Perasaanku Bagian 3

Sebelumnya perasaanku bagian 2.

Hmm, selama ini sejak kamu meninggalkanku dan hanya tinggal sisa-sisa kenangan. Kemanapun aku ingin pergi sendirian, tapi kenangan itu tetap selalu mengikutiku. Kenangannya tak bisa melepaskan dari lekatanku. Kenangan itu selalu kamu dan kamu. Tiap hari aku melihatmu bersamanya, walau tidak dengan mataku sendiri.

Tiap pecahan menghasilkan sebuah serpihan-serpihan kenangan, semuanya aku mencoba menyatukan kembali ketika aku kangen. Ketika kamu kembali padaku, sudah semestinya serpihan kenangan telah terkumpul dan sempurna itulah diharapkan olehku.

Akan aku sempurnakan serpihannya menjadi teka-teki paling sempurna untuk bernostalgia kenangan kita. Ada, kekecewakan yang tak bisa diungkapkan secara jelas. Tapi aku bisa menunjukannya hanya melalui air mata. Kamu hebat sekali pernah mewarnai hari-hariku, pernah membuatku tersenyum terakhir kali. Namun, tipuanmu mendekamku pada akhirnya. Kamulah membuatku memendam perasaanku. Bagaimana cara aku bisa mencurahkan semua perasaanku?

Kangen, perasaanku yang kesembilan. Rindu akan keramaikanmu waktu itu. Kata-kata mesramu terlontarkan ke bisikan telingaku. Dan kamu memperindahkan tiap baitku. Aku rindu kamu. Kangen, sayang2an, kangen jalan-jalan, kangen bercanda, kangen bersamamu. Setiap kangen, selalu saja sasaran itu kamu.

Bagaimana cara aku menjauhimu, setiap langkaku adalah kearahmu. Kini aku tak lagi mendapatimu yang disana entah kemanapun kau pergi. Sepertinya aku merasa diusir dari kehidupanmu. Sepertinya benar. Kamu mengusirku tanpa belas kasihanmu itu. Bukannya aku penggemis cinta. Bukanpun aku membanggakan kamu.

Melainkan aku sangat mebutuhkanmu untuk disampingku. Aku memiliki banyak kekurangan. Jika kau sanggup. Terimalah aku apa adanya dengan segenap jiwamu yang kau berikan padaku agar aku dapat merasakan keramaikan yang selama ini kunanti, tak apalah kau tak menyukaiku maupun tinggalkan aku asalkan tak lupa kenangan kita. Terima kasih, cinta yang kau berikan padaku!