Misteri Pembunuhan Para Cendekiawan Jiphyeonjeon Part 139

Sebelumnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 138.

“Ternyata kau sudah sadar, toh. Benar, aku sudah tahu kalau kau tidak akan mati.”
Eun Jung yang langsung masuk setelah Hae Won keluar, memegangi tangan Chung Hee sambil mengguncangkannya.

“Memang Tuan pikir hamba siapa? Hamba tidak akan bisa mati walaupun disuruh mati sebelum berhasil mengungkap petaka mencengangkan ini.”
Mendengar candaan Chung Hee, Eun Jung tersenyum riang, memperlihatkan gigi putih dan rapinya.

“Baru kali ini aku melihat orang yang bisa langsung bangkit setelah terkena panah beracun.”
“Racun bisa dilawan dengan racun.”
Gabriel tersenyum dengan bibir pecahnya. Wajahnya sobek di mana-mana, darah kering juga masih memenuhi sekujur tubuhnya. Chung Hee sepertinya saat itu baru sadar kenapa ia masih belum mati.

Itu berkat anak panah para orang barbar yang tertusuk di pundaknya di arena peperangan Bukkwan. Anak panah beracun yang menancap dalam di tubuhnya dan membuat pundaknya tidak bisa bergerak, telah memblokir racun anak panah kemarin malam. Apakah hal itu mungkin terjadi? Bukankah akan semakin berbahaya jika racun masuk ke dalam tubuh yang sudah dipenuhi racun? Namun, Gabriel mengatakan kalau racun telah menghentikan racun. Tubuh yang biasanya sudah tidak asing dengan racun lemah, dapat menoleransi racun yang lebih kuat.

“Omong-omong, bukannya Tetua Gabriel seharusnya sedang terkunci di penjara Biro Investigasi Kerajaan, ya?”
Walaupun senang, Chung Hee tetap merasa tidak percaya. Chung Hee tidak percaya orang rendahan yang dipenjara dengan tuduhan membunuh cendekiawan, dapat dibebaskan dan diperbolehkan kembali ke istana.

“Ini berkat berkah tidak terbatas Yang Mulia.” Eun Jung menjawab perlahan mewakili Gabriel.
“Yang Mulia menurunkan amnesti kepada Tetua Gabriel?”
“Siang ini Yang Mulia menyuruh dayang dapur istana datang untuk meneriakinya. Beliau berkata daging babi dan sate burung pegar untuk makan siangnya terasa keras dan tidak enak. Yang Mulia yang tidak pernah mengeluhkan makanan sekali pun, memanggil dayang dapur istana secara langsung dan berteriak-teriak di depannya, jadi siapa yang berani melawan amarahnya? Dayang dapur istana terpaksa bergegas memanggil Gabriel… hahaha!”
Eun Jung tertawa menyegarkan. Namun, Gabriel tahu tahu bahwa daging terbaik selalu disajikan di hidangan untuk raja, sehingga perbedaan rasa pasti tidak terlalu mencolok… tahu bahwa Yang Mulia yang biasanya tenang bukanlah sosok yang cerewet akan makanan… tahu bahwa Yang Mulia tengah menyelamatkan nyawanya dengan omelan akan rasa daging di hidangan siang ini.
Eun Jung dapat membaca raut wajah Gabriel yang terdiam, menatap Chung Hee sambil berbicara.

“Kuharap kau tidak ikut campur dalam hal yang tidak beralasan sampai terluka seperti ini.”
“Nyawa hamba tidak berharga, jadi apa pengaruhnya? Hamba hanya ingin mengungkapkan petaka luar biasa di dalam istana.” Chung Hee bangkit sambil memegangi pundak kirinya yang nyeri.

“Sekarang, mereka bahkan mengincar nyawa hamba, jadi posisi hamba dan Tetua Eun Jung tidak ada bedanya. Walaupun hamba tidak ingin masuk ke salah satu pihak karena hamba adalah anggota Pasukan Patroli Kerajaan yang bertanggung jawab atas kasus ini, akhirnya hamba malah masuk ke pihak Tetua. Nyawa hamba ada di tangan Tetua Eun Jung, jadi terserah Tetua ingin membunuh atau menyelamatkan hamba.”

“Kenapa nyawamu bisa ada di tanganku?”
“Hamba tidak tahu siapa yang ingin membunuh hamba. Berarti, hamba juga tidak tahu siapa pembunuh Kang Dae, Dae Jung, Ha Jae, dan Tuan Shin Ji. Hamba juga tidak tahu siapa otak di balik kasus itu. Hamba tidak tahu apa yang mereka inginkan, apa yang mereka rencanakan, dan apa yang mereka ingin hentikan. Sekarang, tolong katakana apa yang Tuan tahu. Itu bisa menyelamatkan hamba dan membuka kunci kasus.”
Eun Jung menggigit bibir dan berpikir sejenak, seraya mengangkat kepalanya seakan sudah menetapkan hati.

“Perang panjang dan intens di dalam istana sudah berlangsung selama dua puluh tahun.”
“Perang di dalam istana kerajaan yang ketat dan sepi ini?”
“Yang Mulia mengahancurkan hal tua dan menciptakan hal baru sejak nain takhta. Beliau menguraikan hal-hal yang ada dan membuat yang tidak ada. Menaklukkan Daemado, meluaskan wilayah ke Gyeongsang-do, serta mendirikan sepuluh pangkalan militer dengan mengirim Chin Mae ke Pyeongan-do dan Kim Hyun Ra ke Hamgildo. Beliau merevisi Sejarah Goryeo dan menulis buku tentang music tradisional negeri ini. Beliau mendirikan Jiphyeonjeon dan mengumpulkan orang-orang berbakat. Kemudian, beliau menyuruh mereka untuk membaca dan berpikir. Beliau memindahkan Kantor Percetakan ke dalam istana, serta membuat gyeongjaja, gabinja, dan nabhwalja. Ia mencetak mata uang Joseon, membuat alat music dari buku yang menampilkan gambar-gambar alat music, dan membenahi not music. Menetapkan system investigasi, melarang keras hukum cambuk dan pukul, serta menebarkan keadilan baru. Membuat tempat untuk membuat sinyal api di Mokmyeon, serta memperbaiki senjata api dan panah otomatis. Mencatat populasi di seluruh negeri dan melarang secara hukum pencambukan sembarangan yang dilakukan pada orang yang diasingkan. Membuat bola armilari dan setiap hari menaiki ganeuidae untuk mempelajari pergerakan langit, membuat jam matahari, dan mencetak Chiljeongsan. Hal-hal tersebut lebih intens dibandingkan dengan sebuah perang. Wakil menteri banyak yang menolak dan bahkan menteri-menteri Samsa sampai mempertaruhkan nyawa mereka untuk menolak setiap proyek. Para pelajar Konfusius menolak dengan mengatakan hal-hal tersebut sudah menghancurkan ilmu pengetahuan yang agung. Para wakil menteri mengkritik dengan mengatakan bahwa semuanya tidak cocok dengan buku klasik.”

Selanjutnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 140.