Misteri Pembunuhan Para Cendekiawan Jiphyeonjeon Part 22

Sebelumnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeojeon part 21.

Perpustakaan Jiphyeonjeon tengah tenggelam di dalam keheningan. Eun Jung, Kim, Sang Ook berkumpul di halaman depan. Mereka saling berpandangan dengan wajah serius, tapi tidak ada seorang pun yang berbicara. Beberapa saat kemudian, Kim baru bisa memecahkan kesunyian.

“Dua cendekiawan mati dalam dua hari. Siapa yang akan menyusul di antara kita? Apa kau, Eun Jung? Atau Sang Ook?” Tidak ada yang menjawab. Kecemasan semakin besar di dalam keheningan. Kejadian itu sama sekali tidak diharapkan oleh semuanya. Namun, itulah yang terjadi. Para cendekiawan yang tidak tenang dan bertanya-tanya, menganggap kematian kejam itu sebagai bayangan besar yang tengah mencekik mereka.

“Sebenarnya siapa yang melakukan hal tidak wajar dan sekejam ini?” Sang Ook yang cepat emosi, tidak bisa menyembunyikan kecemasannya. Semalam ia mengkhawatirkan kematian Kang Dae, tapi ternyata korban bertambah jadi dua ketika hari menjadi terang. Sekarang, ia tengah mengkhawatirkan siapa yang akan menjadi korban berikutnya.

“Kantor Pasukan Patroli Kerajaan melaporkan bahwa kasus Kang Dae dan Dae Jung dilatarbelakangi oleh masalah cinta. Katanya, ada bukti yang menunjuk pada perempuan yang sama di lokasi kematian kedua orang itu. Mereka adalah cendekiawan muda dengan darah yang masih membara, sehingga kejadian ini bisa saja terjadi. Kudengar Ketua ingin meuntaskan kasus ini sekarang juga bagaimanapun caranya. Tentu saja ia mau bertindak begitu. Kasus ini kan mempertaruhkan nyawanya.”

Eun Jung menunduk dengan tenang sambil menyelesaikan kalimatnya. Bukan hanya Eun Jung yang bersyukur dengan kesimpulan Ketua Joo Eun. Mereka memang menyesali kematian kedua cendekiawan itu, tapi jika benar mereka mati karena masalah cinta, kematian semalam adalah kematian terakhir. Dengan begitu, mereka tidak perlu khawatir lagi.

Terdengar suara dari gerbang dalam istana. Terlihat seseorang yang mendorong pintu sampai terbuka lebar, seraya berlari masuk tanpa mengenakan seragam pegawai pemerintah. Orang itu adalah Dong Sun. bibirnya kering kerontang dan matanya terbelalak akibat kekhawatiran.

“Terjadi musibah besar. Jenderal Besar Jung Hyun Ki, beliau dimasukka ke penjara.” Perkataan Dong Sun seakan telah mengguyurkan air dingin ke segala arah, sehingga semuanya langsung senyap. Tidak ada seorang pun yang berani menanyakan apa yang telah terjadi.

“Bukankah Jenderal Besar merupakan sosok yang sangat disayangi Yang Mulia Raja seperti tangan dan kakinya sendiri?” Sang Ook berbicara dengan suara penuh emosi. Dong Sun melanjutkan kalimatnya dengan terbata-bata. “Lima belas hari lalu, Jenderal Besar membuatkan hiasan di bagian belakang tandu Yang Mulia Raja. Ia dipenjara karena hiasan itu hancur.”

“Apakah rusaknya sebuah hiasan kecil tandu besar yang diangkat belasan orang merupakan kesalahan yang sebesar itu? Bagaimana bisa memecat dan bahkan sampai memenjarakan seorang Jenderal besar hanya karena kesalahan kecil yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan keselamatan Yang Mulia Raja? Kalau begitu, semua pegawai yang digaji kerajaan bisa di penjara dan dihukum mati kapan saja.” Jung Hwa berbicara sambil mengusap-usap pipinya yang terlihat kusam.

Jenderal Besar Jung Hyun Ki . pengrajin yang di tugaskan di Kantor Bendahara sejak Raja masih menjadi Jenderal. Ia adalah seniman yang membuat jam air dengan memadukan pemahaman di bidang astronomi dan moral, serta kepandaian mengolah logam. Di ujung jari sosok yang pernah menimba ilmu di Cina sebanyak dua kali itu, terciptalah ratusan teknik, mesin, dan barang-barang lainnya.

