Misteri Pembunuhan Para Cendekiawan Jiphyeonjeon Part 104

Sebelumnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 103.

Gabriel duduk di atas meja untuk memotong daging di bagian luar istana yang diterangi cahaya siang. Sudah lama ia tidak menyajikan daging sapi untuk Raja sejak ada larangan untuk memotong sapi. Daging sapi dihapuskan dari menu makanan karena seharusnya digunakan untuk bekerja di sawah.

Yang Mulia menjauhkan lauk daging dan hanya makan sayur-sayuran. Daging sapi dilarang di dalam istana, sehingga Gabriel hanya bertugas menangkap babi, ayam, bebek, dan hewan kecil lainnya. Gabriel sudah jarang menjagal hewan dan lebih sering melakukan autopsy atau mengobati luka besar dan kecil asisten dayang yang berstatus rendah.

Samsa dan Biro Investigasi Kerajaan melakukan protes keras karena Gabriel melakukan autopsy. Bagaimana bisa tangan yang memegang mayat menyentuh daging untuk Raja? Itu merupakan penghinaan kejam walaupun hanya dibayangkan. Namun, Yang Mulia menghentikan protes-protes yang melayang dengan hanya menyuruh mereka menutup mulut.

Gabriel adalah penjagal terbaik dengan teknik pemotongan yang berbeda dengan penjagal lainnya, sampai-sampai ia dipercaya untuk memeriksa mayat. Jika bukan ia, siapa yang lebih pantas bertanggung jawab atas makanan Yang Mulia? Gabriel berkata seperti itu. Para menteri lalu meminta Gabriel untuk berhenti melakukan autopsy. Walaupun begitu, permintaan mereka ditolak lagi. Tidak ada yang ingin berdekat-dekatan dengan mayat, sehingga siapa lagi yang bisa mengungkapkan alasan kematian yang tidak adil, kalau bukan Gabriel? Para menteri memandangi Gabriel yang berkicau ini itu dengan tajam.

Meja pemotongan daging di bagian luar istana berada di tempat paling terpencil. Itu adalah tempat terkucil yang bahkan jarang dilewati seorang pesuruh, kecuali Gabriel. Orang-orang bagian luar istana kadang mendengar Gabriel yang bergumam dan berteriak sendirian di meja pemotongan daging. Ah, euh, ih, ga, beo, sa, os… orang-orang mulai menghindari Gabriel yang meneriakkan suara-suara yang tidak dapat dimengerti seperti mantra.

Dalam semalam, Gabriel dapat menangkap musang, binatang-binatang liar kecil, burung pegar, dan kelinci. Kadang, ia akan memotong leher dan perutnya, lalu memandangi organ dalamnya selama setengah hari. Kemudian, ia akan menggambar bentuk dan letak organ dalamnya.

Cahaya matahari siang sudah condong ke langit barat, menerangi meja daging dengan panjang. Terdengar langkah mantap yang tengah menuju istana bagian luar. Terdengar suara pedang para petugas Biro Investigasi Kerajaan yang beradu dengan baju besi. Gabriel langsung siaga. Untuk apa petugas Biro Investigasi Kerajaan mendatangi tempat seterpencil ini di istana?

“Tersangka Gabriel, terimalah kesalahanmu!” Gabriel berpikir bahwa akhirnya yang ditunggu-tunggu sudah tiba. Matanya langsung terasa silau akibat cahaya matahari ketika keluar. Tujuh sampai delapan petugas Biro Investigasi Kerajaan mengelilingi Gabriel dengan cekatan sambil mengacungkan pedang dan tombaknya.

“Kami akan meringkus Gabriel atas tuduhan membunuh empat cendekiawan Jiphyeonjeon. Kejahatanmu telah terbongkar, jadi ikutlah ke Biro Investigasi Kerajaan dan akuilah kebenarannya.”

Tiga komandan berpostur besar dan kuat memegangi kedua lengan Gabriel, menekan leher belakangnya, dan mengikat kedua tangannya. Gabriel menunduk tanpa mengatakan apa-apa. Ketiga komandan memegangi tangan Gabriel yang diikat dengan rantai sampai mengeluarkan suara dentingan dan meninggalkan tempat penjagalan daging.

Angin dingin berembus di halaman Biro Investigasi Kerajaan, membuat debu beterbangan. Daun yang beterbangan ke sama kemari menambah kesan dingin. Gabriel diikat di kursi investigasi. Dahinya luka dan bajunya robek-robek seperti kain lap. Gabriel yang kuat dan tegap juga bahkan tidak bisa bertahan dari siksaan kejam. Setelah siang lewat, ia hampir dikalahkan oleh rasa lelah.

“Masukkan penjagal daging rendahan jahat itu ke penjara.” Investigator Kang Ji Wook memicingkan mata sambil berteriak di atas beranda yang tinggi. Lagi pula, lelaki itu sudah mengatakan semuanya. Tentu saja ia tidak mengakui segalanya, tapi setidaknya ia tidak menyangkal segalanya dengan keras kepala. Kang Ji Wook yang menganggap hukum cambuk merupakan cara yang efektif, tengah berpikir. Kemudian, ia masuk ke ruangan untuk menghindari angin pasir yang semakin parah.

Kang Ji Wook mengulangi perkataan yang ia ingat-ingat sejak pagi sampai tengah hari di depan meja ruangan yang hangat. Pesan verbal yang datang setelah jam makan pagi selesai adalah kiriman dari Menteri Perang Han Ji Won. Jarang sekali seorang menteri datang secara langsung di pagi hari untuk mengirimkan pesan. Kang Ji Wook bergegas merapikan diri dan berjalan ke Kementrian Perang.

Kang Ji Wook diantarkan ke ruangan rahasia. Menteri perang yang bermata tajam bagai ular, menyuruhnya memasuki istana dan meringkus seorang criminal. Kang Ji Wook bingung dan hanya mengedip-ngedipakn matanya. Menteri perang berkata, “Penjagal daging Gabriel telah menganakan topeng manusia dan melakukan kejahatan kejam yang tidak boleh dilakukan. Kementrian perang tengah memastikan seluruh bukti.”

Tugas Kang Ji Wook adalah untuk menangkap penjahat dan menerima pengakuan atas semua tindak criminal. Kang Ji Wook tidak terlalu menyukai perintah khusus itu. Itu karena menangkap seorang tersangka di dalam istana bukanlah hal yang mudah bagi seorang investigator.

Namun, perintah siapa itu? Perintah orang yang bisa menggorok leher seorang investigator. Terlebih, kementrian perang sudah memastikan seluruh bukti dan prasangka akan tersangka.

Walaupun begitu, Kang Ji Wook masih merasa ragu, sehingga membuat mata panjang dan tipis Menteri Perang langsung berkilau tajam ketika ia mengibaskan tangannya. Kang Ji Wook berlutut sambil berjalan mendekati Menteri Perang dengan ragu. Menteri Perang membisikkan beberapa patah kata ke telinga Kang Ji Wook. Dengan kedua mata membelalak, Kang Ji Wook membungkuk sambil perlahan meninggalkan Kementrian Perang.

Selanjutnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 105.