Misteri Pembunuhan Para Cendekiawan Jiphyeonjeon Part 64

Sebelumnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 63.

Kiik, Pintu istana tertutup sambil mengeluarkan suara raungan makhluk buas raksasa. Malam datang kembali. Kematian seseorang bertambah dekat lagi. Para dayang dilarang keluar masuk ketika matahari sudah terbenam. Entah kapan dan di mana korban akan muncul lagi. Para pegawai pemerintahan juga keluar dari istana lebih cepat.

Penjagaan keamanan istana diperketat. Jiphyeonjeon dan Daejeon terlihat terang, layaknya di tengah hari. Ratusan api obor bergoyang-goyang akibat embusan angin. Para pengawal yang ditempatkan di berbagai sudut istana, memasang cahaya mata awas sambil sibuk mondar-mandir.

Chung Hee menghela napas anjang sambil berjalan ke Naegaksa. Gabriel pasti ada di kamar mayat. Tidak ada yang tahu peristiwa apa yang akan terjadi lagi malam ini, sehingga Chung Hee harus berjaga semalaman di kamar mayat. Terdengar suara binatang yang semakin dekat ke depan hidung.

Setelah beberapa saat berjalan, Chung Hee melihat kamar mayat yang terpencil. Lampu tidak menyala. Gabriel sudah tidur? Atau, ia sedang sendirian di dalam kegelapan? Chung Hee mendorong pintu, sampai terdengar suara kiik yang tidak enak didengar. Benda seperti gembok besi tidak berguna di tempat ini. Memang siapa yang mau keluar masuk tempat mayat dan arwah bergentayangan? Hawa dingin tiba-tiba menyelimuti tubuh.

“Tetua Gabriel ada di dalam?” Tidak ada jawaban di dalam kegelapan. Chung Hee meraba-raba lampu minyak di meja, seraya menyalakan sumbunya. Minyak ikan paus yang membeku langsung mencair. Gabriel pasti sudah meninggalkan tempat ini sebelum hari gelap. Ia pasti menyalakan lampu minyak jika pergi setelah hari gelap, sehingga tidak mungkin lampu minyak ini membeku jika memang baru dimatikan. Cahaya lampu minyak menerangi seisi ruangan. Meja autopsy sudah dicuci bersih. Bau mugwort dan tanaman herbal kering tercium dari sana.

Yang ingin Chung Hee lihat adalah ruang rahasia bawah tanah. Ruang rahasia tempat menyimpan orang-orang yang mati di dalam istana. Ia ingin memastikan kembali ruangan yang membuatnya lari keluar begitu saja akibat tidak dapat menahan rasa mual yang memuncak.

Chung Hee mendorong dengan hati-hati rak kayu di dinding tanah belakang meja autopsy. Sudut dinding tanah terdorong ke belakang sambil mengeluarkan bunyi berat. Angin lembap ruang bawah tanah berembus dari celah pintu yang terbuka. Seerr. Cahaya lampu minyak bergoyang.

Chung Hee menuruni tangga yang terhubung dengan kegelapan. Ia sudah sering berkelana di medan perang sambil memandangi mayat yang jumlahnya tidak terhitung, tapi baru kali ini ia merasa setercekam ini. Mayat Dae Jung yang dibaringkan di meja mayat telah diambil oleh adiknya. Tanpa disadari, langkah kaki tengah mendekat ke rak laci besar di dinding yang ada di seberang.

Chung Hee membuka rak laci dengan hati-hati, kemudian langsung tersentak ke belakang, seakan sedang sangat ketakutan. Benda-benda mengerikan seakan tengah menertawakan Chung Hee yang ketakutan. Di laci selanjutnya, terdapat kaki belakang dan depan sapi yang sudah dikuliti, isi perut, serta ususnya. Walaupun sudah dibaluri dengan tanaman herbal yang harum, bau amis masih tercium, sehingga pasti apa pun yang terjadi di tempat ini masih belum lama terjadi.

Kenapa potongan-potongan tubuh bisa disimpan di dalam ruang bawah tanah rahasia ini? Walaupun Gabriel adalah seorang penjagal daging yang bertugas menangkap sapi dan babi, kenapa ia bisa melakukan hal sememuakkan ini?

Chung Hee membuka gulungan kain kulit berwarna cokelat yang tergeletak di rak gelap, membuat alat-alat aneh bertumpahan. Berbagai pisau bermata tajam, kapak kecil yang digunakan untuk membelah tulang, gergaji bermata tajam yang sepertinya digunakan untuk membelah tengkorak, pencapit dan gunting berukuran besar dan kecil. Chung Hee melemparkan barang-barang menakutkan itu ke tempatnya tadi tergulung.

Ia kemudian membuka tutup rak laci di seberang dan melihat puluhan kertas. Terlihat gambar mencengangkan di kertas paling atas. Chung Hee menelan mual yang memuncak sambil terus memandangi kertas itu. Kepala babi yang terbelah dua, serta otak dan tengkorak yang ada di dalamnya.

Lalu, di bawahnya ada saluran udara yang terhubung dengan lubang hidung, berbagai cabang saluran terhubung dengan tenggorokan, lipatan di dalam hidung, lidah yang terbelah dua. Walaupun binatang yang sudah mati, kenapa Gabriel bisa sekejam itu dengan membelah kepalanya dan bahkan sampai menggambarkannya, serta menyimpannya secara diam-diam?

Selanjutnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 65.