ARK – Buku 04 Bab 09

ARK Buku 04 – Bab 09 – Misteri Labyrinth

Setelah Ark jatuh ke dalam neraka, siang dan malam telah berganti sebanyak empat kali. Pada realita, itu artinya sudah lebih dari 32 jam

Disaat yang sama, Andel dan para assassin tidak meninggalkan tempat bangkit.

Pada beberapa kasus, pemain chaotic yang bangkit disana memberikan tatapan aneh, tapi Andel tidak peduli terhadap mereka.

Malahan, Andel sebenarnya sangai menikmati waktu itu.

 

“Si brengsek Ark itu akhirnya menunjukkan kalau dia hanyalah seorang pengecut. Dia pasti sudah sangat kesal sekarang, ‘kan? Jika seorang kandidat tidak dapat terhubung lebih dari sehari…. mereka pasti akan mencoba menghubungkan kembali dan memeriksa situasi. Tapi ini mustahil. Disaat kau terlihat mataku, matilah kau.”

 

Namun, Andel hanyalah seorang manusia biasa dan dia tidak akan menyia-nyiakan hidupnya hanya untuk balas dendam. Ketika sudah waktunya, dia tetap makan dan tidur.

Setelah 40 jam yang memuaskan, Andel akhirnya logout dari unitnya dan mereganggan tubuh sambil menguap.

 

“Aku tidak akan kesini selama satu hari. Okay?” “Tentu saja.”

Disampingnya, para assassin mengangguk.

Para assassin yang berkemah di depan quartermaster bergantian berjaga dan beristirahat. Pada satu waktu, selalu ada dua orang yang berjaga, jadi tidak akan masalah jika Ark mendadak bangkit.

 

“Biasanya request hanya untuk satu bulan, tapi jika kamu memintanya, maka kami akan menjaga tempat ini selama satu tahun, sampai misi selesai.”

 

“Baiklah, aku percaya padamu.”

 

Andel memberikan tampang puas lalu memutuskan koneksi.

 

“Teknologi para orang asing itu benar-benar aneh.”

 

 

Seorang Assassin bergumam ketika Andel menghilang dari penglihatan.

Namun, NPC tidak bisa benar-benar khawatir. System tidak mengizinkan NPC untuk memiliki rasa ingin tahu.

Setelah Andel hilang, para assassin kembali berjaga di titik bangkit. *Melongo*

Pada saat itu, ada orang yang memperhatikan dari pepohonan.

Dia berhati-hati melihat ke para assassin itu sebelum berlari melalui hutan.

Kakinya yang kecil menyelipkan tubuhnya diantara pepohonan tinggi sambil dia melihat ke belakang. Dia melihat sekitarnya dengan penuh cemas lalu mengulangi pola itu.

Itu seperti sebuah adegan menegangkan (?) dari sebuah film aksi ketika dia akhirnya mencapai pondok di bukit.

 

“Whoa, lihat apa yang kutemukan.”

 

Setelah dia masuk ke dalam pondok, sebuah figur kecil melepaskan tudung kepalanya. Figur kecil itu adalah si hobbit, Sid.

Ketika Ark terjatuh ke dalam neraka, Lorenzo melarikan diri ke dalam kabin tanpa terluka.

Setelah menjelaskan situasinya kepada Sid, mereka menunggu Ark untuk mengontak mereka di kabin.

Lorenzo yang cemas segera menghampirinya.

 

“Jadi? Apakah ada kabar tentang abang?”

 

Ark pergi bersama Lorenzo untuk membunuh para pencuri dan melindunginya disaat para assassin melemparkan pisau pada Lorenzo.  Tentu saja, itu adalah karena quest.

Namun, sebagai seorang NPC, Lorenzo tentu saja naif dan merasa dia berhutang besar pada Ark.

Sejak saat itu, Lorenzo menganggap Ark sebagai abangnya. Sid menggelengkan kepalanya dengan wajah gelap.

 

“Masih belum. Tidak ada yang melihat Ark di Cairo.”

 

“Setelah mundur, apakah dia dikalahkan oleh orang-orang itu?””Aku tidak berpikir begitu.”

“Sialan! Karena aku…..!”

 

Lorenzo diluapi oleh amarah sambil menghantam meja.  Lalu dia tiba-tiba bertanya.

 

“Tapi mereka menggunakan teknik yang aneh. Setelah sebuah luka serius, mereka bisa langsung teleport ke Quartermaster. Karena abang juga orang asing, bukankah dia juga bisa melakukan hal itu?”

 

 

 

“Itulah masalahnya….”

 

Sid menjawab dengan ambigu sambil memasang tampang murung.

Andel dan para assassin berada di Quartermaster untuk menunggu Ark. Itu artinya Ark benar-benar sudah mati.

Mereka tidak akan menunggu disana jika Ark tidak mati.  Mungkin Ark memutuskan untuk tidak bangkit karena dia sudah menduga situasi seperti ini.

 

‘Namanya Andel? Aku tidak tau apa hubungan dia dengan Ark-nim, tapi aku yakin itu pasti sangat buruk. Sampai-sampai dia menunggu di depan titik bangkit.

Apa itu artinya dia akan berhenti bermain?’

 

Sid tidak bisa menebak apakah Ark pernah melakukan hal yang sama pada Andel. Bagaimanapun, interaksi mereka sangat tidak bagus.

Karena Andel dan para Assassin berjaga di Quartermaster, Ark bahkan tidak bisa terhubung ke dalam game.  Dan Sid tidak punya cara untuk mengetahui seberapa lama itu akan berlangsung.

 

‘Andai saja aku punya nomor HP Ark, itu akan jauh lebih baik…’ Sid mendesah frustrasi.

Thump, thump, thump!

 

Tiba-tiba ada suara yang terdengar dari luar, menghantam sesuatu. Sid dan Lorenzo yang terkejut saling bertukar pandangan gugup.

