Perasaanku

Aku ingin selalu kamu mengetahui semua tentang perasaanku, perasaan yang telah aku kumpulkan untuk menghadapimu. Namun, apa yang aku telah lakukan itu sia-sia. Terlambat. Sial, sudah lewat waktunya tidak sempat mengutarakan perasaanku padamu. Aku ingin mengeluarkan semua maksud perasaan melalui lembar ini.

Saat aku berperasaan, sangat ingin kuungkapkan ini agar kau mendengarkan dan mengerti ini. Sayangnya, kau tidak akan meladeni akan tingkah lakuku. “mungkin aku lebay yah?” tapi ini serius benar-benar dari hati sesungguhnya. Aku nggak main-main ya, bang! Aku anakmu. Hehehe. Candaanku dilewati dulu ajalah. selamat membaca!

Menghargai, perasaanku yang pertama. “Selama ini apa yang telah kamu lakukan padaku, misalnya pernah menyukaiku, pernah mencintaiku, pernah menyayangiku dan sebagainya disebut -hal terkecil-. Dan Aku malah sangat menghargaimu itu adalah kamu memperlakukan aku seperti itu.

Sudah bikin aku bernostalgia pada masa lalu. Kadang-kadang kalau aku kangen kamu, aku pasti selalu memikirkanmu dan ingat saat bersamamu dan terus menerus. Aku gak tau kenapa yah. Entahlah. Seolah aku masih mempunyai harapan darimu. Hope, hope, and hope. Bodo amat has! Itu masa laluku tetaplah berlalu. Dan enggak bisa mengulangi waktu itu. Andai ada mesin waktu pasti aku bisa mengulanginya. Hehe imanjinasi banget lu has. Haha.

Inilah membuatku dihantui pertanyaan “Apa yang diharapkan olehku, bisakah dicapai? Ya Allah, bantuilah aku melupakannya. Tapi tak bisa melupakannya satu persatu apalagi kenanganpun. Aku sangat menyesal.

Cinta, perasaanku yang kedua. Sejak, kamu menyembunyikan dirimu dibalik pohon agar kamu dapat menghindariku. Itu saja selalu yang kamu lakukan. Aku terus mencarimu disaat aku membutuhkanmu. Aku tidak memaksa diriku untuk terus mencarimu. Tapi, menunggumu, semacam ujian pengorbananku hanya demi satu orang saja-. Menunggu tanda-tanda kedatanganmu. Aku tidak merasa bosan jika melakukannya. Jika, kau benar-benar datang dan kembali padaku. Aura cintaku mulai memudar kembali. Tapi tidak sekarang, karena kau sudah didambakan dia. Aku tak peduli! Aku tetap selalu mencintaimu. Itulah janjiku.

Sayang, perasaan yang ketigaku. Kau tahu? Aku adalah orang yang menemani hari-harimu, akulah orang pertama menempatkan posisi di hati kamu. Aku seperti daun yang baru saja digugur dan kamu angin pergi begitu saja menghalangiku. Apakah aku salah? Iya benar sangat salah. Aku melakukan apapun demi mendapatkan kamu.

Mungkin yang kamu pikirkan, dialah lebih cantik daripada aku. Maybe. Jadi, kamu hanya mencintai semata fisik daripada hati. Apakah kamu benar-benar tidak tulus mencintaiku? Dan kau mencintainya karena kecantikannya. Iya benar! Itulah yang kamu mau, lakukan saja.

Sudah wajar, kecocokan pasangan itu dari tipe idealnya bukan dari memaksakan hati. Iyakan. Gak harus sama aku. Gapapa kok. Pilihlah jodoh yang benar-benar baik. Karena gak semua jodoh yang baik. Takutnya juga keliru. Kita sama-sama sedang belajar dewasa kok.

Selanjutnya perasaanku bagian 2.