Misteri Pembunuhan Para Cendekiawan Jiphyeonjeon Part 62

Sebelumnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 61.

Angin dingin berembus ke atas teras, membuat janggut putih Bujehak Sang Kyu melayang-layang. Dahi, philtrum, dan dagunya membentuk garis vertical yang panjang. Kedua matanya yang tajam memanjang horizontal. Wajah panjang dan kurusnya memperlihatkan pemikirannya yang dalam. Tatapannya juga mengatakan bahwa ia dalah orang bijak yang menonjol.

Daejehak Hyeon duduk di seberang meja teh di antara mereka. Seragam pemerintahan ungu, keriput dalam, dan rambutnya yang memutih menyiratkan bahwa ia adalah orang terpelajar yang sulit didekati. Dilihat dari umur dan penampilan, kedua orang berusia lima puluhan itu tetap terlihat sepantar. Hyeon lebih tua tiga sampai empat tahun, tapi Sang Kyu lebih dulu menempuh jalan di kantor pemerintahan. Sang Kyu lulus peringkat pertama di ujian masuk yang diadakan raja terdahulu dan Hyeon baru lulus ujian delapan tahun kemudian.

Walaupun begitu, Hyeon bisa menjadi seorang bujehak berkat kemampuan kepemimpinannya yang bisa mengontrol para cendekiawan dan kemampuannya memahami orang lain. Ia lulus ujian masuk pertama sejak raja terdahulu turun takhta, sehingga ia dianggap sebagai simbol cendekiawan pertama Jiphyeonjeon di rezim pemerintahan baru.

Dibandingkan dengan Hyeon yang langsung menjadi cendekiawan Jiphyeonjeon setelah lulus, Sang Kyu lebih menonjol di bidang administrative. Karenanya, jika Hyeon mewakili Jiphyeonjeon dan mengepalai para cendekiawan, Sang Kyu lebih banyak menangani urusan praktis. Suara napas Hyeon memenuhi teras. Suara yang penuh penyesalan, sekaligus kebanggaan. Sang Kyu meluruskan pinggangnya dan duduk dengan tegak.

“Aku khawatir bagaimana Yang Mulia akan menyelesaikan masalah ini.” Sang Kyu mengembuskan napas panjang. Ia selalu berkata bahwa rasa sayang Yang Mulia terhadap Jiphyeonjeon merupakan cinta buta. Yang Mulia selalu memberikan perlakuan istimewa Guim (system yang tidak membatasi masa kerja seseorang yang kemampuan, pengalaman, atau teknik khususnya diperlukan di kantor pemerintahan, sehingga orang tersebut bisa terus bekerja selamanya) kepada seseorang yang ditunjuk sebagai cendekiawan. Yang Mulia tahu bahwa mengasah seorang genius tidak dapat dilakukan dalam sehari.

Para cendekiawan Jiphyeonjeon juga selalu menempati posisi bandu (kepala bangsawan) di bagian paling depan ketika para bawahan raja dan anggota Samjeongseung harus berbaris sesuai dengan posisi mereka di ruang rapat Daejeon. Mereka bahkan dikecualikan dari penyidikan Kantor Inspeksi yang dijuluki sebagai dewa kematian para pegawai pemerintahan yang bersikap tidak adil dan melenceng. Raja juga kadang membawakan makan dan menemui para cendekiawan yang bertugas sampai malam secara langsung.

Buku-buku yang baru masuk dari Cina akan dikumpulkan lebih dulu di rak buku Jiphyeonjeon. Perpustakaan Jiphyeonjeon memiliki system klasifiksi khusus, sehingga buku-buku tersebut sangat mudah dicari tanpa perlu mengacak-acak seisi perpustakaan. Koleksi perpustakaan itu juga diperlihatkan kepada raja, keluarga kerajaan, anggota Jiphyeonjeon, dan anggota departemen lainnya. Perpustakaan itu bisa dikatakan sebagai perpustakaan seluruh anggota istana, termasuk raja.

“Keturunan Goryeo yang rendah, tukang lempengan besi yang lebih cocok disebut sebagai pandai besi, pengelana yang sudah mengelilingi penjuru negeri, seharusnya mereka tidak datang ke Jiphyeonjeon sejak awal. Mereka tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dan hanya mengotori nama Jiphyeonjeon.” Hyeon mendecakkan lidahnya. Keriput dalam melintas di mata Sang Kyu.

“Walaupun berasal dari keluarga rendahan, mereka pemuda yang sangat berguna.” “Bujehak jangan memihak mereka karena simpati. Apa tujuan didirikannya Jiphyeonjeon? Memilih orang genius baru untuk meningkatkan kualitas forum diskusi dengan raja, untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.”

Sang Kyu tahu. Ia tahu tugas para cendekiawan yang paling besar adalah di Gyeongyeongwan atau Seoyeongwan (kantor yang bertanggung jawab terhadap pendidikan putra mahkota) milik putra mahkota, serta membuat pertanyaan ujian masuk kantor pemerintahan. Pembuatan surat diplomatis juga merupakan alasan lain pendirian Jiphyeonjeon.

Sebenarnya, perintah pendirian Jiphyeonjeon diawali dari Jung Sang Kyo yang merendahkan phyojeonmun (surat yang ditulis di keluarga kerajaan. Biasanya, merupakan surat diplomatis yang dikirim ke kerajaan negeri Myeong atas nama raja), sampai akhirnya ia dipenjara. Surat diplomatis merupakan hal yang sangat vital bagi kehidupan Joseon karena Joseon bisa menyampaikan bahwa mereka tidak ada niat melawan negeri yang lebih besar melalui isi, cara penulisan, dan cara pengekspresian di surat itu.

Selanjutnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 63.