 

‘Apakah itu mereka? Apakah mereka mengikutiku kemari?’

 

Lorenzo yang membayangkan hal terburuk menghampiri pintu lalu mengangkat pedangnya. “Aku tidak bisa melakukannya. Sid, pergilah melalui pintu belakang ketika aku mencoba menahan mereka. “Ha, tapi………”

“Tidak ada waktu untuk berdebat. Dengarkan apa yang akan aku katakan. Aku berhutang nyawa pada abang. Dia memintaku melakukan sesuatu dan aku tidak akan mengecewakannya. Cepatlah pergi selagi aku menahannya.”

 

Lorenzo berkata dengan suara pelan pada adegan mengharukan itu.

Tiba-tiba sebuah obyek masuk ke dalam melalui celah di bawah pintu. Itu adalah sebuah bayangan yang merayap masuk. Lorenzo segera mengangkat pedangnya namun Sid menghentikannya.

 

 

 

“Tunggu! It……..! ”Saek saek saek!

Melihat obyek itu, Sid bernfas lega. Ternyata itu adalah lidah panjang dari ikat pinggang Ark…. Tidak, itu adalah seekor ular.

Lorenzo melihat pada Sid, malu. “Apa, apa! Ular ini?

“Itu bukan ular sembarangan. Ular ini adalah peliharaan Ark.”

 

“Apa? punya abang? Selain kelelawar dan tengkorak itu?”

“Benar! Dan jika ular ini kembali… itu artinya Ark-nim berada diluar sana!” Sid memeluk ular itu.

Snake menunjukkan rasa bahagianya dengan melilitkan tubuhnya pada Sid. Kemudian Snake mulai memuntahkan item dari dalam mulutnya.

Setelah waktu yang lama. Item-item sudah bertumpuk di atas meja. Snake mulai menggeliat dan membuat bentuk aneh dengan tubuhnya. Apa yang dia lakukan Sid menatap kosong sebelum dia menyadari.

 

“Itu adalah sebuah pesan! Itu pasti pesan dari Ark-nim!”

Sid mengeluarkan secarik kertas dan pena lalu menuliskan apa yang Snake bentuk. Untuk Sid.

Sid. Aku masih hidup untuk saat ini.

Karena sebuah situasi, untuk saat ini aku tidak bisa kesana. Jadi aku akan mengirim Snake sebagai gantinya.

Snake akan memberimu items untuk diatur, dan tolong kirimkan item yang aku butuhkan melalui Snake.

Aku butuh makanan dan potions dari toko dan juga kotak perbaikan. Kirimkan aku kertas dan pena juga.

 

 

“……Jadi aku harus mengurus items ini dan menjual japtemnya…. Seperti yang kuduga dari Ark-nim…”

 

Sid menggerutu dengan ekspresi lelah.

 

 

Kemudian. Itu adalah solusi yang Ark peroleh akibat kekhawatirannya dengan japtem. Ark akhirnya menemukan sebuah jalan keluar melalui sebuah saluran ke luar.

Saluran itu berdiameter 10cm, dan meskipun banyak ular tidak akan bisa melewatinya, Ark memiliki ide yang gila. Maka dari itu, dia menaruh items yang perlu dia jual di dalam Snake lalu mengirimnya ke kabin dimana Sid dan Lorenzo berada.

 

“Begitulah. Sudah selesai semua. Jika Ark-nim masih hidup, maka kita tidak perlu khawatir dengan para assassin sementara ini. Dasar. Meskipun akan lama, tunggulah aku disana…. ”

 

Sid mengumpulkan item dari Snake ketika dia terharu sampai menangis.

Lalu dia memasang tudung kepalanya lagi lalu menyelinap ke Cairo dengan menggunakan gulungan [Lie]. Dia mengorganisir japtemnya dan kembali dengan items yang dibutuhkan Ark, yang kemudian ditelan oleh Snake.

 

“Snake, berhati-hatilah!” Ssak Ssak ssak!

Snake menggangguk dengan mata penuh rasa tanggung jawab, lalu kembali merayap di tanah.

 

 

 

 

 

“Park So-mi” “Ya,”

Hyun-woo dipanggil oleh resepsionis. Dia dihampiri oleh seorang staff yang menyerahkan sebuah tagihan.

 

“Tagihan penuh adalah 5,210,000 won. Apakah kamu ingin membayar dengan kartu? ” “Eh, 5,210,000 won?”

Ark bertanya kembali dengan ekspresi terkejut.

 

Bulan lalu masih 4,500,000 won.”

 

“Ada kenaikan biaya pengeluaran pada bulan ini. Apakah kamu tidak menerima surat informasi?”

 

 

Staff itu mengeluarkan surat informasi yang dimaksud.

Dia membaca daftar perawatan untuk setiap pasien. Tapi intinya adalah, tagihan rumah sakit naik karena inflasi. Akhirnya, rumah sakit juga terkena dampak dari inflasi.

Kenyataannya, pembicaraan tentang naiknya biaya rumah sakit sudah terdengar sejak beberapa bulan lalu. Namun, opini publik menahannya selama ini.

‘Bahaya dari privatisasi badan kesehatan telah ditunjukkan.’ “Apakah pasien diikat pada sebuah kursi? ‘

Program acara terkini disiarkan setiap hari, dan organisasi induk yang menentang privatisasi badan kesehatan juga ditampilkan.

Tapi pada akhirnya, biaya rumah sakit tetap saja naik.

Meskipun sebenarnya Hyun-woo tidak berpikir bahwa biaya rumah sakit akan terus tetap sama.  Mau game ataupun realita, semuanya mengandalkan kekuasaan.

Rumah sakit hanya peduli dengan kepentingan mereka sendiri sedangkan orang-orang yang menolak kenaikan biaya rumah sakit adalah orang-orang yang tidak mampu.