Ia membuat ganeuidae dan mesin observasi langit yang ada di istana. Ia juga membuat jam matahari, jam air, jam bintang, alat music, mengembangkan senjata, bahkan sampai lempengan logam yang digunakan untuk mencetak. Semuanya bisa diciptakan dengan tangannya. Kenapa seorang jenderal besar level tiga bisa sampai dihukum seperti ini?

“Kesalahan yang berhubungan dengan keselamatan Raja memang dikalikan berpuluh-puluh dan beratus-ratus kali lebih besar. Seorang dengan kesalahan seperti itu memang tidak dapat lolos begitu saja, tapi…” sepertinya Sang Ook tidak dapat menenangkan emosinya.

“Walaupun begitu, ia kan tidak mencelakakan Yang Mulia dan tidak melakukan sesuatu yang memalukan, jadi posisinya pasti akan segera dipulihkan.” Sesuai dengan dugaan Jung Hwa memandang peristiwa ini dengan positif. Perkataannya terasa bagai seutas benang penyelamat yang menenangkan.

Jika Sang Kyu disebut-sebut sebagai batu fondasi para cendekiawan muda Kelompok Praktisi, maka Jung Hyun Ki adalah penguat mental mereka. Ia merupakan guru besar yang tanpa henti mengajarkan tentang ilmu alam praktis kepada para cendekiawan muda. Semuanya berharap masalah ini dapat cepat terselesaikan sesuai dengan perkataan Jung Hwa, sehingga Jung Hyun Ki bisa kembali ke tempatnya lagi. Namun, Dong Sun mengedipkan matanya yang ketakutan sambil menggeleng.

“Tidak semudah itu. Ini berkaitan dengan keselamatan Yang Mulia Raja, jadi banyak yang menuntut agar Jenderal Besar tidak dilepaskan begitu saja. Bukan hanya para wakil menteri yang angkat bicara, para cendekiawan Konfisius Sungkyungkwan juga ikut angkat bicara. Mereka menuntut agar Jenderal Besar diusir dari istana setelah diberi delapan puluh pukulan.” Eun Jung menggigit bibirnya sambil mendengarkan Dong Sun yang berbicara berapi-api.

“Pemuda yang masih sehat dan kuat saja pasti hampir mati jika dipukul delapan puluk kali, lalu bagaimana caranya orang tua berusia enam puluh tahun bisa menghadapi hukuma itu? Ini sama saja dengan memotong kaki dan tnagan Yang Mulia Raja.” “Kenapa kau mengatakan hal yang menyedihkan yang belum tentu benar begitu? Memang apa salahnya sampai harus dipecat dari posisinya dan diusir dari istana?” Sang Ook yang mudah emosi berteriak sambil menepuk-nepuk tangannya. Namun, Eun Jung malah berbicara dengan suara semakin rendah.

“Sejak dulu, para wakil menteri tidak menyukai Jenderal Besar. Karena Jenderal Besar menciptakan banyak hal, termasuk ganeuidae di berbagai sudut istana yang digunakan untuk mengobservasi langit.” Eun Jung berbicara lambat-lambat sambil memutari taman bunga. Jung Hwa yang tadi hanya mendengarkan dengan tenang, menanggapi perkataan Eun Jung. “Eun Jung benar. Jenderal Besar merupakan putra dari keluarga rendahan, kan? Para wakil menteri pasti tidak suka karena ia menjadi pegawai pemerintahan berkat Hukum Docheon. Lalu, Yang Mulia Raja sangat menyayanginya, jadi pasti yang lain iri padanya, kan?”

“Leluhur Jenderal Besar adalah orang Negeri Won yang kemudian menjadi keluarga berpengaruh di masa Goryeo. Tapi, kenapa ia bisa dianggap sebagai putra keluarga rendahan? Lalu, Yang Mulia Raja juga menaikkan statusnya dari budak kerajaan menjadi pegawai pemerintahan level tiga, kan?”

“Budak kerajaan menjadi wakil menteri level tiga. Pasti banyak yang protes. Orang-orang yang menganggap Jenderal Besar sebagai duri di mata mereka pasti menggunakan kesalahan kecilnya untuk menyingkirkannya.”

Tidak ada yang bisa membuka mulut setelah mendengar perkataan Eun Jung. Eun Jung bica membaca ketakutan yang menyelimuti tempat itu dengan jelas. Kang Dae yang mati dua hari lalu dan Dae Jung yang mati semalam. Lalu, Jenderal Besar Jung Hyun Ki yang akan diusir dari istana setelah jabatannya dicopot dan dipenjara. Eun Jung tahu pasti akan pisau yang tertuju pada mereka dan kenyataan yang tengah mencekik mereka.

Selanjutnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeojeon part 23.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *