Awal Dari Sebuah Pertemuan

Di suatu jalan raya yang penuh dengan hiruk pikuk kendaraan, dan ramainya lalu lalang orang berjalan. Sebuah motor melaju dengan sangat kencang, terlihat bahwa yang mengendari motor tersebut adalah seorang Remaja Pria murid Sekolah Menengah Atas. Tiba-tiba saja? Motor itu berhenti melaju dan secara perlahan-lahan Motor itu pun berhenti di pinggir Jalan. Hal ini sangat membuat Arga jengkel! Ya? Remaja Pria itu bernama Arga, dia sudah hampir terlambat datang ke Sekolah.

“Kenapa sih ni motor? Kok tiba-tiba berhenti?” Arga pun kemudian membuka helmnya lalu turun dari Motor, dan dia sangat terkejut setelah mengetahui bahwa ada sebuah paku yang menancap di ban Motornya itu sehingga membuat ban Motornya kempes.

“Gawat! Ban Motornya bocor, mana udah siang banget lagi!” Arga menatap jam di jam tangannya dengan panik. “Gue udah bener-bener telat ke Sekolah, gimana nih?” Arga benar-benar sangat panik.

Arga menoleh ke berbagai arah mencari bengkel, dan tak lama kemudian diapun melihatnya. Dia langsung membawa Motornya itu ke bengkel. Karena masih sangat pagi? Bengkel itu masih sangat sepi, tukang bengkelnya juga sedang duduk santai.

“Bang, ganti ban ya? Luar dalem!” Arga memarkirkan Motornya di bengkel itu.

“Oh iya, sip!” Tukang bengkel itu mulai memperbaiki ban Motor Arga yang rusak.

“Nanti sepulang Sekolah saya ambil Motornya ya Bang!”

“Oke!”

Setelah itu? Arga langsung berlari ke pinggir Jalanan raya, dia akan pergi ke Sekolah dengan menaiki angkutan umum alias angkot, namun angkot yang dia butuhkan tidak kunjung datang juga. Kini Arga sudah semakin panik, bahkan panik sekali!

Dilihat jam di tangannya, sudah menunjukkan pukul 07 : 10 , membuat Arga semakin panik sekali, namun dia tetap berdiri di pinggir Jalanan raya untuk memberhentikan angkot dan pergi ke Sekolah.

“Kalau aja Mama gue nggak suka nanyain kehadiran gue ke Guru, gue pasti sekarang udah pergi aja ke Cafe! Mana lagi nih angkot, giliran di butuhin kagak nongol-nongol! Tapi pas nggak dibutuhin banyak banget lewat!”

Akhirnya? Arga melihat sebuah angkot berjalan ke arahnya, dia pun langsung tersenyun melihat kedatangan Angkot itu, lalu dia memberhentikan angkot itu dan kemudian masuk kedalamnya dan pergi menuju Sekolah.

Sementara itu? Di Sekolahan Arga yang bernama SMA Kasuari, baru saja selesai melaksanakan kegiatan yang biasa di laksanakan saat hari Senin, yaitu kegiatan Upacara Bendera Merah Putih.

Masing-masing pemimpin pasukan membubarkan barisannya, setelah selesai melaksanakan kegiatan Upacara? Semua murid langsung pergi menuju kelas mereka masing-masing, kecuali Osis inti.

Osis inti yang mendapat bagian mendata murid SMA Kasuari jika ada yang terlambat datang ke Sekolah, harus berada di depan gerbang Sekolah, mendata para murid yang baru saja datang terlambat.

Hari ini giliran Reni, Rifka, Novi, Tiara, dan Fani yang mendapat bagian giliran mendata murid yang datang terlambat. Sekarang mereka sedang berdiri di depan gerbang, tak lama kemudian datanglah dua murid perempuan yang terlambat.

Rifka dan Novi mendata dua murid perempuan itu, tak lama kemudian? Datang dua murid perempuan juga yang datang terlambat, Tiara dan Fani pun mendata mereka. Sementara Reni berdiri sendirian menunggu murid yang akan dia data karena terlambat.

Beberapa lama kemudian? Sebuah angkot berhenti di depan gerbang SMA Kasuari, lalu keluar lah seorang murid laki-laki yang tak lain adalah Arga. Arga terkejut melihat murid yang terlambat sedang di data oleh Kakak Kelasnya.

Arga melihat Reni yang sedang berdiri diam tanpa mendata siapapun, Arga tahu bahwa dia harus menghampirinya. Mau tak mau dia harus di data karena sudah terlambat, perlahan Arga pun mendekati Reni.

Melihat Arga mendatanginya? Reni langsung menyiapkan buku pendataan murid yang terlambat, dan dia langsung memulai menanyai data-data tentang Arga dan alasannya kenapa datang terlambat ke Sekolah.

“Nama kamu siapa?”

“Arga Rendiana”

“Kelas?”

“X IPS 1 ( 10 Ilmu Pengetahuan Sosial 1 )”

“Kamu baru aja selesai ospek 2 hari yang lalu, sekarang baru aja resmi jadi murid disini kamu udah telat datang ke Sekolah! Kenapa kamu telat?”

“Tadi ban Motor saya bocor, terus saya ke bengkelin, jadi saya ke Sekolahnya naik angkot! Nungguin angkotnya itu lama, makanya saya telat!”

“Makanya? Kalau berangkat dari rumah itu mending pagi-pagi banget deh! Jam setengah enam datangnya, jadi kalau ada apa-apa nggak bakalan kesiangan kayak gini!”

“Iya Kak”

“Tapi Kakak salut sama kamu? Kamu cowok tapi tetep datang ke Sekolah meskipun udah kesiangan, kalau cowok lain mungkin udah bolos!”

“Gue juga kalau Mama gue nggak sering nanyain kehadiran gue ke Guru juga gue bakalan bolos kali!” gumam Arga berbicara di dalam hatinya.

“Yaudah, sekarang kamu boleh masuk ke Kelas! Inget? Lain kali jangan telat lagi ke Sekolahnya!”

“Iya, makasih Kak!” Arga pun kemudian pergi memasuki area Kelas dan berjalan menuju kelasnya.

Saat Arga berjalan? Reni memadanginya, dia sedikit kagum dengan Arga, karena menurutnya? Arga lebih baik dari kebiasaan cowok-cowok lainnya yang sering melakukan kenakalan remaja.

Arga pun tiba di dalam kelasnya, untungnya belum ada Guru yang datang untuk mengajar. Dia pun duduk dibangkunya yang berada dibarian paling depan. Lalu dia merundung di meja.

“Ga, loe kok telat sih?” tanya Redi, teman sebangkunya Arga.

“Ban Motor gue bocor tadi, terus gue nungguin angkot lama, makanya gue telat!”

“Kalau gue jadi loe? Gue mah udah main aja, ngapai bela-belain ke Sekolah. Udah telat juga!”

“Gue juga bakalan ngelakuin hal itu kali, kalau aja Mama gue nggak sering nanyain kehadiran gue sama Guru!”

“Eh, kasian lu!”

“Arga!”Nina memanggil Arga, dia berada di bangku barisan Arga yang paling belakang.

Arga menoleh ke belakang ke arah Nina “Apaan?”

“Sini deh!”

Arga pun mendekati Nina, kemudian dia duduk di kursi yang berada di depan Nina, dan menghadap ke arah Nina. Disana juga ada Ressa, yang duduk sebangku dengan Nina. Mereka berdua adalah sahabat perempuan Arga yang sangat lengket.

“Ada apaan sih?”

“Loe kok telat sih?” tanya Ressa.

“Gue tadi ada masalah sama Motor gue, makanya gue telat!”

“Eh Ga, loe katanya mau pacaran sama Senior yang cantik!” kata Nina, dia tahu itu karena Arga sering curhat banyak hal kepadanya.

“Iya, pengen banget! Tapi disini nggak ada Senior yang cantik tuh!”

“Gegabah banget loe!” kata Nina dan Ressa secara bersamaan sambil menatap tajam Arga.

“Biasa aja kali ah kalian!”

“Woy, lagi pada ngomongin apaan sih?” tanya Tia, yang datang lalu duduk di sebelah Arga. Tia juga adalah sahabat Arga yang lengket.

“Ini loh, gue tahu Senior cantik yang bisa di deketin sama si Arga!” jawab Nina.

“Hah? Siapa emang?” tanya Arga.

“Namanya Reni Ratnaura! Kelas XI IPA 2 ( 11 Ilmu Pengetahuan Alam 2 ) Nih fotonya, cantik loh!” Nina menunjukkan foto Kakak Kelas yang dimaksud di handponenya, foto itu dilihat dari Foto Profil Facebooknya Reni. +

“Yang ini sih gue udah tahu! Tadi gue di data sama dia karena telat, terus gue di nasehatin dikit sama dia biar nggak telat lagi!”

“Menurut loe dia itu cantik nggak?” tanya Ressa.

“Nggak, tapi manisnya itu loh!”

“Nah, deketin aja gih! Katanya mau ngerasain pacaran sama Senior!” kata Tia.

“Oke deh, gue bakalan deketin dia nanti!”