Bukankah sudah jelas kelompok mana yang akan menang jika keduanya berlawanan? Pemerintah yang seharusnya mendukung rakyat pada akhirnya memilih untuk membiarkan privatisasi rumah sakit terjadi, dan pura-pura tidak melihat rakyat yang tidak mampu.

………..Kapan itu terjadi?

Ini adalah cerita yang sama dengan ketika pemerintah pertama kali berbicara tentang menswastakan layanan umum.

Penduduk Republik Korea itu tidak bodoh.

Tentu saja, ada banyak yang menentang privatisasi dan lebih dari 100,000 berpartisipasi dalam protes dengan cara menyalakan lilin.

Meskipun dia tidak berpartisipasi dalam protes, mayoritas penduduk bawah mendukung mereka. Ini jelas adalah sentimen publik. Tapi pemerintah sama sekali tidak goyah dan tidak berpihak pada sentimen publik.

Malahan, mereka menyatakan protes dengan lilin adalah tindakan demonstrasi yang kasar dan menggunakannya untuk mendorong privatisasi.

Tentu saja, pemerintah mendorongnya, tapi masalahnya juga disebabkan oleh para penduduk yang tidak peduli.

Sudah hal biasa bagi sentimen publik untuk berubah dengan cepat.

Ini adalah kata yang cocok. Tapi sentimen publik tidak berarti sama sekali bagi orang-orang yang memiliki uang dan kekuasaan. Tapi tidak bagi orang-orang yang miskin.  Ini adalah dunia yang menyedihkan bagi orang-orang yang tidak disenangi.

Bagi orang-orang seperti Hyun-woo, mereka tidak memiliki kekuatan dan hanya bisa bertahan hidup bersama biaya yang terus naik.

 

 

“Berapa?”

 

Hyun-woo mendesah ketika staf itu menjawab dengan ekspresi kesal.

 

 

“5,210,000 won?”

‘Sialan, menjual Fire Slayer hampir tidak cukup untuk menutup pengeluaran bulan ini.’ Ketika dia pertama kali memeriksa rekeningnya, dia merasa seperti berjalan diatas awan.

Namun, setelah membayar berbagai macam biaya utilitas, sewa, makanan, dan rumah sakit, simpanannya yang berjumlah 14,000,000 sekarang hanya tersisa 5,000,000 won. Tapi tak bisa dipungkiri dia mendapat tambahan sepuluh juta won.

 

‘Ok, bulan ini hitam.’

 

Hyun-woo mencoba menenangkan dirinya sambil berjalan menuju lantai dua.

Ketika dia sampai ke pusat rehab lantai dua, dia segera melihat ibunya melalui jendela kaca. Ketika dia melihatnya mencoba melangkah maju bersama dengan terapis profesional, moodnya langsung berubah menjadi lebih baik.

 

‘Ia sudah mulai berlatih berjalan! ‘

 

Disisi lain, hal ini meningkatkan motivasinya untuk bekerja lebih keras untuk menghasilkan uang. “Itu…. itu benar.  Uang itu penting.

Alasan pemerintah untuk memprivatisasi badan kesehatan adalah untuk meningkatkan kualitas layanan medis.

Untung saja, janji itu ditepati.

Dibawah manajemen swasta, pusat layanan kesehatan jelas tampak meningkat. Dalam pusat rehab yang canggih, ibunya menerima perawatan 1:1 dengan terapis profesional dari pihak manajemen.  Dari latihan sampai makan.

Dan berkat hal itu, penyakit ibunya membaik dengan cepat. Dan jika Hyun-woo tidak kesulitan dalam membayar biaya rumah sakit, perawatan seperti itu akan terus tumbuh.

Hyun-woo masih mengingat kejadian di rumah sakit beberapa saat yang lalu.

Karena biaya rumah sakit tidak dibayar dimuka, seorang pria tua dikeluarkan dari rumah sakit…

‘Hal seperti itu tidak boleh terjadi pada ibuku.’ Pikir Hyun-woo sambil menggertakkan gigi.

Dia ingin ibunya memiliki rasa percaya diri untuk hidup. Tapi dia juga harus menanggung beban tanggung jawab ibunya.

Pikiran itu lebih kuat dari segala hal lain di dalam kepalanya. Dia ingin ia berfokus pada penyembuhan tanpa mengkhawatirkan apapun. Hanya itulah keinginan Hyun-woo.

Ibunya tertawa ketika ia melihat Hyun-woo dari dalam jendela kaca. Hyun-woo melambaikan tangannya sambil menghapus ekspresinya yang kaku.

Rehabilitasi itu sangat sulit, orang yang sehat tidak akan bisa membayangkannya.

 

 

Namun Ibunya tidak pernah mengeluh sulit sekalipun.

Sebenarnya Hyun-woolah yang paling menderita jika dipikirkan. ‘Tidak, aku tidak sulit sama sekali.’

Hyun-woo sama sekali tidak menderita jika dibandingkan dengan ibunya.

 

‘Ya, sekarang aku bisa tertawa di depan ibuku karena New World. New World adalah harapan terakhirku. New World adalah sesuatu yang tidak bisa aku serahkan. Bahkan Andel dan Alan sekalipun…. meskipun aku harus merangkak naik dari bawah karena mereka, aku tidak akan menyerah! Jika kalian mengacauku, aku akan merangkan naik dan menginjak kalian! Aku akan menunjukkan kepada kalian semangat dari orang miskin.’

 

Hyun-woo duduk di kursi tunggu klinik dan mendapat sebuah ide.

 

‘Untuk melakukan ini, aku harus segera mencari jalan masuk ke Underground World…. ‘

 

Tiga hari telah berlalu sejak Hyun-woo masuk ke Labyrinth bawah tanah. Pada mulanya terdapat banyak kesulitan, tapi sekarang dia sudah menyesuaikan diri dan levelnya meningkat ke 93. Jika bukan karena bau busuk, sebenarnya tempat ini adalah tempat hunting yang baik.

