Misteri Pembunuhan Para Cendekiawan Jiphyeonjeon Part 23

Sebelumnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeojeon part 22.

Gabriel yang tengah duduk di lesung batu di luar kamar mayat sambil mengunyah daging, merobek daging keunguan dan menyodorkannya. “Kunyah ini. Ini daging iga terbaik yang sudah dikeringkan selama sepuluh hari.” Gabriel memandangi Chung Hee yang tengah mengunyah sepotong daging dengan puas, seraya melanjutkan kalimatnya.

“Kegurihan daging ini yang terbaik, lho. Ini juga bisa menambah vitalitas. Ketika orang-orang Negeri Won berperang, mereka pasti menyimpan daging seperti ini di punggung kuda mereka. Hanya memakan sepotong bisa membuat orang tetap bertenaga walaupun tidak makan seharian.” Chung Hee merobek daging pemberian Gabriel dan memasukannya ke dalam mulut.

“Ada yang aneh dari mayatnya, tidak? Selain yang ada di laporan resmi autopsy.” “Korban bernama Dae Jung itu memiliki tato yang mirip dengan Kang Dae di tempat yang sama.” “Di mana? Boleh saya lihat?” Gabriel bangkit sambil menepuk-nepuk bokongnya yang tebal.

Walaupun matahari sedang berada di puncaknya, kamar mayat terasa sangat sepi. Orang yang tahu dengan pasti fungsi tempat ini, pasti tidak akan bolak-balik ke sini. Setelah memasuki kamar mayat, udara yang membuat merinding langsung menyelimuti sekujur tubuh. Gabriel tersenyum lebar sambil mengeluarkan batu untuk menyalakan lampu minyak yang digantung di sudut ruangan.

“Ini kan masih siang bolong, untuk apa menyalakan lampu minyak?” “Dasar bodoh. Kegelapan tidak hanya datang di malam hari. Gabriel membawa lampu minyak dengan membuka sebuah pintu di satu sisi ruangan. Angin dingin mengalir tumpah melalui koridor yang gelap. Cahaya lampu minyak langsung bergoyang-goyang. Gabriel memasuki pintu tanpa mengatakan apa-apa. Chung Hee berusaha sekuat tenaga untuk menahan perasaan tidak enaknya sambil mengikuti Gabriel.

Telihat sebuah tangga yangmenghubungkan pintu dengan lantai di bawah. Chung Hee menuruni tangga sambil mengejar bayangan api yang bergoyangan. Sebuah ruang rahasia bawah tanah muncul di ujung tangga. “Minyak ini dibuat dari daging paus sisa makanan untuk Raja. Dua kali lebih terang dibandingkan lampu minyak biasa.” Keadaan sekitar langsung terang ketika lampu minyak paus dinyalakan.

“Kita ada di mana?” Chung Hee bertanya dengan suara bergetar. “Tempat untuk menyimpan mayat sementara. Bukankah korban pasti akan merasa paling nyaman kalau diletakkan di kegelapan dalam tanah? Menggali tanah untuk menyediakan jalan baru. Dengan begitu, kita tidak perlu khawatir mayat akan membusuk di musim panas. Mayat juga tidak aka pecah karena beku di musim dingin.” Gabriel berbicara sambil membuka kain katun putih yang menutupi sebuah tempat tidur di tengah-tengah kamar rahasia. Chung Hee mengernyitkan wajah karena terkejut. Terlihat mayat Dae Jung yang menghitam dan mengenaskan. Kemarin subuh Chung Hee melihat mayat itu dengan samar-samar, tapi mayat itu terlihat semakin mengejutkan di dalam ruangan yang asing.

Gabriel menunjuk lengan bawah mayat yang setengahnya gosong terbakar. Di sana terlihat tato yang mirip dengan yang ditemukan di mayat Kang Dae. “Awalnya kupikir ini hanya luka bakar, tapi setelah dilihat lebih teliti, aku yakin kalau ini tato buatan manusia. Bentuknya memang berbeda, tapi sepertinya ada kesamaan dengan tato Kang Dae.” Chung Hee memandangi tato itu lekat-lekat.

Ia harus menemukan sesuatu yang lain dari mayat itu. Semua pembunuhan meninggalkan bukti dan mayat menjawab dengan keheningan. Mayat memang tidak berbicara, tapi dapat memperlihatkan sesuatu. Menemukan hal itu adalah tugas Chung Hee. Chung Hee memeriksa mayat dengan teliti. Kepalan tangan mayat yang sangat erat seakan memperlihatkan perlawanannya atas takdir malang menggunakan sekujur tubuhnya. Di dalam kepalan tangan itu terdapat segala perjuangannya untuk melawan amarah, penderitaan, dan perlakuan tidak adil.

Chung Hee membuka kepalan tangan mayat. Chung Hee bertanya-tanya apakah ada sesuatu di dalam kepalan tangan mayat itu, seperti Kang Dae yang tengah menggenggam kancing giok. Ia meregangkan satu per satu jari mayat dengan susah payah. Kemudian, ia melihat sesuatu yang terlihat seperti potongan-potongan besi yang berkilauan akibat cahaya api yang bergoyang-goyang. Chung Hee mengambil potongan besi dengan hati-hati, layaknya seorang pemuda yang tengah membereskan tempat tidur.

Selanjutnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeojeon part 24.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *