Misteri Pembunuhan Para Cendekiawan Jiphyeonjeon Part 96

Sebelumnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 95.

Yang Mulia terus memandangi gerbang Geunjeongmun yang kosong. Itu adalah gerbang istana pertama yang dilewati para pegawai Yukjo yang memasuki istana. Batu-batu yang dipasang di halaman depan mengeluarkan hawa dingin ketika terkena cahaya musim gugur.

“Hoho! Aku sama sekali tidak percaya Hyun Ki telah pergi melewati pintu itu. Aku merasa seakan ia bisa muncul saat ini juga.” Sang kyu yang mengikuti di belakang, memahami kesedihan Raja. Dua hari lalu, Jung Hyun Ki meninggalkan istana tidak dengan seragam pegawai pemerintahan, melainkan pakaian katun putih. Pelaku kejahatan harus keluar istana melalui pintu utara menggunakan kereta yang dilengkapi dengan jeruji, tapi Jung Hyun Ki dapat keluar istana terakhir kalinya melalui Geunjeongmun berkat perintah Yang Mulia.

“Ini karena kekuranganku. Aku tidak dapat melindungi bawahan yang hebat dan harus kehilangannya begitu saja.” Yang Mulia memandangi ujung atap Geunjeongmun yang seakan tengah melayang, sambil mencengkram ujung jubah kerajaannya.

Ia sudah mengenal Jung Hyun Ki sejak masih menjadi pangeran, berarti sudah lebih dari dua puluh tahun. Jung Hyun Ki dianggap lebih seperti teman dibandingkan dengan bawahan. Ia lebih seperti saudara kandung dibandingkan dengan anggota birokrasi. Walaupun telah naik takhta, Raja masih belum dapat melupakan pembicaraan yang pernah ia bagi dengan Jung Hyun Ki.

“Yang Mulia! Sekarang, kita baru bisa menemukan langit Joseon lagi.” Yang Mulia sudah mengangguk dengan wajah puas. Sekarang, Hyun Ki ada disampingnya, jadi Joseon pasti dapat menemukan langitnya dengan sempurna. Joseon juga pasti dapat menemukan matahari, bulan, dan satu demi satu bintang langit itu.

Sampai saat ini, Joseon masih memakai waktu daerah Yeongyeong negeri Myeong. Di hari kesepuluh Januari, Joseon harus mengirim utusan ke Yeongyeong untuk menerima almanac dari kekaisaran Myeong. Joseon baru bisa menghitung tanggal dan musim, serta memperkirakan waktu terbit dan tenggelamnya matahari ketika almanac itu tiba.

Namun, Jung Hyun Ki mengatakan kalau almanac Negeri Myeong tidak selaras dengan tanah dan langit Joseon. Jam terbit dan tenggelam matahari, serta posisi matahari Myeong dan Joseon berbeda. Almanac Negeri Myeong juga tidak pasti. Yang Mulia memercayai kemampuan Jung Hyun Ki.

Selain naik takhta, Yang Mulia langsung menurunkan titah untuk membuat kalender dan jam Joseon. Namun, itu bukan tugas yang mudah. Pertama-tama, mereka harus memiliki teknologi untuk mengobservasi fenomena astronomi dan teknologi perhitungan yang pasti. Mereka membutuhkan alat astronomi yang akurat jika ingin mengobservasi fenomena astronomi. Mereka juga membutuhkan cendekiawan-cendekiawan astronomi yang andal.

Jung Hyun Ki merekomendasikan cendekiawan-cendekiawan muda pintar di bidang astronomi dan aritmetika, termasuk Lee Jae. Jung Hyun Ki diangkat sebagai penanggung jawab umum dan Lee Jae sebagai penanggung jawab produksi ketika mendirikan Seoundae.

Masalah yang mendesak adalah mencari buku tentang almanac dan astronomi. Hyun Ki membentuk kelompok cendekiawan yang kemudian dikirim ke Cina sebagai utusan. Mereka mencari dengan teliti di tanah Yeongyeong, sampai mendapatkan buku almanac dan aritmetika. Kemudian, mereka harus mengukur titik tengah, titik balik matahari musim panas, dan titik balik matahari musim dingin di Hanyang. Untuk melaksanakan tugas itu, mereka membutuhkan alat observasi astronomi yang akurat.

Tiga tahun kemudian, Jung Hyun Ki dan wakil delegasi Namyang bernama Yong Sang In diam-diam dikirim ke negeri Myeong. Dengan penampilan lusuh, mereka mengelilingi jalan pasar Yeongyeong sambil mendekati cendekiawan-cendekiawan astronomi Cina dan mengumpulkan informasi tentang perhitungan almanac.

Jung Hyun Ki puluhan kali mengalami kegagalan dengan pengetahuan yang ia dapatkan secara diam-diam. Lalu, akhirnya ia bisa membuat bola armilari (alat seperti kompas yang digunakan untuk menentukan lokasi dan arah alam semesta yang selalu mengarah ke utara. Alat ini dapat memperkirakan asensio rekta dan deklinasi yang menandakan posisi matahari, bulan, dan bintang) yang kemudian menjadi dasar seluruh ilmu astronomi. Yang Mulia masih belum dapat melupakan debaran ketika melihat bola armilari untuk pertama kalinya.

Selanjutnya misteri pembunuhan para cendekiawan jiphyeonjeon part 97.