Misteri Pembunuhan Para Cendekiawan Jiphyeonjeon Part 66

Sebelumnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 65.

“Kalau begitu, uang seperti apa yang dibuat Yang Mulia?”

“Yang Mulia membuat uang tembaga yang mudah dibawa dan tidak cepat rusak. Ia menyebutnya sebagai mata uang Joseon. Bentuknya sama seperti ini.” Sang Kyu menggambar lingkaran besar di atas telapak tangannya, seraya menggambarkan persegi kecil di tengahnya. Kedua mata Dong Sun perlahan membesar. Hal itu tidak berbeda dengan kedua mata Sang Kyu yang membesar ketika melihat Hyangwonji.

“I… itu prinsip langit bulat dan bumi datar, kan?”

“Benar. Sama persis dengan prinsip langit bulat dan bumi datar Hyangwonji.”

“Ternyata begitu, ya. Hyangwonji menggambarkan bumi datar yang memeluk langit bulat, tapi mata uang Joseon menggambarkan langit bulat yang memeluk bumi datar.”

“Kalau dipikir lagi, Yang Mulia menyembunyikan maksud besar yang tidak diketahui siapa pun di dalam uang baru.”

“Langit dan bumi berpadu. Air, api, kayu, logam, dan tanah juga berbaur. Lelaki dan perempuan bersatu dengan menyenangkan, penguasa dan rakyat juga bersatu dengan indah, sampai padi tumbuh dengan sangat subur. Yang Mulia memimpikan Negara dengan prinsip dasar yang membiarkan semuanya berputar dari dan ke tangan rakyat, berputar dari dan ke pelukan rakyat.” Dong Sun yang baru menyadari maksud Raja ketika pembicaraan semakin panjang, jadi merasa bersalah.

“Ah! Kenapa aku tidak memahami maksud besar ini lebih awal. Aku malu mengangkat wajah ini di depan Raja yang memilihku sebagai cendekiawan.” Sang Kyu merasa sangat menyesal sehingga ia menundukkan kepala. Dong Sun membungkuk penuh hormat dengan wajah tenang.

“Tapi, kenapa mata uang Joseon menghilang sebelum sempat berputar di pasar?”

“Itu karena mata uang kehilangan fungsi dasarnya. Para pedagang dan pelaku pasar hanya memandang mata uang dengan setengah hati. Mereka tidak dapat membuang kebiasaan barter yang sudah ada sejak lama.”

“Walaupun Raja mengajak menuju kebaikan, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Itu akibat rakyat yang tidak mengetahui maksud Raja atau tidak menerimanya walaupun mengetahuinya.”

“Yang Mulia juga mengatakan hal yang sama sambil menyesalinya. Menyusun system baru dan mereformasi peradaban adalah hal yang harus dilakukan, kan? Tapi, kenapa malah semuanya menjadi air yang memuntahkan minyak? Ini karena aku tidak memperhatikan maksud rakyat. Ketika mendengar itu, aku langsung menyentuhkan kepalaku di lantai Daejeon dengan penuh penyesalan. Jika dipikirkan lagi, itu pasti akibat taktik kelompok jahat.”

“Taktik apa?”

“Mata uang pertama-tama didistribusikan setelah para pedagang melakukan panen. Tapi, mata uang tidak sempat berputar dan malah menghilang di balik jahitan lengan baju luar para menteri.”

“Kenapa mata uang yang seharusnya berputar di dunia perdagangan malah disembunyikan ke pojokan begitu?”

“Karena mata uang tidak digunakan sebagai alat untuk mendistribusikan barang pokok, melainkan digunakan seperti jimat yang tidak berguna. Rumor bahwa memiliki koin tembaga dapat memanggil uang, membuat panjang umur, dan menambah keberuntungan, beredar di tengah masyarakat.”

“Siapa yang menyebarkan rumor seperti itu?”

“Bukankah sama dengan orang-orang yang menghancurkan Hyangwonji? Karena bagi mereka, memblokir pendistribusian mata uang Joseon tidak lebih dari menghalang-halangi maksud Yang Mulia.”

“Kenapa bisa begitu?”

“Apa arti dari mendistribusikan uang?”

“Memutar aliran semua barang pokok negeri ini.”

“Benar. Jika seluruh barang dan jasa ditukar dengan uang, barang dan jasa dalam jumlah luar biasa akan berputar dengan sangat cepat ke seluruh negeri ini.”

“Dunia yang dikuasai dengan kepraktisan dan teknologi.”

“Itu bisa dianggap sebagai awal amula dunia.”

“Benar. Dibandingkan dengan para aristocrat yang terkubur di depan meja, rakyat jelata yang bertani dengan cara baru di sawah dan berjualan bisa menghasilkan uang yang jauh lebih besar.”

“Siapa yang paling takut hal itu akan terjadi?”

“Pegawai pemerintahan, menteri, kaum Konfusius, para pelajar Konfusius Sungkyungkwan, dan saudagar besar. Jika system jua beli diubah, harta yang mereka timbun sampai saat ini akan berubah menjadi kehampaan.”

“Benar. Merekalah yang menyebarkan rumor itu. Mereka yang baru bisa hidup hanya jika system baru itu diblokir.” Sang Kyu mengatupkan rahangnya kuat-kuat.

Selanjutnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 67.