Misteri Pembunuhan Para Cendekiawan Jiphyeonjeon Part 53

Sebelumnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 52.

Sembilan angka dan Sembilan kolom. Setiap angka harus berada di tempatnya masing-masing tanpa ada yang melenceng satu pun. Itu sama saja dengan menjaga posisi dan tugasnya dengan pasti. Tiga tidak dapat menggantikan posisi empat dan tujuh tidak dapat menggantikan posisi Sembilan.

“Kemarin aku bergulat dengan kesembilan angka dan kotak kosong, tapi aku masih kesulitan mendapatkan pemecahannya. Aku harus segera mendapatkan prinsip dasar kotak ajaib itu.”

Perempuan itu mengambil tongkat panjang untuk menggambar garis lurus di tanah. Ia menggambar empat baris vertical dan empat garis horizontal di atas rumput kering di halaman untuk membuat kotak besar berisi Sembilan kolom kosong. Kotak ajaib 3×3 kosong. Perempuan itu melirik sekilas Chung Hee yang sedang tegang, seraya memasukkan angka demi angka ke dalam kotak kosong.

Kesembilan kotak terisi dngan angka. Distribusi angka yang tidak dapat ia pecahkan walaupun sudah berpikir siang malam, muncul di depan matanya dengan mudah. Sulit dipercaya.

“Empat ditambah Sembilan, ditambah dua menjadi lima belas. Tiga ditambah lima, ditambah tujuh juga menjadi lima belas. Delapan ditambah satu, ditambah enam juga lima belas.” Ini bukan sihir ajaib atau kebohongan mencengangkan. Angka-angka memenuhi setiap kotak, baik secara horizontal maupun vertical. Itu merupakan perpaduan sempurna antara diagram dan angka yang semuanya akan runtuh jika disentuh sedikit saja.

Celah tidak diperbolehkan sama sekali karena kesalahan sekecil apa pun dapat menghancurkan semuanya. Semuanya tidak kehilangan makna mereka masing-masing walaupun berada dalam sebuah susunan yang sama. Ini bukan keberadaan, melainkan kehampaan. Ketidaksempurnaan adalah kemampuan. Chung Hee merasa sangat tercengang sampai bisa dikatakan terpukul di depan kenyataan dingin dan menyedihkan ini.

Saat itu, sepertinya Chung Hee baru memahami kenapa Dong Sun sangat tertarik dengan dunia aritmetika. Dunia angka berbeda dengan dunia manusia. Bukan hanya lengkap dan selaras, tap bahkan juga sangat indah. Dunia angka memberitahukan ketidaklengkapan manusia, diri manusia yangberlumur kesalahan, dan kekurangan yang ada di dunia.

Benar. Kenyataan ada di sana dengan sendirinya. Hanya saja aku tidak dapat melihatnya. Hati Chung Hee terasa berat lagi akibat kenyataan yang terkunci di dalam kegelapan. Ia sudah tahu takdir dan variabel-variabel yang akan mengungkap kasus itu. Yang paling penting adalah bagaimana cara mendistribusikan dan menyelaraskannya.

Chung Hee berbicara kepada perempuan itu dengan mata memohon. Ia meminta perempuan itu agar memperlihatkan kenyataan akan kasus rumit yang terjadi, seperti tadi ketika perempuan itu memperlihatkan jawaban kotak ajaib. Chung Hee tahu itu tidak mungkin. Orang yang bisa memecahkan takdir di depannya hanyalah dirinya sendiri.

Chung Hee perlahan berbicara sambil memandangi perempuan itu dengan tatapan yang sama ketika memperhatkan banyak kotak ajaib di tanah. “Bukan hanya kotak ajaib 3×3, tapi kudengar kau juga bisa menyelesaikan kotak ajaib 4×4, 5×5, dan bahkan 6×6. Apa prinsip dasar yang kau gunakan untuk memecahkan kotak ajaib itu?” perempuan itu menggeleng dan menulis di tanah menggunakan tongkat yang ia pegang.

Akan terjawab sendiri. Atau jawablah sendiri. Itu adalah pertanyaan kedua yang dilemparkan perempuan itu. Ia menyuruh Chung Hee untuk mencari cara memcahkan kotak ajaib, bukan jawabannya.

Dunia angka adalah dunia sistematis. System tercipta melalui sebuah prinsip dasar. Tidak mungkin ada sebuah system yang tidak memiliki prinsip dasar. Pasti ada alasan kenapa angka-angka di dalam kotak ajaib harus berada di tempatnya. Tidak mungkin ada sesuatu yang ada tanpa ada alasan untuk ada. Semua negeri, raja, bawahan raja, dan rakyat ada karena masing-masing memiliki alasan untuk ada di tempatnya, kan?

Chung Hee tiba-tiba meraba-raba alasan keberadaan dirinya sendiri. Itu bukan hal yang mudah ditemukan. Mungkin ia tidak akan menemukannya seumur hidup. Apakah ia hidup sambil sesekali berkaca, memperbaiki diri, serta memastika dan menguatkan alasan keberadaannya?

Chung Hee melangkahkan kakinya sambil menenangkan hatinya yang sesak. Penyelidikan akan dilakukan dengan cara lain.

Selanjutnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 54.