Misteri Pembunuhan Para Cendekiawan Jiphyeonjeon Part 8

Sebelumnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 7.

Tujuh, satu, tiga, delapan, empat… siapa yang melakukan ini? Kang Dae? Atau orang yang membunuh Kang Dae? Tapi, aku harus ke bibir sumur dulu untuk membersihkan badan dan berganti pakaian. Dengan rupa seperti ini, aku tidak dapat mengatakan apa-apa kalau sampai dituduh sebagai pencuri yang sedang mengincar istana…

Saat itu, Chung Hee baru menyadari sosoknya yang kotor akibat abu. Ia menggosok-gosok wajahnya dan menepuk-nepuk ujung bajunya dengan terburu-buru. Chung Hee yang sudah membersihkan sebagian besar abu di bibir sumur, langsung mendengar teriakan ketika memasuki Kantor Pasukan Patroli Kerajaan.

“Anak ini! Kau ke mana saja, sih? Kalau begini, bagaimana bisa ku memercayaimu dan menyerahkan kasus ini padamu?” ketua Joo Eun menumpahkan kekesalannya dengan bibir yang tipis. Ketika pintu terbuka, bau batu bara dari kebun bunga langsung menguar.

“Hasil penyelidikan…,” Chung Hee berbicara dengan ragu. “Sudahlah! Kasus sudah selesai. Kau tidak perlu berlarian ke sana kemari lagi.” Sekujur tubuh Chung Hee langsung lemas. Berarti, Ketua Joo Eun yang hebat ini telah menyelesaikan kasus ketika ia sedang menyelidiki semua barang bukti yang telah dibakar menjadi abu? Sia-sia. Tapi, semakin Chung Hee merasa sia-sia, ia merasa semakin penasaran.

“Siapa yang membunuh Kang Dae?” Ketua Joo Eun tidak menjawab dan hanya tersenyum. Jika memang semudah ini menyelesaikannya, seharusnya tidak perlu menugaskan anak bau kencur.

“Aku menyuruh para pasukan patrol untuk memperhatikan cendekiawan-cendekiawan Jiphyeonjeon. Para cendekiawan adalah orang-orang yang tidak punya apa-apa. Semuanya hanya mengagumi diri mereka masing-masing,” Ketua Joo Eun mendecakkan lidahnya.

“Informasi apa yang anda dapat?”
“Katanya kemarin malam ada seseorang yang mengikuti Kang Dae ke tempat pembakaran.” Ketua Joo Eun mengangkat dagunya yang penuh janggut. Chung Hee membuka matanya lebar-lebar sambil berjalan mendekat dengan langkah lemas. “Orang yang terakhir kali bertemu Kang Dae sebelum ia mati.. siapa ia?”

“Sumber masalahnya adalah Jiphyeonjeon! Orang-orang yang membaca tulisan kuno memang melakukan hal seperti ini. Peristiwa kali ini juga disebabkan oleh persaingan para cendekiawan yang tidak dapat memisahkan masalah pribadi. Dasar manusia berpikiran sempit..”
“Cendekiawan Jiphyeonjeon?”

Benar. Doctor Dae Jung. Ia lebih tinggi satu kepala disbanding orang lain. Ia juga kuat. Ia dijuluki “Dewa Empat Arah Jiphyeonjeon”. Ia mendapat gelar doctor setelah lulus ujian militer, sehingga sepertinya masih belum bisa membuang sifat kasarnya.”

“Dae Jung…” Chung Hee mengulang-ngulang nama yang terdengar asing. Ketua Joo Eun mengambil suara dengan berpura-pura batuk dua sampai tiga kali.

“Petugas yang berpatroli kemarin malam mengikuti Kang Dae ke tempat pembakaran. Leher Kang Dae dipatahkan di tempat pembakaran, sebelum mayatnya dibuang ke sumur. Tapi, mata petugas patrol tidak akan bisa dibohongi.” Chung Hee bingung. Ia ingin memecahkan pertanyaan, tapi malah mendapat berbagai pertanyaan baru. Kenapa orang itu membunuh Kang Dae, bagaimana caranya membunuh Kang Dae, kenapa ia sampai memilih Kang Dae…

“Apa pekerjaannya di Jiphyeonjeon?”
“Ia mengelola Kantor Percetakan di dalam istana.”
“Kantor Percetakan?”
“Ia mengelola para pegawai pemerintahan di Kantor Percetakan, membuat kepingan cetak baru, dan mencetak buku.”

“Kenapa ia membunuh cendekiawan level rendah yang bahkan dikucilkan di Jiphyeonjeon?”
“aku bahkan harus memberitahukan itu padamu, ya? Aku kan sudah mengatakan siapa nama tersangka dan jejaknya tadi malam, jadi tugasmu sekarang adalah mengungkap peristiwa pembunuhan dan menerima pengakuan tersangka.”

Chung Hee hanya perlu pergi ke Jiphyeonjeon dan menangkap Dae Jung. Keua Joo eun menatap Chung Hee yang sedangkeluar pintu, sambil mendecakkan lidah. “Anak itu lumayan juga walaupun hanya tentara kampungan dari Bukkwan.”

Chung Hee merasa dikhianati ketika melihat Dae Jung di balik meja berwarna cokelat tua, Karena penampilan dan aura Dae Jung sangat berbeda dengan sosok tersangka yang pernah ia bayangkan. Chung Hee teringat wajah cokelat kemerahan dan janggut kasar seseorang yang lebih tinggi satu kepala dibandingkan dengan orang lain. Ia sudah menetapkan hati bahwa sosok itulah tersangkanya. Namun, Dae Jung yang ada di hadapannya terlihat tinggi dan kurus.

Bulu mata tipis dan kedua bola matanya mencerminkan kepandaian dan kebijakannya. Ujung hidungnya yang panjang memperlihatkan sifatnya yang sensitive. Bibir tebalnya berwarna keunguan. Dagu lancipnya dihiasi dengan janggut tipis.

Fakta yang paling mencolok adalah posturnya yang lebih tinggi satu kepala dibandingkan orang lain. Itu merupakan fakta penentu yang membuatnya menjadi tersangka, walaupun ciri-cirinya yang lain benar-benar melenceng dari perkiraan.

Selanjutnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 9.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *