Misteri Pembunuhan Para Cendekiawan Jiphyeonjeon Part 84

Sebelumnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 83.

Dayang sinyeo merupakan perempuan elegan yang berusia empat puluh tahun lebih. Ia bertugas mengontrol dokumen dan buku yang membuatnya menjadi bijak dan intelek. Walaupun Chung Hee merasa ciut ketika melihat tatapan dinginnya, ia malah sengaja berbicara dengan keras.

“Saya datang untuk mencari tahu tentang Hae Won yang merupakan asisten Mamanim (Dayang dipanggil dengan sebutan Mamanim dan asistennya dipanggil haganim).” Dayang sinyeo merasa tidak suka dengan kedatangan tiba-tiba anggota Pasukan Patroli Kerajaan yang terlihat lusuh.

“Apa? Aku sibuk.”

“Saya ingin tahu kenapa perempuan yang tidak bisa berbicara bisa menjadi dayang istana dan menjadi bagian dari dayang-dayang tempat rahasia.”

“Anak itu memang bagian Daejeon, tapi ia adalah dayang ayah mertua Raja, sehingga ia tidak ada di bawah pengawasanku.”

“Dayang ayah mertua Raja?”

“Ia dayang di rumah keluarga permaisuri yang akhirnya dibawa ke rumah istri Putra Mahkota sebelum akhirnya masuk istana. Ia bahkan bertugas mencuci pakaian dalam istri Putra Mahkota yang masuk ke istana sendirian di usia yang masih sangat muda, serta mendampinginya ketika melahirkan.”

“Kalau begitu, apakah posisi dayang seperti itu berbeda dengan yang lainnya?”

“Sebenarnya dayang adalah perempuan-perempuan yang dipilih dari pelayan di kantor public, tapi dayang seperti Hae Won adalah pelayan pribadi istri Putra Mahkota. Dayang Daejon merupakan dayang yang termasuk sebagai bagian Naemyeongbu (Dayang yang bertugas melaksanakan pekerjaan umum), tapi dayang seperti Hae Won hanya bekerja di bawah Putra Mahkota dan istrinya, sehingga ia juga terbebas dari pengaruh dayang jejo yang bertugas mengatur para dayang.”

Chung Hee mengedip-ngedipkan matanya dengan bingung. Chung Hee tidak tahu sama sekali mengenai tugas dan struktur organisasi dayang.

“Maaf, tapi seperti apa dayang jejo?”

“Aduh anak muda ini tidak tahu apa-apa. Walaupun masih muda, kau kan anggota Pasukan Patroli Kerajaan, jadi kenapa sebuta ini akan masalah istana.” Dayang sinyeo mendecakkan lidah dan mulai menjelaskan tingkatan dan struktur para dayang dengan terpaksa.

“Ada puluhan dayang yang tergabung di dalam Naemyeongbu. Masing-masing bertugas di jimil, kamar tidur, ruang membordir, tempat mencuci muka, dapur dalam, dapur luar, bahkan ruang mencuci.”

“Kalau begitu, di mana posisi dan apa pekerjaan Hae Won?”

“Anak itu adalah saenggaksi (Lima belas tahun setelah masuk istana, para dayang tidak akan menikah, melainkan hanya melakukan upacara penyanggulan rambutnya sebagai tanda sudah beranjak dewasa. Para dayang yang tidak menyanggul rambutnya menata rambutnya dengan gaya saeng sehingga disebut saenggaksi. Saeng merupakan gaya rambut dikepang) yang ditmpatkan di Daejeon. Ia tidak memegang pekerjaan khusus dan malah bisa dikatakan mengerjakan semuanya. Melayani, menjahit, membordir, menyiapkan makanan, bersih-bersih, mencuci.”

“Yang saya tidak paham adalah alasan memindahkan seorang hanganim yang tidak bisa berbicara dari paviliun Putra Mahkota ke Daejeon.” Dayang sinyeo melontarkan tatapan penuh waspada. Chung Hee malah menemukan sesuatu yang tersembunyi dan lebih tidak dapat dipahami dari tatapan mata itu.

“Itu urusan Naemyeongbu. Kau pikir aku berkewajiban memberitahukan hal seperti itu kepada anggota Pasukan Patroli Kerajaan rendahan tidak penting? Pergilah!” Dayang sinyeo yang menyadari tatapan penuh curiga Chung Hee, langsung berteriak tajam. Jika disuruh pergi, Chung Hee hanya bisa pergi. Itu merupakan cara bertahan hidup yang ia pelajari dari istana.

“Terima kasih. Saya jadi tahu banyak berkat Mamanim.”

Mengetahui bayak hal dari teriakan yang menyuruhnya pergi? Memangnya apa yang dikatakan? Apa maksud dari hal yang tidak boleh dikatakan? Dayang sinyeo menjadi bingung.

Chung Hee tidak berbohong ketika mengatakan jadi mengetahui banyak hal. Chung Hee sudah cukup beruntung dengan mengetahui bahwa Hae Won awalnya bukan dayang Daejeon dan merupakan dayang ayah istri Putra Mahkota. Walaupun harus mundur, setidaknya Chung Hee telah mendapatkan sebuah petunjuk.

Orang yang bisa memecahkan petunjuk ada di Hojo (salah satu department di Yukjo). Sekarang memang sedang dibubarkan, tapi Garyedogam yang bertugas menyiapkan dan mengawasi pernikahan kerajaan tengah dibentuk. Dua jam setelah keluar dari pintu Yeongchu, Chung Hee mengetahui banyak hal tentang Hae Won.

Semuanya berkat pembicara ulung Kang Sang Seok dari Hojo yang dulu bertugas di Garyedogam pernikahan kerajaan terakhir. Ia adalah orang yang baru merasa puas ketika sudah mengetahui segala hal tentang semua orang. Ia mengatakan semuanya tanpa jeda kepada anggota Pasukan Patroli Kerajaan asing yang datang tiba-tiba untuk menanyakan tentang pernikahan kerajaan.

Chung Hee berjalan menuju pintu Yeongchu yang diembus angin sejuk sambil mengingat-ingat cerita memusingkannya, bagai tengah menggambar di dalam kepala.

Selanjutnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 85.