Misteri Pembunuhan Para Cendekiawan Jiphyeonjeon Part 49

Sebelumnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 48.

“Kalau begitu, Yang Mulia menyukai buku-buku buruk sejak kecil?”

“Pangeran Chung Kyo paling banyak meminjam buku dari perpustakaan Sungkyungkwan. Tapi, ia tidak membaca buku yang seharusnya sibaca oleh seorang pemimpin dan harus dikuasai untuk forum diskusi Konfusius, melainkan buku-buku ilmu pengetahuan yang lebih luas, seperti aritmetika, astronomi, geografi, tofografi, ilmu herbal, matematika, kedokteran, dan lain-lain.”

“Seorang raja harus memiliki pengetahuan dalam tentang keseimbangan antara manusia, langit, dan bumi. Walaupun begitu, pengetahuannya juga pasti masih akan dianggap belum cukup, tapi kenapa ia malah tertarik pada ilmu yang lebih luas tanpa alasan seperti itu?”

“Itulah masalahnya. Walaupun para daejehak dan cendekiawan senior sudah memilih buku yang pantas dibakar, ia tidak mengizinkannya, sehingga rak-rak buku di Biseogo menjadi sangat penuh sampai nyaris meledak. Lalu, ia juga menurunkan sifat jelek ini.”

“Putra Mahkota juga melakukan hal yang tidak baik?”

“Ia menolak membaca ratusan buku di perpustakaan Sungkyungkwan dan Jiphyeonjeon. Ia hanya mau membaca buku-buku aneh setiap hari.”

“Putra Mahkota melakukan itu?”

“Benar. Akhir-akhir ini, Putra Mahkota lebih sering ke sini dibandingkan Yang Mulia Raja. Ia bahkan tidak bisa menjaga keluarganya sendiri. Padahal akan menjadi raja, tapi mengusir istrinya sendiri dan tidak dapat berpikir lurus.” Yoon Myung Ho menghela napas panjang untuk menekan amarahnya dengan susah payah.

“Apa maksudnya ia mengusir istrinya sendiri?” Chung Hee mendekat sambil berbicara. “Astaga! Kenapa kau yangmasih sehat begini suka sekali dengan cerita cinta orang lain yang belum tentu benar, sih?” Chung Hee menggaruk bagian belakang kepalanya sambil tersenyum malu. Yoon Myung Ho menarik beberapa tali di roda kursinya untuk menggerakkan rak-rak buku. Ia tengah memeriksa apa ada orang di Biseogo. Lalu, ia berbicara panjang seakan sedang bersama teman yang sudah lama tidak ditemui.

“Cerita ini disampaikan secara diam-diam oleh semuanya, jadi aku bahkan malu untuk mengungkitnya. Jika sampai mengatakan bahwa Hwa, istri putra mahkota yang sekarang, ternyata bukan istri pertamanya, itu dianggap sebagai tindak criminal karena telah menjelek-jelekkan kerajaan, kan?” Mata Chung Hee langsung membesar. Seakan senang melihat sosok Chung Hee yang seperti itu, Yoon Myung Ho langsung tersenyum lebar.

“Istri pertama Putra Mahkota adalah Young. Tapi, ia lebih tua dari Putra Mahkota dengan postur lebih besar dan sifat temperamental, jadi bagaimana bisa Putra Mahkota yang masih muda menghadapinya? Ketika Putra Mahkota mulai menjauh, Young menggunakan sihir jahat untuk mengembalikan cintanya. Ketika hal ini menyebar, menteri tinggi dan Sungkungkwan mengirimkan protes setiap hari.”

“Apa yang dilakukan Yang Mulia?”

“Raja yang terus ditimpa kesulitan memanggil menantunya untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dan alasannya. Young langsung mengakui semuanya. Bukti dan saksi mata ada di genggaman, sehingga raja tidak bisa tidak mendengarkan permintaan dewan.”

“Lalu?”

“Akhirnya, Young diusir dengan alasan perbuatan jahat dan spekulatif. Ayah dan saudara lelakinya juga dipecat dari kantor pemerintahan.”

“Jika hal seperti itu sampai terjadi, bukankah seharusnya sekarang ia meluruskan pikiran dan memimpin keluarganya dengan benar? Tapi, kenapa masih menikmati buku cabul walaupun sudah delapan tahun berlalu?” “Sudahlah. Ini adalah kejadian memalukan yang bahkan tidak seharusnya dibicarakan. Tutup mulut dan minum saja teh berharga itu!”

Chung Hee menjatuhkan mangkuk porselen berisi air teh panas. Terdengar suara nyaring ketika porselen itu jatuh dan pecah. Air panas tumpah, uap membubung. Air teh tumpah ke atas lutut Yoon Myung Ho. Chung Hee terkejut. Ia melihat Yoon Myung Ho tengah mengernyitkan alis abu-abunya.

“Maaf. Hamba ceroboh… bagaimana ini… panas, ya? Pasti kulitnya terbakar.” Chung Hee kebingungan. Ia sibuk mengelap lutut Yoon Myung Ho yang basah dengan ujung bajunya. “Tidak apa. Lagi pula, hanya mulut yang masih hidup di tubuh orang tua ini. Bagian bawah tubuhku bukanlah tubuhku. Bagian bawah itu tidak dapat merasakan panas maupun basah, jadi anggap saja kekuranganku ini sebagai sebuah keberuntungan. Hohoho.”

Yoon Myung Ho tertawa seakan ini bukan hal besar. Chung Hee menunduk sambil terus mengelap bagian bawah tubuh Yoon Myung Ho yang basah dengan lengan bajunya.

Selanjutnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 50.