Misteri Pembunuhan Para Cendekiawan Jiphyeonjeon Part 91

Sebelumnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 90.

“Teori Jung Rae Hoon dibuat dengan memikirkan orang rendahan sepertimu, jadi kau harus menyelesaikan kasus ini secepatnya.” Shim Yoo membasahi bibirnya dan melanjutkan perkataannya.

“Taegeukdoseol menjelaskan teori naluri manusia dan alam semesta melalui satu halaman gambar.”

“Lalu, apa itu paham Taiji?”

“Prinsip final keberadaan manusia dan penciptaan alam semesta. Pada akhirnya, lima elemen juga tercipta dari prinsip Taiji.” Kepala Chung Hee berdenging seakan ingin pecah. Kenapa ia bisa tidak tahu apa yang melahirkan, apa yang menciptakan lima elemen?

Chung Hee membuka sampul buku dengan tangan gemetar. Sebuah gambar yang artinya tidak ia mengerti langsung tertangkap oleh kedua matanya. Gambar yang terdiri atas diagram dan tulisan itu sepertinya tengah memperlihatkan sebuah hukum yang paling pasti dan jelas. Tidak ada satu pun bagian yang melenceng, seperti kotak ajaib dan kura-kura heksagonal.

Seperti satu ditambah satu yang menghasilkan dua, semua angka dan tulisan di gambar itu menciptakan sebuah struktur sempurna yang tidak dapat digantikan. Di sampingnya, terlihat tulisan yang menjelaskan prinsip dasar gambar.

Chung Hee mulai membaca satu per satu huruf yang tercantum, seakan ingin mengukirnya di dalam kepala. “Wuji merupakan Taiji. Taiji bergerak dan menghasilkan Yang. Pergerakan akan menjadi tenang ketika sudah mencapai batasnya. Yin akan terlahir jika ketenangan muncul. Ketika ketenangan sudah mencapai batasnya, pergerakan akan kembali lagi.”

Namun, Chung Hee hanya bisa menyesali kemampuan membacanya yang buruk, karena ia cuma mampu membaca sampai baris ketiga. Tulisan-tulisan yang tidak bisa ia baca terus bertahan di tengah-tengah kalimat. Shim Yoo dengan kesal memandangi wajah Chung Hee yang terlihat bingung.

Ia kesal karena harus mengajari orang rendahan tentang Buku Perubahan yang agung, tapi ia tidak punya pilihan lain jika ingin mengakhiri kasus ini. Shim Yoo menghela napas panjang, seraya membuka mulut.

“Taegeukdoseol menjelaskan tentang penciptaan alam semesta yang berasal dari kehampaan dan moral manusia melalui hukum yang sama.”

“Bukankah itu prinsip dasar untuk mengungkap alam dan manusia secara keseluruhan?”

“Guru Jung Hee mengatakan bahwa konsistensi penciptaan segala hal merupakan salah satu bentuk pengamalan Taiji. Setiap benda merupakan bentuk dari pengamalan Taiji. Berarti, setiap benda memiliki prinsip dasar yang disebut Li. Berarti, Taiji dapat diidentifikasikan dengan Li yang merupakan prinsip dasar pergerakan yang universal akan proses penciptaan.”

“Jika Taiji dipandang sebagai Li, bagaimana lima elemen dan tenaga yang disebut Qi bisa diciptakan?”

“Itu karena perubahan yang bersifat abadi sehingga akhirnya termanifestasi menjadi Qi. Taiji membagi alam menjadi Yin dan Yang, sampai akhirnya muncul air, api, kayu, logam, dan tanah. Yin Yang dan lima elemen merupakan Qi, sehingga hal ini akhirnya dapat disebut sebagai dasar dari teori Li-Qi.”

“Lalu, kenapa Tuan mengatakan bahwa prinsip alam bahkan sampai mendasari keberadaan dan moral manusia?”

“Itu karena jenis kelamin manusia dibagi menjadi dua, yakni Yang atau lelaki dan Yin atau perempuan. Lalu, manusia juga memiliki lima nilai konstan, yakni kebajikan, kebenaran, kesopanan, kebijakan, dan ketuhanan. Dengan kata lain, manusia memiliki kekuatan dan moral. Manusia membutuhkan moral karena kesulitan menghindari hasrat seksual.”

Busa putih bergerak-gerak di ujung kedua bibir Shim Yoo. Ia adalah sosok yang berpegang teguh pada ajaran Konfusius seumur hidupnya. Baginya, Taegeukdoseol karya Jung Rae Hoon bukanlah buku Konfusius sederhana, melainkan alam semestanya. Chung Hee memandangi lagi gambar di depan matanya, seakan ingin mematrinya di dalam kepala.

Selanjutnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 92.