Misteri Pembunuhan Para Cendekiawan Jiphyeonjeon Part 106

Sebelumnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 105.

Setelah mendengar bahwa Gabriel telah ditangkap oleh petugas Biro Investigasi Kerajaan, Chung Hee merasa sesak. Apakah ini karena ia tidak dapat mengungkap kejahatan Chin Hwa? Gabriel merupakan sosok yang paling mahir menggunakan teknik akupuntur.

Biro Investigasi Kerajaan pasti menuduh Gabriel telah membunuh Tuan Shin Ji dengan teknik akupuntur itu. Chung Hee yang mendengar berita itu dari perempuan tukang masak dengan wajah pucat, memotong perkataannya seperti orang gila dan berlari ke Biro Investigasi Kerajaan. Dua penjaga pintu menghadang di depan gerbang penjara, tapi mereka langsung membuka jalan ketika melihat lencana Pasukan Patroli Kerajaan.

Komandan gerbang mengatakan Gabriel sudah menceritakan seluruh tindak criminal sehingga agak sulit jika Chung Hee ingin menemuinya. Chung Hee baru bisa bertemu sejenak dengan Gabriel setelah memohon pada komandan yang melarang tegas berbicara dengan pelaku criminal kejam.

“Aku tidak bisa menolak permintaan seorang anggota Pasukan Patroli Kerajaan yang bertanggung jawab atas kasus ini dengan dingin… kau sudah bersusah payah selama beberapa hari, tapi akhirnya Biro Investigasi Kerajaan yang berhasil menangkapnya. Posisimu pasti juga sedang tidak enak, ya. Tapi, investigator pasti akan memberi hukuman jika ia sampai tahu aku membiarkan seorang tahanan bertemu orang lain. Aku mempertaruhkan nyawaku di sini, jadi cepat selesaikan.”

Aroma tidak sedap memenuhi bagian dalam penjara. Udara dingin dan kelembapan menyelimuti sekujur tubuh. Cahaya obor yang bergoyang di dinding tanah menyinari ruangan yang gelap gulita sampai terlihat seperti gua. Ruangan paling dalam adalah yang paling dingin dan gelap. Terlihat ujung celana putih berlumuran darah di penjara beralaskan jerami.

“Tetua Gabriel, Tetua…” Chung Hee menghampiri jeruji dengan langkah yang membuatnya terlihat limbung. Saat itu Gabriel baru menoleh perlahan. Bagian atas mata dan bibirnya sobek. Darah mengalir dari dahinya yang terluka dan membasahi wajahnya. Baju luarnya yang talinya terlepas basah terkena darah. Rambutnya terurai di pundaknya. Kedua kakinya terlihat gemetar.

“Apa Biro Investigasi Kerajaan telah berubah dari tempat untuk menangkap penjahat dan mengontrol moral masyarakat menjadi tempat berkumpulnya orang-orang rendahan yang menangkapi orang tanpa alasan jelas?” Gariel memandangi Chung Hee dengan mata bengkaknya.

“Aku memberikan kecurigaan padamu, sampai akhirnya harus memperlihatkan sosokku yang seperti ini.” Suara bahkan tidak keluar dengan semestinya dari bibir yang sobek. Setiap melihat penjagal daging ini, Chung Hee merasa curiga sekaligus simpati. Rasa dikhianati, amarah, simpati, dan ambigu bersatu menjadi bongkahan yang mengusik Chung Hee.

Chung Hee takut memastikan kebenaran. Walaupun ternyata pemikiran ini bukan kenyataan, Chung Hee masih ingin percaya bahwa Gabriel adalah penjagal daging baik hati yang mengobati lengannya yang terluka. Namun, ia tidak boleh menunda lagi. Ia harus memastikan latar belakang penjagal daging itu. Ia tidak ingin menerima kenyataan pedih, tapi ia juga tidak bisa selamanya hidup tenang dalam kebohongan manis.

“Apa semua yang tertulis di laporan investigasi adalah kenyataan?” Ketika bertanya, hati Chung Hee berteriak keras. Katakan tidak. Katakan semuanya bohong… tolong katakana kau hanya mengiyakan karena tidak tahan dicambuk…

Gabriel menunduk tanpa kata. Apakah Gabriel sedang membenarkan firasat yang selama ini Chung Hee harap bukan kenyataan? Apakah penjagal daging ini menyembunyikan iblis pembunuh di balik tawa orang baik? Gabriel memicingkan mata sambil membuka bibirnya yang robek lagi.

“Ingin menyelamatkan, tapi malah harus membunuh. Ingin mengobati penyakit, tapi malah harus merusak mayat. Ingin menjadi tabib, tapi malah menjadi penjagal daging. Itu adalah aku. Terjebak di perangkap status social sehingga harus masuk penjara beberapa kali.”

Dua mata Chung Hee membesar. Orang sebaik Gabriel masuk penjara… Gabriel melanjutkan perkataannya lagi dengan mantap.

“Aku memang hanya penjagal daging rendahan, tapi tidak asing dengan Buku Seribu Karakter Cina dan buku Dongmongseonseup yang merupakan lanjutan Buku Seribu Karakter Cina berkat mencuri belajar dari pelajar Konfusius ketika aku mampir ke Sungkyungkwan. Saat pergi ke Sungkyungkwan setelah menangkap hewan, aku mengobati para pelajar Konfusius di sana dan membaca buku bekas pemberian mereka selama beberapa hari. Membaca seribu kali bagian yang tidak kumengerti. Jika otakku sudah tidak sampai untuk memahaminya, aku akan menyodorkan daging kering secara diam-diam ke palajar Konfusius Sungkyungkwan dan mempelajari pengetahuan yang akan digunakan dalam ujian menjadi dokter melalui cara belajar seperti pencuri. Tapi, apakah seorang penjagal daging yang tidak akan pernah naik menjadi masyarakat menengah bisa menjadi pegawai pemerintahan? Seorang penjagal daging seumur hidupnya hanya akan tua dengan berkeliaran di pelosok Banchon dan berkelahi.”

“Tapi, mimpi Tetua terlalu besar dan bakat Tetua terlalu sayang jika harus dibiarkan seperti itu.” Mendengar nada hangat Chung Hee, bibir Gabriel yang bergetar da pecah akhirnya membentuk sebuah senyum.

Selanjutnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 107.