Misteri Pembunuhan Para Cendekiawan Jiphyeonjeon Part 137

Sebelumnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 136.

Hae Won memandangi gambar Gabriel, seakan tengah terisap gambar itu, sambil menggerakkan lidahnya. Akhirnya, sebuah bunyi mengalir dari mulut Hae Won, seperti benang yang ditarik.

“Geu~.”
“Itu dia! Ingatlah bunyi ini baik-baik. Catatlah baik-baik bentuk bibir, letak lidah, dan kekuatan angin yang keluar dari tenggorokanmu sekarang ini di dalam kepalamu. Bunyi itu adalah bunyi gigi, atau giyeok.”
Yang Mulia langsung bangkit seperti anak kecil dan memegang-megang pipi merah Hae Won yang seperti buah persik. Sembari berbicara. Hae Won meneteskan air mata tanpa mengeluarkan suara sambil mengingat bunyi giyeok yang ia temukan kembali setelah sekian lama.

Keeseokan harinya dan keesokan harinya lagi, bunyi keluar lagi dari dalam mulut Hae Won. Bunyi geu, keu, dan geo keluar dari mulut Hae Won ketika ia mengepel lantai kayu, menyalakan api di tungku, dan menyiapkan sarapan Dayang Kun Sun. dalam lima belas hari, mulut Hae Won sudah tidak asing dengan bunyi giyeok.

Di pertemuan selanjutnya, Yang Mulia memperlihatkan gambar lain lagi. Entah kenapa Hae Won merasa tertarik dengan gambar yang dulu menjijikkan dan menakutkan. Itu berkat rasa senang karena gambar itu bisa mencarikan bunyi yang bersembunyi di dalam mulutnya.

“Pertama-tama, buka mulutmu secara natural. Lepaskan tenaga dari lidah dan berbaringlah dengan nyaman di lantai. Lalu, buka tenggorokan dan embuskan angin dengan halus. Ini adalah bunyi ieung yang digambarkan oleh penjagal daging Gabriel.”

Hae Won melemaskan lidahnya dan membuka tenggorokannya, seraya mengembuskan udara dengan lembut. Ah, beo, eu, ah… bunyi lembut memutari rumah musim panas dengan jernih. Hae Won merasa bunyi itu tengah memeluk tubuhnya dengan nyaman.

“Buka mulutmu sedikit lebih besar. Lemaskan lidah… benar, bunyi itu. Bunyi itu adalah ieung, jadi ingat baik-baik bentuk bibir, bentuk lidah, dan lebar tenggorokan.”

Gambar-gambar baru diberikan oleh Yang Mulia di pertemuan berikutnya dan pertemuan berikutnya lagi. Gambar-gambar yang memperlihatkan bunyi konsonan nieun, mieum, siot, dan ieung, serta bunyi vocal eu, yi, dan lain-lain. Kelebaran tenggorokan berbeda, sesuai dengan kelebaran bibir ketika dibuka dan lokasi lidah. Hae Won memperhatikan gambar, seakan sedang mempelajari peta harta karun luar biasa, sembari mengeluarkan suara. Gambar bunyi Gabriel sangat sempurna. Setiap meletakkan lidah sesuai gambar dan mengeluarkan suara, Hae Won pasti dapat mengeluarkan suara yang dimaksud.

Prinsip dasarnya sama persis dengan satu ditambah satu menjadi dua. Hae Won dapat menguasai bibit bunyi yang merupakan bagian paling dasar dari bunyi dan kalimat memusingkan yang jumlahnya tidak terhitung.

Itu adalah tahap verifikasi sempurna akan aksara baru. Jika orang bisu bisa berbicara lagi melalui aksara, maka hal tersebut akan menjadi proses verifikasi yang paling baik untuk mengetahui keakuratan aksara tersebut.

Rumor percintaan Yang Mulia dan asisten dayang Hae Won beredar di istana. Bahkan, terdengar rumor bahwa istri Putra Mahkota selalu menemani mereka. Rumor itu memang mengibakan, tapi tidak ada yang bisa mematikan rumor yang sudah menyebar secara diam-diam. Walaupun begitu, mereka tidak bisa mundur dan berpura-pura tidak tahu mengenai rumor yang menghebohkan itu.

Jam pertemuan semakin singkat dan intervalnya juga semakin panjang. Hae Won menyimpan bibit bunyi di dalam kepalanya dalam waktu pendek, menjadikan bunyi itu miliknya sepenuhnya.

Bibit bunyi konsonan yang didasari oleh paham lima elemen adalah giyeok, nieun, mieum, siot, dan ieung. Bunyi-bunyi itu akan terdengar berbeda bergantung kekuatan napas yang diembuskan. Giyeok akan berubah menjadi khiyeok dan kkiyeok, sementara nieun akan berubah menjadi digeut dan thieut. Mieum berubah menjadi bieup dan phieup, sementara siot berubah menjadi jieut dan chieut.

Tiga bunyi ah, eu, dan yi muncul ketika konsonan digabungkan dengan vocal. Vocal-vokal ini bisa saling digabungkan lagi dan berubah menjadi ya, eo, yeo, oh, yo, wu, dan yu.

Ieung dan eu dapat digabungkan dan berubah menjadi oh atau wu. Oh akan terbentuk ketika bibir dikerucutkan ke dalam dan wu akan terbentuk ketika bibir dikerucutkan keluar. Oh merupakan bunyi yang lembut, mungil, hangat dan ringan, sedangkan wu merupakan bunyi yang berat, dingin, besar, dan dalam. Prinsip yang sama juga terlihat dari ieung dan yi yang akan berubah menjadi ah atau beo jika digabungkan.

Selanjutnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 138.