Upacara Di Padang Mahsyar

Seluruh manusia itu telah menjadi dalam satu arena yang sangat luas yakni Padang Mahsyar, setelah seluruh umat manusia itu dihalau ke Padang Mahsyar di hari kiamat. Dan di situlah tempatnya dari manusia sejak zaman Adam hingga akhir nanti telah menjadi satu dalam arena tersebut.

Untuk menunggu dari kelanjutan segala pemeriksaan dalam persidangan Mahkamah Allah SWT, di Padang Mahsyar (di hari kiamat), maka mereka telah diperintahkan apel terlebih dahulu dalam suatu upacara di tanah lapang yang sangat luas.

Sehingga seluruh umat manusia telah diliputi rasa takut, cemas, gelisah, serta rasa khawatir, sedih, binggung, dan juga panik. Hal ini adalah merupakan gambaran bagi manusia-manusia yang telah banyak kesalahan dan berbuat dosa terhadap Allah SWT. Hatinya telah berdebar-debar dengan kerasnya, dan kedua kakinya telah gemetar, badan terasa pingsan rasa ingin kembali lagi hidup di alam dunia, akan tetapi semuanya itu akan sia-sia belaka.

Seluruh umat manusia akan berbaris dan berkumpul dengan pemimpin-peminpinnya serta imam-imamnya yang telah mereka ikuti sewaktu mereka hidup di alam dunia, mereka telah berkumpul di Padang Mahsyar besok di hari kiamat.

Sehingga hal ini benar-benar telah ditegaskan oleh Allah SWT, di dalam surat Al Isra’ ayat 71 yang mana artinya adalah sebagai berikut:

“(Ingatlah) suatu hari (yakni hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya”

Sebagai identitas atau tanda pengenal dari golongan umat manusia, maka pada upacara di hari kiamat di Padang Mahsyar nanti itu pun akan di pasang bendera-bendera, spaduk atau panji-panji.

Bendera atau panji-panji tersebut di sebut dengan nama Bendera Pujian, bagi umat islam yang sesuai dengan apa yang telah mereka ikuti selama hidup di dunia, maka umat islam itu terbagi menjadi beberapa barisan dan di bawah panji-panji atau bendera-bendera mereka sendiri.

Apakah ia itu seorang ahli berbuat baik, kejujuran, alhi fiqih, zuhud, dermawan, syuhada, qori’ atau pun yang lainnya. Ini semua akan ada panji-panjinya atau pemimpinnya sendiri.

Adapun mengenai bendera-bendera atau panji-panji itu Rasulullah Saw, pernah ditanya dan itu telah disingkap di dalam suatu riwayat, sedangkan mengenai berapa panjang dan berapa pula lebarnya.

Kemudian Rasulullah Saw, bersabda. Panjangnya itu bisa ditempuh 1000 tahun, dan telah tertulis kalimat tahlil atau “LAA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASUULULLAAH” sedangkan lebarnya antara langit dan bumi. Adapun bahannya terbuat dari yakut yang merah, tiangnya adalah dari perak yang putih dan Zabarjud yang berwarna hijau.

Dan terdapat tiga konser dari cahaya (Nur), satu koncer di arah timur dan yang satu lagi berada di tengah-tengah dunia, sedangkan koncer yang satu lagi berada di arah Barat.

Dan adapun pada koncer itu telah di tulis tiga baris, antara lain telah dituliskan:

Pada baris yang pertama tertulis Kalimat Basmallah yang mana artinya adalah, “Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang”

Pada baris kedua tertulis kalimat Hamdalah yaitu yang artinya adalah “Segala Puji Bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam”

Sedangkan pada baris ketiga bertuliskan Kalimat Tahlil yaitu yang artinya adalah sebagai berikut “Tidak ada Tuhan selain Allah,  Muhammad adalah utusan Allah.”

Adapun setiap baris itu jaraknya adalah bisa ditempuh 1.000 tahun disamping terdapat 70.000 bendera, dan pada setiap bendera dibawahnya terdapat 70.000  barisan malaikat, setiap barisan terdiri dari 50.000 malaikat yang sama bertasbih kepada Allah SWT, dan Memahasucikan Allah SWT.

Mengenai sifat dan juga keadaan bendera pujian ini perlu untuk kita maklumi, karena sudah pasti akan menimbulkan  suatu pertanyaan bagi akal. Akan tetapi itu adalah merupakan suatu hal yang gaib, sehingga hanya Allah SWT saja yang berhak untuk mengetahui segala sesuatu serta Maha Kuasa atas segalanya.

Oleh karena itu Imam Al Jurjani telah memberikan suatu keterangan mengenai benda pujian tersebut. komentarnya itu adalah sebagai berikut bahwasannya bendera pujian tersebut hanyalah ada dalam kekuasaannya Allah SWT, dan kelak di hari kiamat bendera tersebut akan di pasang pada sisi Nabi Muhammad Saw.

Sedangkan semua kaum mukmin telah berada di kanan diri bendera Nabi dan orang-orang kafir telah berada di tempat peristirahatanya di neraka selama bendera pujian itu masih terpasang dan berkibar.

Apabila bendera tersebut telah dipindahkan, maka di saat itu juga orang-orang kafir akan dihalau ke Neraka. Dan pada saat itu bendera-bendera telah di pasang oleh pemimpin-peminpin kebenaran dan dibawahnya terdapat barisan –barisan pengikutnya dan bendera tersebut telah dipasang dan dikibarkan oleh:

  1. Bendera kebenaran telah dikibarkan oleh Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq dan bagi semua orang yang benar dan jujur akan berada di bawah bendera-bendera panji tersebut.
  2. Untuk Sayyidina Mu’adz in Jabal, dia telah memegang bendera Fuqoha’ , bagi semua orang yang alim fiqih akan berada di baris dan di bawah bendera panji-panji tersebut.
  3. Sayyidina Utsman bin Affan, memegang bendera derma atau sosial, dan ini adalah untuk para dermawan akan berada di bawah bendera ini.
  4. Sayyidina Ali telah memegang bendera Syuhada’, dan ini khusus para manusia yang telah mati syahid, semua telah berbaris di bawah bendera ini.
  5. Untuk Ubbayya bin Ka’ab dia memegang bendera Qurra’ dan bendera ini adalah untuk para Qori’ semua telah berbaris di bawah bendera-bendera atau panji-panji tersebut.
  6. Adapun sahabat Bilal, dia memegang bendera Mu’adzin dan tentunya semua para Mu’adzin akan berada di bawah bendera ini.
  7. Sayyidina Husain, bendera ini adalah untuk orang-orang yang telah mati di bunuh dengan cara dianiaya, mereka ini semuanya ini akan berada dibawah bendera ini.

Semua mahluk akan berdiri di saat akan melaksanakan upacara di Padang Mahsyar besok di hari kiamat, dengan dalam keadaan yang berat dan letih serta dahsyat sehingga mereka sedang mengendalikan keringatnya yang sedang bercucuran bagaikan orang yang bermandi peluh. Karena menahan rasa gelisah dan sengsara.