Misteri Pembunuhan Para Cendekiawan Jiphyeonjeon Part 51

Sebelumnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 50.

Laporan selalu datang satu kali setiap sekitar lima belas hari, tapi proses melaporkan keadaan dari kerajaan tidak mudah karena jarak yang jauh dan jalan yang berbahaya. Utusan yang ditugaskan ke Hamgildo sambil menulis buku juga sering diserang suku Yeojin. Sang Kyu melaporkan kejadian-kejadian mengkhawatirkan di dalam istana selama musim panas kemarin.

Apakah Kim Hyun Ra dapat merasakan kekhawatiran Sang Kyu yang menyesakkan? Sekitar satu bulan kemudian, sosok yang membawa laporan adalah prajurit muda yang dikirim langsung oleh Kim Hyun Ra. Di laporan yang disodorkan oleh prajurit itu terlihat tulisan tangan Kim Hyun Ra yang berbunyi, “Gantikan aku yang tidak bisa meninggalkan perbatasan utara yang berbahaya untuk mengirim anak ini ke dalam istana dan gunakanlah bakatnya.”

“Anggota Pasukan Patroli Kerajaan bodoh itu memang sibuk ke sana kemari, tapi usahanya sia-sia. Bagaimana mungkin anak bodoh dan rendahan bisa menghentikan roda kereta dunia yang besar ini dengan tenaganya sendiri?” Sang Kyu menghela napas panjang dengan kesal.

“Musibah-musibah yang terjadi dalam beberapa hari ini telah mengubah pemerintahan. Kehilangan Jenderal Besar dan kematian para cendekiawan. Pasti ada alasan kuat di balik semua ini.” Janggut tipis Jung Hwa bergetar. Sang Kyu tidak menjawab dan hanya menghela napas.

“Kami tidak tahu kapan akan bertemu angin dan gelombang. Kalau mereka sampai tahu pertemuan hari ini, entah taktik apa yang akan dipakai untuk menyingkirkan kita. Karenanya, rumah saya yang letaknya jauh dari istana dipilih sebagai tempat berkumpul.”

Para cendekiawan yang masih selamat bahkan sampai tidak sempat melakukan penelitian karena sibuk mengkhawatirkan keselamatannya sendiri. Mereka tidak tahu kapan dan di mana mata pisau akan melayang. Tuduhan dari para kaum Konfusius bisa datang di siang hari dan mata pisau yang entah dari mana datangnya bisa melayang di tengah malam.

“Walaupun para cendekiawan yang dekat dengannya mati satu per satu dan Jenderal Besar yang diperlakukan seperti kaki tangannya sendiri juga dipecat, Yang Mulia hanya diam menyaksikan semuanya,” ujar Sang Ook berapi-api. Sang Kyu mendengarkan keluhan itu sampai akhir, sebelum membuka mulutnya dengan tenang.

“Sama dengan kita, Yang Mulia juga tidak dapat melakukan apa-apa. Karena strategi licik mereka sudah mengikat kaki tangan Yang Mulia.” Sang Kyu menghela napas lagi. Mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Tidak ada yang bisa melakukan apa-apa dalam situasi ini. Mereka hanya bisa memandangi bunga-bunga indahyang mongering di depan angin musim gugur.

“Yang mengkhawatirkan adalah keselamatan kalian. Tidak ada yang tahu kapan dan siapa yang dijadikan mainan mereka, jadi kalian harus selalu awas.” Sang Kyu berbicara dengan suara bergetar. “Tuan terus mengerahkan seluruh kemampuan untuk menjaga murid-murid rendahan ini. Berarti, sekarang kami tidak perlu takut dengan mata pisau mereka, kan? Kami hanya takut keinginan Raja akan dunia yang lebih baik tenggelam ke dalam taktik mereka,” ujar Hee Young.

“Itu tidak akan pernah terjadi. Walaupun hujan turun dan angin dingin berembus, bibit bunga akan menunggu untuk berkembang. Taktik mereka tidak akan pernah menggagalkan tujuan besar Yang Mulia.” Wajah para cendekiawan bersinar bagai setangkai bunga berwarna cerah di dalam ruangan sempit dan temaram. Dada Sang Kyu menjadi hangat ketika melihat wajah tenang mereka.

Keadaan memang berbahaya bagai lampu minyak di depan angin, tapi mereka tetap teguh dan tidak takut. Keberanian untuk berhadapan langsung dengan zaman tidak bermoral. Walaupun mendirikan sebuah Negara bukanlah hal yang mudah, ealaupun menyelamatkan seluruh rakyat di sebuah Negara sangat sulit, walaupun menghadapi taktik jahat orang-orang yang ingin mengubah arah kereta sejarah sangat rumit, mereka tidak takut.

Sekarang, mereka hanya bisa mengandalkan kepandaian Jenderal Kim Hyun Ra dan menunggu hasil dari usaha anggota Pasukan Patroli Kerajaan yang masih muda. Menunggu. Itu adalah hal yang mereka lakukan sampai sekarang tanpa merasa lelah. Dunia ketika rakyat menjadi makmur dan diuntungkan dengan pengetahuan akan alam. Negeri berwibawa yang tidak berada di bawah negeri besar lainnya. Sampai kapan mereka harus menunggu hal itu tiba?

Selanjutnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 52.