‘Tapi, ini bukan uang.’ Itulah masalahnya.

Sejauh ini, Hyun-woo menghasilkan rata-rata 20~30 Gold perhari.

Tapi dia perlu menghasilkan lebih banyak lagi jika Hyun-woo ingin mempertahankan hidupnya.

Untung saja, item dari labyrinth bawah tanah bisa berkontribusi dalam hal itu.

Drop rate item disini cukup tinggi untuk skeleton yang tidak sering muncul dan membutuhkan beberapa waktu untuk dibunuh. Ditambah lagi, dia tidak bisa mengabaikan uang yang dia habiskan untuk membeli makanan dan kotak perbaikan.

 

‘Meskipun aku masih memiliki kelebihan di rekening bankku saat ini, tetap saja akan menjadi semakin sulit di masa yang akan datang. Aku juga harus segera mencari Underground World untuk fragment Three Marvels…’

 

Namun, dia masih belum menemukan petunjuk untuk masuk ke dunia itu.

Dia sudah menjelajahi lantai 1, 2, dan 3 di labyrinth ini. Namun, tingkat kelengkapan peta ini dengan menggunakan skill Cartography adalah 99.9%. Dia tidak bisa masuk ke dalam sana karena pintu besi yang menghalanginya.

 

‘Apa alternatif lainnya? Teka-teki? ‘

 

 

 

Ark mendesah lalu mengeluarkan sebuah buku catatan dari dalam kantongnya. Pada buku catatan itu terdapat peta neraka bawah tanah yang dia gambar.

Itu adalah sebuah maze dengan jalan yang saling terhubung. Dia sudah menemukan puluhan lubang cacing selama penyelidikannya tapi dia masih belum berhasil menjawab teka teki itu. Ditambah lagi, tidak mungkin ada jalan rahasia lagi karena kelengkapan peta itu sudah 99.9%.

 

“Apakah kamu menunggu lama?””Oh, Ibu!”

Pada saat itu, pintu ruang terapi dibuka dan ibunya keluar bersama dengan suster.

Hyun-woo berdiri dan membantu ibunya duduk. Ibunya menyeka keringat sambil tertawa.

 

“Apa yang membuatmu berpikir begitu keras? Apa kau belajar sesuatu belakangan ini?”

 

“Oh, tidak. Ini……..” “Apa itu? Mari lihat.”

Ibunya mengangguk sambil menelusuri buku catatan itu. “Ah, dot-line puzzle ketika kau bosan.””Hah? Dot-line puzzle? ”

“Iya, jika kau menggambar sebuah garis pada dua titik, maka puzzlenya akan komplit. Bukankah begitu? Aku memang banyak mengerjakannya di masa lampau… ho ho ho, ketika kami masih pacaran ayahmu kadang-kadang membuat puzzle itu. Dia membuatnya dengan menyembunyikan pola gambar hati. Tampaknya ini digambar dengan tangan? Tetap saja, orang yang memberimu puzzle ini pasti memanjakanmu. Tapi, ini cukup bagus.”

 

Hyun-woo melihat pada map itu dengan mata bingung. Dot-line puzzle? ‘Apakah ini begitu jelas?’

Dia mencoba membayangkannya sambil mendengar kata-kata ibunya.

Hyun-woo menggambar hampir seluruh peta labyrinth bawah tanah dan dia juga menandai lokasi lubang cacing dengan sebuah titik.  Itu dapat membentuk sebuah gambar.

 

 

 

‘Ara? Apa ini?’

 

Tanpa berpikir panjang, Ark mencondongkan kepalanya sambil menghubungkan satu titik ke titik lain. Ark merasa ada yang aneh jadi dia meletakkan peta dari lantai 1 hingga lantai 3 satu diatas lainnya lalu melubangi titik lubang cacing dengan pena ditangannya.

Jadi, jika kamu membuat lubang melalui semua lubang cacing di lantai satu, dua dan tiga, maka sebuah figur akan terbentuk?

Ini tak lain adalah…. tiga segitiga yang saling bertimpaan seperti yang terdapat di pintu besi! Pada saat itu, sesuatu terlintas dalam pikiran Hyun-woo.

 

– Tempat ini disegel menurut sumpah kuno.

Jika kamu tidak mengerti kata-kata ini, tidak ada peluang bagi kamu untuk melewati tempat dimana aku tertidur.

Seseorang yang memiliki tujuan baru bisa membangunkanku.

Seseorang yang berziarah kesini dengan bangga dan mengucap namaku dengan hormat akan dapat menyebrang……

 

Itulah kata-kata yang tertulis di pintu besi. Mereka yang tidak mengerti tempat ini tidak bisa masuk.

 

‘Petunjuk pertama berarti aku harus mengenali medan labyrinth seutuhnya.’

 

Hyun-woo sudah memikirkan hal ini, makanya dia menggambar sebuah peta dan membawanya kemana-mana. Namun, pertanyaan kedua dan ketiga masih

belum terjawab.  Tapi tak disangka, ibunya malah memecahkan teka-teki itu.

 

‘Seseorang yang memiliki tujuan. Itu artinya, jika aku ingin masuk ke dunia bawah tanah, Ark harus mengatakan ini! Jika aku dengan sengaja mengatakan ini sambil berjalan di labyrinth, sebuah jalan mungkin akan terbuka.  Dan aku harus berkata aku berziarah kesini disepanjang tanda-tanda itu! ‘

 

Tanda-tanda di lubang cacing yang memenuhi labyrinth bawah tanah.

 

‘ Jika aku dengan sengaja berziarah dan menyatakannya diujung lubang cacing, maka semuanya mungkin akan menjadi jelas! Tidak, aku tidak bisa berpikir lebih dari itu. Ya Tuhan, ini begitu mudah, tapi aku sama sekali tidak menyadarinya selama tiga hari.

