Misteri Pembunuhan Para Cendekiawan Jiphyeonjeon Part 107

Sebelumnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 106.

Gabriel mengakui hidupnya yang pedih dengan wajah lebam dan sobek. Orang yang sangat ingin menjadi tabib penyelamat nyawa manusia sekarat telah membunuh orang? Tidak. Walaupun ia adalah orang gila yang seluruh dosa lainnya tidak dapat dielak, Chung Hee tahu kalau Gabriel bukan otak dibalik pembunuhan ini.

Biro Investigasi Kerajaan yang menangkap Gabriel adalah bagian dari Kementrian Keadilan. Biro Investigasi Kerajaan bertugas mengatur hukum di luar istana, sehingga posisinya sama saja dengan Pasukan Patroli Kerajaan yang bertugas mengatur penegakan peraturan dan norma di dalam istana. Normalnya, Pasukan Patroli Kerajaan harus maju jika ada masalah di dalam istana. Namun, kenapa Biro Investigasi Kerajaan ikut campur dalam masalah istana dengan menangkap Gabriel?

Kematian beruntun para cendekiawan memang bukan hanya masalah istana. Para pelajar Konfusius Sungkyungkwan mengajukan petisi untuk memenggal kepala ketua Pasukan Patroli Kerajaan secepatnya. Bahkan, Dewan Istana mendesak untuk segera menemukan tersangka pembunuhan. Karenanya, Pasukan Patroli Kerajaan tidak dapat mengatakan apa-apa walaupun Biro Investigasi Kerajaan ikut turun tangan. Namun, menangkap Gabriel yang bahkan tidak dimasukkan ke dalam daftar tersangka merupakan langkah yang keterlaluan. Lalu, bukankah Gabriel merupakan sosok yang mengautopsi awal keempat mayat?

Sepertinya ada pihak-pihak mencurigakan yang bekerja sama. Investigator dan para komandan yang menerobos masuk memperlihatkan bahwa Yukjo, termasuk Menteri Perang, pasti terlibat. Bagaimanapun, mungkin saja Dewan Istana juga ikut terlibat.

“Hee! Bagaimana ini? Aku takut.” Tubuh Gabriel ditutupi lebam dan darah kering. Entah sekejam apa cambuk itu, sampai Gabriel yang tak terkalahkan gemetar ketakutan. Tanpa disadari, Chung Hee sangat yakin kalau Gabriel tidak bersalah. Walaupun mengakui segalanya akibat tidak tahan disiksa, Gabriel tidak bersalah. Tidak, Chung Hee ingin memercayainya.

“Aku tidak takut tubuh rendahan ini mati. Aku takut taktik licik dan siksaan kejam mereka. Walaupun membebankan seluruh kesalahan padaku, target mereka sebenarnya bukan aku.” Gabriel bergumam samar-samar dengan bibirnya yang sobek.

Tentu saja yang ingin mereka permainkan bukan penjagal daging rendahan istana bagian luar yang haya bertugas menangkap hewan buruan. Mereka turun tangan dalam masalah internal istana yang bahkan bukan tanggung jawab mereka dengan menangkap orang rendahan. Hal ini juga bukan sesuatu yang dapat membuat nama Biro Investigasi Kerajaan lebih harum. Mereka malah bisa saja menerima kritikan karena telah turun tangan dengan sia-sia dalam masalah istana.

“Aku memberi kesaksian sesuai dengan keinginan mereka. Aku bilang sudah biasa mempelajari bangkai hewan dan mayat, seraya membunuh keempat cendekiawan. Tapi, semuanya tidak berhenti sampai di situ. Mereka akan menanyai petinggi-petinggi yang dekat denganku. Kalau aku sampai kalah oleh siksaan itu, Tetua Dong Sun, Tetua Eun Jung, semuanya akan berada dalam bahaya. Ah! Kenapa semuanya bisa jadi begini.”

Melihat duka Gabriel yang tumpah, wajah Chung Hee langsung dibasahi air mata dan ingus. Rasa simpati dan dikhianati berputar bagai pusaran air panas dan dingin di dalam hati.

“Walaupun begitu, Tetua telah membohongi anak kampung Bukkwan yang polos ini dengan beberapa tawa!”
Chung Hee tidak dapat menyelesaikan kalimatnya dan terisak. Gabriel memicingkan mata lebam dan sobeknya. Chung Hee akhirnya bisa menenangkan hatinya dan melontarkan pertanyaan terakhir.

“Apa alasan di balik mayat-mayat mengerikan di ruang rahasia? Lalu, bagaimana dengan gambar aneh di dalam laci?”

Gabriel tidak menjawab dan hanya memandangi dua mata basah Chung Hee. Mata itu buka mata iblis di dalam ruang rahasia, melainkan mata hangat yang membungkus lengan patahnya dengan kain. Chung Hee ingin memercayai mata itu. Chung Hee terisak sambil berlari meninggalkan penjara yang dipenuhi dengan kelembapan dan suara rintihan seperti hantu.

Selanjutnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 108.