Misteri Pembunuhan Para Cendekiawan Jiphyeonjeon Part 83

Sebelumnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 82.

“Saya harus tahu maksud tersembunyi Yang Mulia itu untuk menemukan orang yang mengotori paviliun bertingkat suci ini.” Alis putih lelaki tua itu bergetar. Chung Hee tidak memberi celah.

“Kenapa Gyeonghweru bisa dinamakan menggunakan kata gyeonghwe?”

“Gyeonghwe artinya berkumpul dengan senang, sehingga tempat ini baru bisa dipanggil dengan nama Gyeonghweru hanya jika orang-orang baik berkumpul di sini. Berarti, raja dapat bertemu dengan bawahan yang bijaksana berkat nilai kebaikan, kan?”

Pertama-tama, Chung Hee berhasil membuat lelaki tua itu berbicara. “Tadi saya memperhatikan paviliun bertingkat ini sebentar. Di antara 48 pilar batu di lantai bawah, pilar bagian luar berbentuk persegi dan bagian dalam berbentuk tabung.” Chung Hee mengeluarkan kertas berisi gambarnya. Lelaki tua tidak menjawab dan hanya memejamkan mata keriputnya perlahan.

“Benar. Itu karena langit bulat dan bumi datar.” Kepala Chung Hee menjadi panas. Langit bulat dan bumi datar. Prinsip yang sama digunakan untuk membangun Hyangwonji.

“Lalu, apa ada alasan kenapa lantai kayu ini merupakan yang paling rendah dan semakin tinggi di bagian tengah?” Lelaki tua itu merapikan rambut putihnya yang terurai. Kilauan matanya yang tajam membuat hati terasa dingin.

“Aku tidak tahu siapa kau, tapi kau pasti akan tahu siapa yang memusuhi tulang punggung dunia. Naik ke sini dan berilah hormat tiga kali ke arah tengah.” Chung Hee dengan ragu memberikan hormat tiga kali ke bagian tengah yang paling tinggi, seraya berlutut.

“Seperti yang kau lihat, bagian depan paviliun bertingkat ini terdiri dari tujh kolom dan bagian sisinya tiga puluh lima kolom. Perbedaan lantai ini ditujukan untuk membedakan bagian luar, dalam, dan bagian yang lebih dalam.”

“Apa perbedaan setiap bagian?”

“Pegangan tangga luar menarik kapur di utara, dua dewa penjaga gerbang di barat, dan lading kapas di selatan ke dalam paviliun bertingkat. Tiga kolom di bagian tengah adalah bagian dalam yang lebih dalam. Bagian itu melambangkan tiga hal, yakni langit, kebijakan, dan kemanusiaan. Ketiga ruangan itu dibatasi dengan pintu Bunhapnum (Pintu yang dipasang sesuai dengan kebutuhan, sehingga ruangan bisa terbuka menjadi satu atau dibagi menjadi dua ruangan atau lebih ketika pintu dipasang).

“Pilar bagian luar berbentuk kotak dan bagian dalam berbentuk tabung. Itu prinsip langit bulat dan bumi datar, kan?” “Benar. Delapan pilar yang menopang tiga kolom di bagian paling tengah melambangkan delapan trigram Buku Perubahan yang menyatukan tiga hal tersebut dan lima elemen. Bagian dalam terdiri dari dua belas kolom yang melambangkan dua belas bulan dalam satu tahun. Dua puluh empat pilar yang menopang bagian luar melambangkan dua puluh empat posisi matahari.”

Penjelasan tanpa henti lelaki tua itu terdengar memusingkan. Chung Hee kesulitan menerima banyaknya makna tersembunyi dari paviliun bertingkat yang ternyata bukan hanya mengandalkan keeleganannya. Luar biasa dan misterius, serta mengagumkan dan membuat penasaran.

“Singkatnya, bagian luar Gyeonghweru menarik pegunungan di empat mata angin dan bagian dalamnya memeluk danau yang mengelilinginya. Yang Mulia Raja menyimpan prinsip langit dan bumi di jumlah pilar dan kolom, serta bentuk pilar.” Lelaki tua menghela napas panjang, seakan tengah menyelesaikan hal besar. Perkataan lelaki tua itu berubah menjadi gambar rapi melalui ujung kuas.

Chung Hee melipat kertas yang tintanya sudah mongering, seraya memberikan hormat sebanyak tiga kali ke arah bagian dalam. Ia menuruni tangga yang menghubungkan dengan lantai bawah, pikiran-pikirannya saling bertumpuk.

Yeolsang Jinwon dan Hyangwonji tempat Kang Dae mati, Kantor Percetakan tempat Dae Jung mati, ruang penelitian Jiphyeonjeon tempat Ha Jae mati, Gyeonghweru tempat Tuan Shin Ji mati… Chung Hee tidak tahu dengan pasti, tapi ia dapat merasakan sesuatu yang tidak biasa dari tempat-tempat itu.

Chung Hee mencari dayang sinyeo (Dayang yang bertugas mengontrol buku di Daejeon dan tempat tertutup milik raja lainnya, membacakan dokumen, serta menyalin tulisan) karena Hae Won biasanya membantu di sampingnya.

Chung Hee tidak tahu apa-apa tentang Hae Won. Pertama-tama, setidaknya ia harus mencari tahu secuil saja tentang perempuan itu. Karenanya, ia harus mendatangi dayang sinyeo yang menaunginya.

Selanjutnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 84.