 

Sekarang Hyun-woo dapat login ke New World dengan percaya diri. Meskipun demikian, dia telah menyia-nyiakan tiga hari merenungkan misteri itu dan dia juga telah menghabiskan waktu bermain tetris dan Go stop dengan ibunya.

Setelah kamu sudah mulai mengenal game ini, maka ini akan menjadi sebuah perangkap.

 

 

Setelah menjadi begitu kenal dengan game, dia menjadikan semua masalah berhubungan dengan game dan menjadi semakin sulit. Namun, ibunya tidak tau tentang New World.  Seperti yang ia katakan, ini hanyalah apa yang terlihat.

Puzzle original bagi mereka yang mencari jawaban tidak terlihat.

Hyun-woo menggengam tangan ibunya lalu berteriak. “Ibu! Ibu telah menyelamatkan Ark!”

“Apa? Apa yang kamu katakan mendadak begini? Siapa itu Ark? Temanmu yang terlihat seperti bule?”

 

“Ada orang ini.  Dia adalah alter ego-ku. ”

 

Alter ego? Kamu, tidak mungkin…… kamu mendapat pacar?””Tidak, ini lebih penting daripada seorang pacar. Ark.”

Hyun-woo menjawan dengan sebuah tawa.

 

 

 

 

 

“Sekarang mari kita mulai.”

 

Setelah kembali dari rumah sakit, Ark segera login ke dalam game. Sebuah cahaya redup menyebar bersamaan dengan munculnya pemandangan labyrinth kotor.

 

“Apakah kamu baik-baik saja, master?”

 

Dedric bertanya dengan ekspresi meragukan ketika dia di-summon. Dedric, apakah kamu ingin segera pergi dari sini?”

“Apa? Jika kita bisa….””Huhuhu, jangan khawatir. Kita akan segera pergi.”

Ark berkata dengan penuh percaya diri lalu membuka window peta-nya.

Sebelum login, dia sudah memikirkan kemana dia harus memulai.

 

 

‘Searah jarum jam dari ujung kanan. Aku diberitahu untuk menyatakan rasa hormat dan berziarah maka aku harus bergerak ke arah yang tepat. Jika itu tidak bekerja, maka aku harus mencoba lagi dari arah yang berlawanan.’

 

Ark memecahkan sebuah tengkorak skeleton lalu berlari menelusuri labyrinth bawah tanah. Dia sudah lelah melawan skeletons. Tapi dia juga tidak menginginkan sesuatu yang baru.

Ketika sebuah lubang cacing muncul sewaktu Ark sedang bertarung, dia menggunakan Riposte lalu melompat kebawah lubang cacing itu. Tidak peduli seberapa banyak skeleton yang muncul, jika kamu melompat ke dalam lubang cacing, maka pengejaran akan berhenti, dan pertarungan selesai.

 

‘Sekarang waktunya untuk memastikan jawaban terhadap teka-teki itu! ‘

 

Ketika dia melompat ke dalam lubang cacing itu, dia langsung berpindah ke area baru.

Dia membuka petanya dan dengan skill cartography-nya, dia memastikan jika kamu menghubungkan sebuah lubang cacing dengan yang lainnya dengan garis lurus, maka lokasinya akan berhubungan di bagian tengah.  Peluang jawabannya adalah jawaban benar sudah meningkat.

 

‘Lubang cacing berikutnya berada 20 meter dari sini.’

 

Ark segera bergerak ke lubang cacing berikutnya lalu melompat. Dia melakukan ini sekitar 20 kali, sebelum Ark benar-benar kembali ke lubang cacing semua. Sayangnya, semua kotoran berkumpul di tubuh Ark membuatnya tiba dengan bau busuk.  Summons-nya juga sama.

Mencoba untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, dia menarik Dedric dan Skull ketika dia masuk ke lubang cacing, jadi mereka juga kotor.

 

“Apa yang kau lakukan? Kau sudah gila? Kenapa kau terus-terusan melompat kotoran?”

 

“Kau ribut sekali, tak diragukan, ini yang terakhir!”

 

Sebelum Dedric dapat berbicara, Ark melompat ke lubang cacing pertama lagi.

Ketika itulah. Ketika dia melompat ke lubang cacing itu, dia mendengar suara sesuatu yang berputar, dan ada sesuatu yang terasa berbeda dengan sebelumnya.

Hingga saat ini, waktu yang dibutuhkan untuk melalui sebuah lubang cacing adalah maksimal 10 detik, tapi kali ini lebih lama. Atas, bawah, samping…. dia tersedot ke semua arah sampai pada akhirnya dia terjatuh ke suatu tempat.

 

Kwajik, warururu!

 

Ark menjerit ketika dia jatuh ke bawah tapi segera bangkit berdiri dan memeriksa sekitarnya.

 

 

 

‘Seperti yang kuduga, ini adalah pertama kalinya aku melihat tempat ini!’

 

Pada saat itu, sebuah nada berbunyi dan jendela pesan muncul.

 

-Kamu telah melengkapi ‘Hell’s underground labyrinth.’

{Knowledge of Ancient Relics +15, Intelligence +10 dan Fame bertambah by 30}

 

– Kamu telah melengkapi peta ‘Hell’s Underground Labyrinth’ dengan tingkat kelengkapan 100%.

Menggambar peta Underground Labyrinth sekarang sudah bisa dilakukan.

{Experience + 1000}

 

Ark sekarang sudah yakin bahwa dia menemukan jawaban yang benar. Tempat dimana Ark terjatuh adalah sebuah gua besar.

Itu adalah sebuah ruangan tersembunyi di labyrinth bawah tanah dengan tumpukan tulang dan skeleton dalam jumlah besar. Ini adalah tempat yang mustahil ditemukan dengan hanya menelusuri setiap sudut! Ketika dia melihat ke belakang, dia melihat dia sudah berada dibalik pintu besi.

