Awal Dari Sebuah Pertemuan (2)

Lalu di dalam kelas XI IPA 2, Reni sedang bermain Facebook di Handphonenya sambil duduk di bangkunya yang berada di barisan paling depan pojok, dekat dengan pintu kelas. Saat bermain Facebook? Dia menemukan nama Facebooknya Arga Rendiana.

Reni melihat profil Facebook Arga, dia tersenyum sedikit memandangi foto profil Facebook-nya Arga, dan kemudian dia menambahkan Arga sebagai teman Facebooknya, tinggal menunggu konfirmasi dari Arga.

Di dalam kelas X IPA 1, Arga masih berkumpul bersama Nina, Ressa, dan Tia. Mereka berempat sekarang sedang bermain Facebook. Arga yang melihat Facebook-nya Reni Ratnaura yang ingin menjadi teman Facebook-nya, langsung tersenyum senang.

“Eh guys, dia minta pertemanan nih sama gue!” kata Arga sambil tersenyum senang namun masih menatap layar Handponenya.

“Yaudah! Tunggu apalagi? Cepetan konfirmasi!” kata Ressa.

“Oke!” tanpa berlama-lama lagi? Arga langsung menekan tombol konfirmasi, sehingga otomatis sekarang Facebook dia dan Reni sudah berteman. Setelah itu? Arga memandangi profil Reni, dan dia melihat postingan status Reni yang ditambahkan foto.

Di postingan status Facebook-nya Reni itu? Arga melihat foto Reni sedang tersenyum manis menggunakan seragam SMA di dalam kelasnya, lalu diiringi sebuah kata “Entah kenapa? Rasa kagum ini membuatku perlahan-lahan tertarik padamu!”.

Melihat postingan status Reni tersebut? Wajah Arga langsung murung! Dia sedikit sedih, karena menurutnya? Saat ini Reni sedang memiliki seseorang yang dicintainya.

“Woi, gue minta lagu Kids Jaman Now dong!” Feri datang sambil memegang Handponenya, dia juga adalah sahabat Arga yang lengket. Bahkan mereka berlima sangat lengket sekali. +

“Sini, gue kasih!” kata Nina. Lalu Arga mengambil kursi dari bangku temannya yang sedang tak di duduki, kemudian dia duduk di sebelah Nina. Mereka mulai berbagi lagu menggunakan Share It.

“Loe kenapa Ga? Kok muka loe murung gitu sih?” tanya Feri.

“Nggak kok, gue nggak apa-apa!”

Tia melihat postingan status Reni di Facebooknya yang telah di lihat oleh Arga. Kemudian dia memandangi Arga yang wajahnya murung sedih. Dia tahu bahwa hal ini lah yang membuat Arga sedih.