Perasaanku Bagian 2

Sebelumnya perasaanku.

Tulus, perasaanku yang keempat. Menurutku, kamu apa adanya! Aku tidak memandang dari fisik, tapi aku memilih dengan hati terdalam. Aku sangat tulus dan tulus memilihmu dengan kondisi apapun. Ketika aku sudah merasa nyaman dengan kamu maka aku sudah mantap memilihmu. Segalanya yang ada dirimu padaku akan merubahku menjadi lebih baik dari buruk.

Setia, perasaanku yang kelima. Meski, aku tidak sempurna untuk kamu. Tapi kamu sempurna bagiku. Apapun kau disisiku, aku kan tetap setia disaat bersamamu. Namun, kesetiaanku sepertinya kusia-siakan karena kamu tidak menghargai kesetiaanku. Maka aku tidak dapat melanjutkan kesetiaanku. Aku terlalu bodoh ya? Karena dulu mengejar kamu hanya demi cinta. Bukan dari pandangan fisik melainkan aku sangat sayang padamu. Dapatkah kamu mengerti hanya separuh saja?

Cemburu, perasaanku yang keenam. Selain itu, aku suka cemburu membakar hatiku menjadi hangus yang tidak bersisa berakhir sebuah sakit yang terpilu hanya bisa aku rasakan itu. Mungkin hanya saat aku tak ada lagi di dunia ini, kamu akan menyelipkan namaku dalam setiap doa terbaikmu. Aku hanya bisa menunggu kau kembali dalam pelukanmu. Kembalilah padaku.

Aku sangat ingin membutuhkanmu. Sudah terlalu lama aku terbalut dengan luka lama. Aku hanya bisa pasrah. Tolong cepat pulang. Aku ingin memeluk tubuh hangatmu. Aku ingin memberimu kedamaian. Pulanglah, dihatiku adalah rumahmu.

Harapan, perasaanku yang ketujuh. Kau tahu? Kita pernah merasakan kecupan pertama? Yap, ciuman bibir. Dimana kita merasakannya pada kali pertamanya. Rasanya, enak, hangat, nafsunya. Duh, Aku sudah ternoda. Hehe. Maafkan hambamu ya Allah. Tak apalah. Satu saja kecupanmu padaku seolah satu harapan untukku yang kamu berikan. Akhirnya kita bersepakat untuk berjanji –bersatu-. Apakah nanti akan bersatu dengan bahagia? Entahlah. Dengan janji, itulah sebabnya aku terus setia padamu.

Sakit hati, perasaanku yang kedelapan. Badaipun berangsur datang diantara aku dan dia. Darimana kah badai itu muncul? Badai itu menciptakan sebuah masalah. Yap masalah! Aku putus denganmu hanya karena masalah kecil, yaitu aku diselingkuh. Aku gak nyangka kamu bakal sepertimu. Jadi selama ini apa yang sudah kamu sembunyikan dariku. Selama itu, aku tidak menyadarinya. Aku sangat menyesal.

Sebenarnya aku kecewa dan kesal yang lebih dalam. Kekecewaanya tak lama itu. Kadang tiap aku ingat kamu pasti aku selalu ingat kenangannya. Kenangan indah dan pahit. Bagaikan tangkai bunga tanpa mahkota bunga. Hanya aku rasakan itu kesepian.

Selanjutnya perasaanku bagian 3.