Dia akhirnya melewati pintu itu.

 

‘Disuatu tempat disekitar sini adalah jalan masuk menuju Underground World! ‘

 

Ark berdiri lalu melihat ke sekitarnya. Mulut gua itu terbuka lebar disisi kanannya. ‘Aku penasaran spesies apa yang tinggal di tempat mengerikan seperti ini? Ara? Tapi apa ini?’

Semangat Ark menurun ketika dia menelusuri gua itu. Masih ada satu halangan terakhir.

Jalan masuk ke dalam gua itu tertutup oleh pintu besi yang tebal. Untung saja, disamping pintu itu terdapat sebuah tuas untuk membuka pintu itu, namun bagian atasnya telah patah.

 

”Aku tidak bisa menarik tuas ini. Apakah ada jalan lain? ‘Ark membuat wajah frustasi.

Dudududu, ttadak, ttadadak!

 

Tiba-tiba, lantai mulai geruncang seperti ada sebuah gempa bumi.

Disaat yang sama, sebuah obyek hitam terangkat dari dalam tanah dan mulai menarik tulang-tulang disekitar sampai membentuk sebuah obyek. Dalam sekejap, obyek itu sudah menjadi sangat besar.

 

 

Ada sekumpulan tengkorak dan kerangka yang bergerak di udara. “Tulang-tulang lagi?”

Dedric menjerit kesulitan disaat sebuah pesan peringatan muncul.

 

– Boss monster ‘Kraken’ telah muncul! ‘Boss monster! ‘

Dia menggunakan Eyes of the Cat secara refleks untuk melihat informasinya.

Itu adalah boss monster berlevel 150!

Disaat Ark sangat bingung dengan situasi yang terjadi, sesuatu menjulur keluar dari dalam tubuh kraken itu.

Ratusan tulang-tulang menempel menyatu membentuk sebuah sabit besar! Ark merasakan aura mengerikan sambil dia berguling di lantai.

Benda itu terbentuk dari potongan tulang-tulang yang tersebar di sekitar.

 

‘Sialan, aku sama sekali tidak mengira akan ada boss monster disini ketika aku sudah berhasil memecahkan teka-teki itu. Tapi aku tidak datang kesini untuk mati. Lagipula, ini artinya aku harus menyerang dulu, atau akulah yang mati.

 

Ark menarik pedangnya lalu menyerbu ke Kraken. “Dark blade!”

Bang bang!

 

Suara deruan keras dari tulang-tulang dapat terdengar dimana-mana. Kraken itu terdorong mundur ke belakang. Bentuknya sekarang mencerminkan natur Kraken.

 

Kuo oooo!

 

Kraken itu bergetar lalu mengangkat semua tulang-tulang yang terhubung pada lengannya.

 

Sabit, tombak, pedang….. tulang-tulang itu membentuk semua bentuk senjata lalu menyerbu ke arah Ark. Serangan itu datang secara bersamaan dari empat atau lima arah yang berbeda! Tapi Ark sudah pernah menghadapi serangan seperti itu ketika melawan Skeletons.

SSekali lagi, tidak ada alasan untuk panik. ‘Riposte!’

 

 

 

Ark memutar tubuhnya dengan kaki kanannya lalu menusukkan pedangnya. Putt putt POW!

Serangan balasannya mengenai titik dimana lengan kraken masih bertumbuh.

Oleh karena dia terbentuk oleh tulang, ketika terkena serangan balasan, dia pecah kembali dan jatuh ke tanah tak berdaya. Tentu saja, Ark terkena tiga atau empat pukulan, tapi dia hanya kehilangan 150 HP.

 

‘Oke, benda ini. Damage dari boss ini tidak begitu kuat.

Dan, kecepatannya ternyata sangat pelan dan mudah dihancurkan. Meskipun levelnya tinggi, tingkat kesulitannya ternyata tidak.  Aku bisa menang dengan mudah! ‘

 

“Dedric, Skull! Plan B! ”

 

Lawannya adalah boss monter.

Kalian tidak perlu menggunakan formasi yang rumit.

Dua summons Ark bergerak ke sisi yang berbeda untuk menarik perhatian Kraken pada mereka, sementara Ark menyerang balik.

Dia menghantam tangannya yang melayang, menghancurkannya dengan counter attack berkali-kali. Tidak lama bagi Ark untuk menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh dengan hal ini.

 

‘Apa ini? ‘

 

Meskipun dia sudah banyak menyerang, Kraken sama sekali tidak kehilangan HP.

Tidak hanya itu. Karena pertarungan ini tidak sulit, dia sampai lupa, dan ketika dia menggunakan Eyes of the Cat, dia melihat bahwa tidak ada kelemahan.

 

‘Apa yang terjadi ? Kenapa tidak ada damage?’

 

Ada sesuatu yang aneh. Namun, Ark menghindari serangan Kraken dan terus menyerang untuk saat ini.

Sesungguhnya, tidak ada cara lain. Jadi setelah beberapa menit serangan ganas, terdapat sebuah celah diantara tulang-tulang yang menunjukkan sebuah obyek hitam.

Sebuah titik merah pada obyek hitam itu menunjukkan bahwa itulah tujuan semua serangannya. Sekarang Ark sudah mengerti situasi yang dia hadapi.

 

‘Jadi begitu. Benda ini sama seperti jellyfish dan slime. Tulang-tulang ini adalah sebuah armor dan jika aku melepaskan semua tulang pada celah itu, maka aku bisa menyerang! Ini tidak akan sulit!’

 

Ark mempersempit jaraknya dan menggunakan Dark Blade pada obyek hitam itu.

 

 

Tidak, seketika dia mencobanya, Kraken itu membalikkan tubuhnya. Disaat yang sama, dia mengeluarkan tekanan angin yang besar dan Ark terdorong mundur beberapa meter. Berkat hal itu, Dark Blade tidak mengenainya.

