Misteri Pembunuhan Para Cendekiawan Jiphyeonjeon Part 41

Sebelumnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 40.

Kantor utusan Negeri Myeong terletak di Jalan Yukjo. Gerbang tinggi yang mencuat di depan kantor itu memberikan kesan yang eksotis. Kiik… suara besi menusuk di kegelapan. Halaman depan yang luas langsung terliahat ketika memasuki gerbang tinggi. Para prajurit Negeri Myeong yang memasang mata penuh rasa waspada, langsung mengelilingi gerombolan Chung Hee.

Gerbang dalam yang terhubung dengan halaman bagian dalam terbuka. Seorang lelaki besar yang mengenakan baju besi keluar dari sana. Seketika lutut Chung Hee menjadi kaku, tenaga juga menghilang dari kakinya. Itu karena tatapan mata tenang yang di luar dugaannya. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Ia sudah datang ke tempat ini, jadi harus melihat semuanya sampai akhir. Chung Hee bersusah payah menguatkan kakinya untuk terus berdiri.

“Kenapa Pasukan Patroli Kerajaan datang ke tempat ini di tengah malam?” seorang penerjemah berjanggut berantakan berbicara dengan terbata-bata. “Seorang cendekiawan yang tengah melakukan penelitian sampai malam di Jiphyeonjeon meninggal dunia. Ada yang melihat kehadiran Komandan Pengawal di lokasi, sehingga saya ingin memastikannya.” Penerjemah menyampaikan perkataan Chung Hee dengan pelan dalam bahasa Cina. Senyum tebersit di wajah besar dan panjang Komandan Pengawal. Lalu, ia berbicara dengan sangat jelas.

“Musibah itu terjadi di dalam istana kalian, tapi kenapa malah bertanya ke Kantor Utusan negeri lain?” Chung Hee tidak dapat mengatakan apa-apa. “Ada yang bersaksi melihat Komandan Pengawal di lokasi kejadian.” “Mata mudah dibohongi. Bagaimana bisa hubungan kedua kerajaan bertambah erat jika kau menerobos ke sini menggunakan kesaksian orang yang melihat sekilas di dalam kegelapan samar-samar sebagai alasan?” Chung Hee dapat membaca nada bicara dalam Bahasa Cina yang mulai dipenuhi emosi. Chung Hee tahu semuanya akan berakhir jika ia terus memaksa.

“Hitam dan putih bisa terlihat jelas di bawah cahaya matahari, jadi kuharap Anda bisa pergi ke Kantor Pasukan Patroli Kerajaan dan membuktikan bahwa Anda tidak bersalah.“ Chung Hee mengibaskan tangannya sambil berteriak, seakan sedang emosi. Itu adalah sikap kasar yang biasanya tidak ia lakukan. Setelah mendengar maksud Chung Hee yang disampaikan oleh penerjemah tadi, wajah Komandan Pengawal langsung memerah.

“Walaupun berada di tanah Joseon, Kantor Utusan merupakan wilayan Negeri Myeong, sehingga hukum dan peraturan Joseon tidak berlaku di sini. Apa kau ingin mempermalukan para utusan dengan memasuki tanah Negeri Myeong menggunakan kesaksian tanpa dasar sebagai alasan?” Mendengar suara kasar Komandan Pengawal, Chung Hee langsung menciut, tapi ia kembali mengumpulkan keberaniannya.

“Ada yang melihat Tuan di lokasi, jadi bisa dikatakan Tuan tertangkap basah. Lalu, hal ini juga tidak berhubungan dengan hukum ekstrateritorial.”

“Jika ingin mempertanyakan tanggung jawabku, perlihatkan bukti yang tidak bisa dibantah! Kalau tidak, aku akan meminta pertanggungjawaban dari Raja kalian!” Sekujur tubuh Young Jae yang pucat pasi, bergetar bagai daun yang tertiup angin. Ia tidak memiliki bukti apa pun yang bisa disodorkan kepada pemuda itu. Seharusnya ia menghentikan anak sial yang berlarian dengan bodoh. Namun, sekarang ia sudah tidak bisa kembali. Ia sudah ikut sampai ke sini, berarti ia telah menabuh gendering peperangan bersama.

“Ini buktinya!” Young Jae yang tengah bergetar, langsung mengangkat kepalanya ketika mendengar suara yang muncul tiba-tiba itu. Chung Hee mengulurkan cahaya lampu minyak perlahan ke Komandan pengawal. Komandan Pengawal terkejut, sampai melangkah mundur.

Di kerah depan baju Komandan Pengawal yang ditunjuk Chung Hee, terlihat setetes darah yang sangat jelas. Di sampingnya juga terlihat bercak darah yang tersebar di mana-mana. Komandan Pengawal melihat bekas darah yang keberadaannya tidak ia ketahui, sehingga wajahnya terlihat kebingungan.

“Kalau sudah melihat bekas darah yang ada di kerah depan, kalian tidak bisa meminta bukti lain lagi.” Komandan Pengawal terlihat kebingungan, seakan ruhnya telah meninggalkan tubuhnya. Chung Hee berbicara lagi dengan tajam. “Mari kita ke Kantor Pasukan Patroli Kerajaan untuk menguak asal dan latar belakang jejak darah ini.” Enam anggota Pasukan Patroli Kerajaan berjalan maju, membuat prajurit Keamanan Negeri Myeong berjaga di dekat jendela.

“Baiklah. Ayo! Tapi, jika tuntutan kalian tidak terbukti, aku akan meminta pertanggungjawaban Raja Joseon dan Biro Investigasi Kerajaan!” Saat itu, Chung Hee baru merasa takut. Kenapa ia bisa membuat masalah jadi serumit ini? Chung Hee dan Komandan Pengawal masuk ke ruangan berlangit-langit tinggi dengan lantai dingin. Walaupun dilihat sekilas, tempat itu sangat suram seperti rumah di daerah terpencil.

Selanjutnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 42.