Kisah Kasih di Sekolah Bagian 2

Sebelumnya kisah kasih di sekolah.

Saat upacara berlangsung, Melody merasakan hal yang aneh pada perutnya, sakit sekali rasanya.Karena Melody tidak kuat menahan rasa sakit, akhirnya Melody pun pingsan, saat upacara berlangsung.

“ekh, Mel Mel Melody, kamu kenapa? Melody kamu kenapa?” ucap Allisa dengan wajah yang sangat khawatir

Melody pun diangkat menuju UKS, setelah upacara selesai, Melody juga belum sadar.Akhirnya 2 orang sahabat Melody pun memanggil kekasihnya Melody , yaitu Dimas.

“kak, kak, Melody kak.” Ucap Allisa
“ada apa dengan Melody ?.” balas Dimas
“itu kak, tadi waktu upacara, Melody pingsan, sampai sekarang dia belum juga sadar.” Balas Sonya
“apa ? Melody pingsan, kok bisa, ya sudah ayo kita ke UKS.” Ucap Dimas dengan wajah yang panik
“aku juga tidak tahu kak, ya sudah ayo kak kita ke UKS.” Balas Sonya

Dimas pun turun melalui tangga dan langsung berjalan menuju UKS. Setelah sampai di UKS, Dimas pun langsung menuju tempat tidur dimana Melody seorang wanita yang sangat ia sayang terbaring lemah, dengan wajah yang agak pucat.

“Melody, kamu kenapa ?, kenapa kamu bisa sampai seperti ini ?.” ucap Dimas dengan wajah paniknya
“Sudahlah kak, sabar saja, mungkin sebentar lagi juga Melody pasti akan sadar.” Sahut Sonya
“betul tuh kak, tenang saja pasti Melody tidak apa-apa.” Sambung Allisa
“ya baiklah.” Ucap Dimas

Setelah sekian lama menunggu kurang lebih 1 jam, akhirnya Melody pun sadar.

“emm, aduh (sambil memegangi kepalanya).” Ucap Melody yang baru saja sadar dari pingsannya
“Melody, akhirnya kamu sadar juga, kakak khawatir tahu sama keadaan kamu.” Ucap Dimas
“aku kenapa kak ? kok aku bisa ada disini sih ?.” tanya Melody dengan wajah yang penuh dengan kebingungan
“tadi kamu tuh pingsan saat upacara, sebenarnya kamu kenapa sih kok bisa sampai pingsan begini ?” balas Dimas
“aku juga tidak tahu kak, mungkin gara-gara tadi pagi aku belum sarapan kali ya ka.” Balas Melody
“aduh Melody, seharusnya kamu sarapan dulu sebelum berangkat sekolah, jadi kan kamu tidak pingsan seperti ini.” Ucap Dimas memperingati Melody
“ya deh kak, lain kali aku sarapan dulu sebelum berangkat sekolah.” Balas Melody

Setelah Melody sadar, Dimas pun membujuk Melody untuk sarapan.

“ya sudah, kamu sarapan dulu nih.” Ucap Dimas
“tidak usah deh kak, aku tidak lapar.” Balas Melody
“apa perlu kakak yang suapin kamu nih ?.” tanya Dimas
“apaan sih kak, malu tahu sama teman-teman.” Ucap Melody dengan wajah yang memerah
“tidak apa-apa kok Lia.” Sahut Sonya dengan nada meledek
“ya sudah deh, aku makan.” Ucap Melody
“nah gitu dong, itu baru kekasih kakak yang paling cantik.” Ucap Dimas
“apaan sih kak, huu.” Ucap Melody

Akhirnya, setelah lama menyuruh Melody untuk sarapan pun berhasil, walaupun harus dengan bujukan Dimas, kekasihnya itu. Bel pulang sekolah pun berbunyi. Melody dan 2 orang sahabatnya itu pun bersiap-siap untuk pulang. Setelah selesai, merekapun keluar kelas. Ketika sampai didepan kelas, mereka bertemu dengan Dimas.

“hai semua, boleh tidak nih aku mengajak sahabat kalian yang satu ini untuk pulang bareng ?.” tanya Dimas
“hai juga ka, boleh kok kak, asalkan sahabat kita yang satu ini tidak diapa-apakan oleh kakak.” Balas Allisa
“ok, tenang saja, sahabat kalian yang satu ini akan pulang dengan selamat dan tidak ada luka atau apapun padanya.” Ledek Sonya
“ok, hati-hati ya Melody.” Ucap Allisa
“ya, aku pasti hati-hati kok.” Balas Melody

Melody dan Dimas pun akhirnya pulang bersama dengan menggunakan motor mionya Dimas, karena langit yang terlihat mendung, mereka pun akhirnya pulang dengan cepat.

“kak, ayo cepat pulang sudah mau hujan nih.” Ucap Melody
“ya, kakak juga lagi ngambil motor dulu.” Balas Dimas
“jangan lama-lama ya kak.” Ucap Melody
“ya.” Balas Dimas

Setelah Dimas mengambil motor mereka pun naik, dan langsung pergi untuk mengantarkan Melody pulang. Saat di perjalanan, tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya, sampai membuat baju Melody basah kuyup, sedangkan Dimas tidak terlalu basah karena dia mengggunakan jaket. Akhirnya mereka pun meneduh di sebuah toko yang sudah lama tidak buka.

“ya hujan, gimana dong kak ?.” tanya Melody
“ya sudah kita tunggu saja sampai hujannya agak mereda.” Balas Dimas
“ya sudahlah.” Ucap Melody dengan lesunya

Karena Melody kehujanan hingga bajunya basah semua, Melody pun merasa kedinginan, Dimas yang mengetahui hal tersebut pun membuka jaketnya, dan memasangkannya di pundak Melody.

“terima kasih kak, tapi apa kakak tidak kedinginan ?.” tanya Melody
“sama-sama Melody, kakak tidak apa-apa kok, kamu itu lebih membutuhkan dari pada kakak.” Balas Dimas
“emm,, terimakasih kak.” Ucap Melody dengan wajah yang senang
“ya sama-sama.” Balas Dimas

Sudah hampir 2 jam mereka meneduh, tapi hujan juga tidak mereda. Akhirnya mau tidak mau mereka harus menunggu sampai hujan itu mereda.

“aduh nih hujan kok berhenti-henti ya, padahal aku ingin pulang.” Ucap Melody dengan kesalnya
“sudahlah Melody, kamu sabar ya, paling juga hujannya sebentar lagi mereda.” Sahut Dimas
“ya kak, aku akan coba untuk menunggu sampai hujannya mereda.” Balas Melody

Setelah mereka menunggu kurang lebihnya 4 jam, akhirnya hujan pun mereda dan mereka melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang.

Selanjutnya kisah kasih di sekolah bagian 3.