Tapi itu sangat lucu sehingga membuat Ark mendengus.

 

“Tulang-tulang yang sedang berkembang bergerak begitu pelan, tetapi ketika kelemahannya ter-ekspos, dia bisa bergerak dengan sangat cepat. Tapi itu tidak ada artinya. Karena aku akan terus menyerang sampai semua tulang-tulangnya lepas!”

 

Namun, itu adalah kesalahan besar.

Tepat ketika Ark mengayunkan pedangnya, lantai bergetar dan tulang-tulang terangkat ke udara.  Dan seperti yang terjadi pertama kali, semuanya menempel seperti magnet ke Kraken.

Karena dia mendapat tambahan tulang, armor tulangnya menjadi semakin tebal dibanding dengan yang tadi. Ditambah lagi, tingkat serangan tulang itu semakin keras dan kecepatannya meningkat.

 

Soeeeeee! Bang bang! “Apa apaan ini….!”

Ark menghindari serangan dengan berguling di lantai sambil terlihat bingung.

Dia sudah berusaha selama 10 menit, tapi situasinya hanya mengulang saja. Dia menghancurkan armor tulang dengan pedangnya, kemudian Kraken akan segera membentuknya kembali. Dan jumlah pengulangan membuat Kraken semakin besar dan kuat.

“Ini gila! Bagaimana aku bisa menang melawan ini?” Kata-kata kotor mulai keluar dari mulut Ark.

Benar, tulang-tulang itu menyatu. Jika Kraken dapat terus-menerus mengumpulkan tulang, dia tidak perlu bertarung lagi, hanya perlu mengumpulkan tulang-tulang saja. Dan meskipun Ark tidak senang dengan pertarungan ini, dalam kondisi seperti ini bertarung selama 5 malam 6 hari pun masih belum tentu ada hasilnya.

 

‘Ada batas seberapa lama aku bisa menghindar. Ketika nukleusnya tampak, sebuah badai muncul dan mendorong Ark kebelakang, sehingga tidak ada cara untuk menghampirinya. Disaat dia berbentuk seperti itu, bahkan Blade Storm sekalipun tidak akan berguna. Tapi, pasti strategi untuk mengalahkannya. Apakah ada cara untuk menampilkan nukleusnya tanpa membuatnya mengaktifkan badai?’

 

Ark yang berpikir keras tiba-tiba teringat dengan Skull. ‘Tunggu sebentar….’

Sesungguhnya, Ark tidak tau dimana Skull sekarang.

 

 

Karena ada banyak tulang-tulang yang terus bergerak di sekitarnya, sangat sulit baginya untuk membedakan tulang lain dengan Skull.

Tidak seperti Dedric yang serangannya gagal, serangan Skull sebenarnya beberapa kali mengenai. Dengan kata lain, bahkan Kraken sendiri tidak bisa membedakan tulang yang satu dengan yang lain.

Lalu sebuah ide muncul di kepala Ark.

 

‘Tulang? Skull (tengkorak)? Oh, aku tau aku tau. Ada alasan bagiku untuk mendekatinya! ‘

 

Pada saat itu, Ark melangkah maju dan mengayunkan pedangnya lalu mundur. Dia sudah memastikan sisa mana-nya hanya tersisa 300. Angka yang berbahaya.

 

“Blessing of the Sea Spirit!”

 

Ark mengaktifkan Adelaine’s Necklace yang meningkatkan DEF sebesar 40% dan memulihkan 500 mana.

Sekarang mananya adalah 800! Itu sudah cukup untuk mengambil resiko ini.

 

‘Ketika menggunakan Blade Storm, serangannya cepat tapi aku tidak tau berapa lama waktu yang dibutuhkan, jadi sekarang sebaiknya menghemat mana. ‘

 

“Dedric, kau juga! Cancel summon!” “Apa? Kenapa?”

Dedric memberikan tampang terkejut.

Ark yang mengurangi konsumsi mananya ke minimum kembali menyerang lagi. Dia memecahkan tulang-tulang dengan pedangnya dan menyebarnya kemana-mana.

 

“Dark blade!”

 

Ark mempersempit jaraknya tanpa tunda dan mengirimkan sebuah Dark Blade pada tubuh Kraken.

Sebuah aungan keras menggema keluar dari armor tulang lalu terbelah menjadi dua. Alhasil, Kraken akhirnya tampak diantara tulang yang terbelah itu. Dia sudah mengetahui bahwa dengan memutar tubuhnya, Kraken bisa menciptakan sebuah badai.

Ketika itulah peluang Ark, dan dia langsung membidik! “Sekarang! Skull, cancel summon, summong ulang!”

Ketika Ark tertangkap di dalam badai itu, Skull dipanggil ke tangannya.

 

 

Ark menahan posturnya dengan memusatkan tenaga di kaki kirinya sebelum melemparkan Skull dengan segenap tenaganya. Dan tak lama setelah badai reda, Kraken memperbaiki armor tulangnya lagi lalu Ark menghampirinya.

Ketika Kraken mulai membentuk sebuah pedang, tiba-tiba dia tersentak.

Disaat yang sama, HP Kraken berkurang dari 100% menjadi 1%. ‘Sukses! ‘

Ark mengepalkan tangannya dan bersorak.

Inilah strategi yang Ark bidik.

Kraken akan terus memperbaiki armor tulangnya.

Bahan-bahan yang dia butuhkan adalah tulang-tulang di sekitar. Jika begitu, bukankah summon Ark terbuat dari material yang sama?

Oleh karena itu, Ark memberikan pukulan keras dan disaat Kraken mencoba memperbaiki Armor tulangnya, Skull dilemparkan ke nukleus Kraken. Dan Kraken yang bodoh itu tidak bisa membedakan yang mana tengkorak yang dia gunakan untuk membentuk Armor.

