Misteri Pembunuhan Para Cendekiawan Jiphyeonjeon Part 105

Sebelumnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 104.

Ketika ingin mengembuskan napas lega, pegawai investigasi datang menghampiri untuk mengambil dokumen investigasi. Kang Ji Wook membaca dokumen investigasi yang tintanya masih belum kering dengan leher tercekat.

Penjagal daging Gabriel merupakan anggota istana bagian luar yang bertanggung jawab atas pemotongan daging sapi di dalam istana. Ia diinvestigasi oleh Investigator Kang Ji Wook di hari kedua puluh lima bulan sepuluh. Penjagal daging Gabriel yang tidak sopan itu suka berkelahi dengan orang-orang di ibu kota dan minum alcohol, sehingga membuatnya dianggap telah melanggar hukum.

Gabriel mendekati para pelajar Konfusius Sungkyungkwan dengan teknik memotong daging yang tidak berguna. Teknik yang ia gunakan termasuk teknik gelap di bidang medis yang tidak boleh dipraktikkan jika tidak lulus ujian. Ia masuk istana atas rekomendasi para pegawai pemerintah. Setelah ditugaskan di istana bagian luar, ia masih mempraktikkan teknik gelap dengan alasan untuk mengobati para asisten dayang. Selain itu, ia juga melakukan tindak kejam dengan mengautopsi dan menggambar organ dalam enam jenis hewan istana bagian luar yang berharga.

Ia melakukan perbuatan yang tidak pantas dengan mempermainkan hewan melalui teknik gelapnya. Pelaku criminal kejam ini bahkan Mempelajari mayat yang dijauhi oleh para tabib yang lulus ujian. Gabriel menawarkan diri untuk mengautopsi mayat dengan alasan ingin memecahkan kasus penuh misteri. Walaupun tubuh manusia sangat berharga karena disinggahi oleh jiwa dan memiliki fungsi yang luar biasa, Gabriel tetap menusukkan pisaunya untuk membelah perut mayat. Ia melakukan tindakan tidak pantas dengan membelah-belah tubuh manusia dan menggambarkannya. Fakta ini terungkap melalui bukti-bukti kuat dari para pegawai istana bagian luar.

Gabriel membunuh orang-orang yang masih hidup untuk meneliti mayatnya. Ia menjadikan para cendekiawan Jiphyeonjeon yang serdas sebagai targetnya. Gabriel membunuh cendekiawan Jiphyeonjeon Kang Dae dengan air, Dae Jung dengan api, Ha Jae dengan tongkat besi, dan Shin Ji dengan menggantungnya di tiang. Ia membunuh orang-orang itu dengan berbagai cara dan mempelajari proses kematian mereka.

Apakah ini perbuatan yang pantas dilakukan seorang manusia? Walaupun melayani para cendekiawan Sungkyungkwan dengan tubuh rendahannya, ia tega membunuh para cendekiawan dengan berbagai cara. Ini bukan perbuatan manusia. Membunuh seseorang berarti juga membunuh jalan mereka. Pembunuhan itu juga membuat kecerdasan mereka terkubur ke dalam kegelapan.

Bagaimana hal ini bisa diizinkan? Untuk menenangkan arwah para cendekiawan yang mati penuh dendam, penjahat kejam itu harus dihukum puluhan, ratusan kali lebih berat. Menyobek tubuhnya menjadi puluhan bagian, menghancurkan tulangnya menjadi serbuk, dan melemparkan dagingnya ke tikus liar bahkan masih kurang. Pelaku sudah mengaku sehingga seluruh kesalahannya telah terbukti. Ia harus dihukum dengan setimpal.

Kang Ji Wook memegangi laporan investigasi dengan wajah datar. Tugasnya sampai di sini. Sekarang, ia hanya perlu menyampaikan laporan ke Kementrian Perang. “Aku harus segera menyampaikan dokumen ini ke Menteri Perang. Siapkan kunjungan!” Kang Ji Wook berteriak dengan mata berkelopak tebal yang tidak focus.

Kang Ji Wook yang meluncur ke Kementrian Perang dengan cepat, diantarkan ke ruang dalam di ujung lorong panjang berlantai kayu. Menteri Perang dan seoranglelaki bermata tajam tengah menunggu Kang Ji Wook di dalam ruangan. Yang tidak dapat dimengerti adalah lelaki dengan status tidak diketahui itu tengah duduk di bangku tertinggi ruangan yang terletak di sudut terdalam Kementrian Perang. Jabatan Menteri Perang tepat berada di bawah Perdana Menteri. Siapa yang bisa membuat seorang Menteri Perang memberikan kursi tertinggi di ruangannya?

“Berilah salam. Ini Jikjehak Jiphyeonjeon, Tetua Shim Yoo.” Mendengar perkataan Menteri Perang, Kang Ji Wook langsung terkejut dan berlutut. Lelaki itu memandangi dokumen investigasi yang diulurkan Kang Ji Wook dan meletakannya di meja.

“Sekarang, semua pelaku sudah tertangkap, jadi istana akan tenang lagi.” Menteri Perang berbicara dengan wajah puas yang dihiasi senyum. Kang Ji Wook masih tidak mengerti kenapa Menteri Perang yang sudah berumur, memperlakukan lelaki berusia jauh lebih muda dengan sangat sopan.

“Kau sudah bekerja keras. Untuk tujuan yang besar, apalah masalahnya jika menangkap bukan hanya satu, melainkan sepuluh pesuruh istana yang sombong?” Menteri Perang sangat percaya bahwa penilaian dan sikap Jikjehak ditujukan untuk menyelamatkan kewibawaan orang-orang berpengaruh di Negara ini.

Selain ada Shim Yoo yang merupakan cendekiawan berpengalaman di Jiphyeonjeon, Tuan Hyeon yang dianggap sebagai bapak kaum Konfusius juga ada di balik rencana ini. Ketidaktegasan dan prinsip aturan umumnya telah membuat kaum praktisi semakin kuat. Shim Yoo yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan ini ratusan kali lebih baik dibandingkan Hyeon yang selama dua puluh tahun hanya mengulangi pertarungan membosankan.

“Mau menangkap anggota Pasukan Patroli Kerajaan yang terus berlarian seperti anjing hutan itu juga?”

“Tunggu. Kita masih harus memanfaatkan bakat anak yang menghalalkan segala cara itu.”

“Memanfaatkan anak yang mengobrak-abrik setiap sudut istana dan merugikan banyak orang?”

“Ia bisa menjadi kaki tangan kita untuk menemukan apa yang kita cari.”

“Maksudnya Gogunthongseo?”

Shim Yoo tersenyum lebar. Tidak ada orang lain yang mengetahui perkembangan kasus sedetail Shim Yoo.

Selanjutnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 106.