetahui mengenai keluarnya binatang itu, karena hal itu adalah termasuk suatu hal yang gaib dari berbagai macam kegaiban.

Oleh sebab itu kita tidak perlu untuk memperpanjangkan masalah ini, hanya batas yang sudah diberitakan saja oleh Al-Qur’anul Karim serta oleh hadist Rasulullah Saw, atau hadist yang shahih.

Cukup bagi kita apa yang difirmankan oleh Allah SWT, pada surat tersebut di atas, itu wajiblah bagi kita untuk diyakini, sebagai pertanda atau sebagai alamat akan datangnya hari kiamat, itu sudah dekat tibanya. Namun kapan kita tidak ada yang mengetahuinya.

Di samping itu sebagai alamat dari tibanya hari kiamat Kubra itu ialah Imam Mahdi, munculnya Al Masih Dajjal, serta turunnya Nabiyullah Isa  as.

Di dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Bahwasannya Rasullullah Saw, telah bersabda yang artinya adalah sebagai berikut:

“Demi Dzat yang jiwaku dalam kekuasaan-Nya, niscaya hampirlah putera Maryam (Isa Al Masih) akan turun dilingkungan kamu sekalian dan  menjadi sebagai seorang pemegang pemerintahan yang adil. Ia akan mematahkan palang salib, membunuh babi dan melenyapkan perpajakan. Saat itu harta meluap ruah, sehingga tidak seorang pun yang menerimanya, sampai-sampai sekali sujud itu menjadi lebih baik dari pada dunia dan seisinya ini.”

Selanjutnya Abu Hurairah berkata: “Ayat ini bacalah sekehendak hatimu”. Adapun ayat yang dimaksud itu adalah yang terdapat di dalam surat An Nisa ayat 159, yang artinya adalah:

“Dan tidak seorangpun dari orang-orang ahli kitab (nasrani dan yahudi) itu melainkan pasti percaya kepada Isa sebelum matinya dan hari kiamat Isa akan menjadi saksi bagi mereka itu.”

Maksudnya adalah bahwa semua ahli kitab itu akan percaya dan beriman kepada Nabi Isa sebelum wafat, yaitu saat turun ke bumi  sebelum hari kiamat itu terjadi nanti. Adapun yang telah meriwayatkan hadist tersebut di atas adalah Bukhori dan Muslim, sehingga dari hadist tersebut di atas itu dapatlah diketahui beberapa hal yang sangat perlu untuk diketahui antara lain adalah:

  1. Pemerintahan di zaman Nabiyulloh Isa as, itu nantinya ialah dengan cara menggunakan hukum syari’at Islam dan ini akan dilaksanakan dengan penuh kejujuran serta keadilan.
  2. Semua palang salib itu akan dipatahkan sehingga ini mengandung arti bahwa Nabi Isa sendirilah yang akan membuktikan akan kedustaan dari agama Kristen sebagaimana yang telah kita maklumi tentang peraturan-peraturannya pada zaman sekarang ini juga sebagai penjelasan bahwa apa yang diperasangkakan oleh pemeluk agama tersebut tentang disalibnya atau dibunuhnya Nabi Isa as adalah dusta belaka, dan hal itu ternyata dibuat-buat sendiri oleh kaum Nasrani.
  3. Perpajakan semua itu akan dihapuskan, karena baik yang asalnya sudah memeluk agama Islam maupun yang belum, sehingga semuanya telah masuk agama Islam. Jadi peraturan pajak itu semua akan lenyap, sebab negara sudah tidak memunggut pajak lagi dari kaum muslimin dan kaum Islam.
  4. Karena telah meratanya keadilan dan kejujuran, maka itulah yang menyebabkan harta benda yang melimpah ruah itu, sehingga tidak ada seorangpun yang hidup itu di dalam kekurangan, kemiskinan serta kesengsaraan.

Untuk mengakhiri dari keterangan di bab ini maka akan diberikan hadist yang lain yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dan yang telah diceritakan oleh Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah Saw, telah bersabda yang artinya sebagai berikut.

“Termasuk dalam golongan sejahat-jahatnya manusia ialah orang-orang yang didapati ada waktu tibanya hari kiamat itu dan mereka masih hidup”