Skull menempel tepat disamping nukelusnya!

Oleh karena itu, Kraken terus-menerus diserang dari dalam armor tulang itu. Damage dari Skull tidak begitu besar, namun jika digigit dari dalam, tetap saja ada damage. Ditambah lagi, Kraken memiliki karakteristik yang mirip dengan Jellyfish dan Slime, jadi nukleusnya memilik DEF yang rendah.

Setelah Skull menggigit nukleus, darah Kraken perlahan berkurang. Tidak ada cara untuk menghentikan serangan skull dari dalam kraken.

Armor yang digunakan untuk melindunginya sekarang malah menggigitnya.

 

‘Sekarang mana-ku yang tersisa adalah 600. Jika hanya Skull sendiri yang mengkonsumsi mana, maka bisa bertahan 10 menit. Aku tidak punya pilihan lain selain berharap Skull membunuh Kraken dalam rentang waktu itu!’

 

Kuo oooo!

 

Kraken menjerit dari rasa sakit yang dia rasakan.

Namun, Ark harus menghentikan serangannya dan berfokus menghindar. Ditambah lagi, Kraken melihat serangan yang datang tapi malah menyerang lebih keras.

Kraken menunjukkan waktu yang lebih cepat dari yang diperkirakan. Hanya dalam 5 menit.

Berkat serangan Skull, Kraken sudah berada dalam kondisi kritis.

Kraken tidak bisa mempertahankan armor tulang yang menutupi tubuhnya lagi, dan dia terjatuh ke lantai karena sudah mulai kehilangan tenaga. Lalu pemandangan yang tampak adalah Skull dengan gilanya menggigit nukleus hitam itu.

 

“Sudah, terima kasih. Skull, mundur.”

 

 

Ttadak! Ttak ttak ttak!

 

Skull, yang mulutnya masih dipenuhi nukleus kraken, melepaskan diri lalu meludahkan. Disaat yang sama, Ark mencurahkan sisa Mananya pada pedangnya untuk serangan terakhir

 

“Dark blade!”

 

Pedangnya lenyap ke dalam kegelapan dan mendadak muncul lagi di depan kraken. Suara efek yang intens menandakan adanya critical hit.

Kuo oooo!

Darahnya akhirnya mencapai nol dan Kraken itu mulai kejang-kejang sebelum meledak. Ledakan itu membuat tulang-tulang tersebar ke segala arah.

-Kamu telah naik level.

 

“Skull! Yes, kita menang berkat kamu!” Ttak, ttak ttak ttak!

Skull memandang ke atas langit.

……….Dia sedang tertawa.

Ark memalingkan kepalanya lalu mengelus Skull. Itu adalah makhluk yang aneh, tapi tetap saja sebuah boss monster.

Dia menjatuhkan banyak items. Seperti yang diduga, tempat dimana kraken mati terdapat sebuah pedang hitam yang menancap ke dalam tanah.

 

“Eh? Ini, ini adalah…..! ”

Mulut Ark terbuka lebar ketika dia memastikan informasi yang dia dapat. Saw blade (Cursed)

Pada jaman dulu, tulang punggung dari tubuh yang dibuang ke neraka digunakan untuk membuat

pedang ini. Kraken yang menguasai labyrinth bawah tanah menyerapnya ke dalam tubuhnya yang sebuah kutukan kuat tercipta.

{Stats tidak bisa diketahui sebelum kutukannya terangkat}

 

 

Ini bukan senjata biasa.

Ini terbuat dari tulang punggung seorang manusia yang diasah tajam. Tapi entah kenapa, pedang ini masih dalam kondisi baik.

Alasan Ark terkejut adalah kutukan pada item itu. Lancel’s Sword yang membuat Dedric berevolusi juga merupakan sebuah senjata terkutuk.

 

 

“Purification Restoration!”

 

Ark segera menggunakan skill itu lalu menyaksikan dengan penuh antisipasi.

 

[Saw blade (Magic Sword)Weapon type: One-handed sword Durability: 70

Attack: 23~25 Weight: 25

Syarat pengguna: Dark Attribute Level: 80

Di masa lampau, Raja satu tahun yang membangun Cairo menggunakan tulang punggung orang-orang yang menentangnya untuk membuat pedang ini. Pada saat itu, dia disergap oleh sekelompok barbar lalu meninggalkannya di dasar neraka di Cairo, dimana pedang itu diimbuhi oleh roh abadi yang memiliki kemampuan misterius. Sayangnya, pedang ini diserap oleh Kraken yang menciptakan sebuah dendam dan dia menderita untuk waktu yang lama.

Jika seseorang membunuh Kraken dan membebaskan jiwa pedang ini, maka dia akan sangat berterima kasih kepadamu.]

 

– Efek spesial (hanya dapat digunakan sekali dalam sehari): The Master of the Magic Sword. Dapat men-summon Warwick satu kali dalam sehari.

“Seperti yang kuduga, ini adalah sebuah Magic Sword!” Dia bersorak.

Sejak Dedric berevolusi dengan menggunakan Lancel’s Sword, Ark tidak pernah bosan-bosannya mencari informasi tentang Magic Sword.

Karena kelelawar itu telah berevolusi, dia bisa merasakan seberapa besar perubahan yang dialami Dedric.  Namun, dia masih belum bisa menemukan informasi tentang Magic Swords.

Dan dia sama sekali tidak menyangka akan menemukan sebuah Magic Sword di tempat seperti ini….! Saw blade, itu adalah nama yang keren.

‘Mungkinkah Saw Blade ini meng-evolusi Skull, bukan Dedric?’

 

Jika bisa, aku berharap demikian.

Dedric yang sudah berevolusi sekarang memiliki tingkat utilitas yang tinggi.

Disisi lain, berkat stats, skill dan kemampuan berjalan yang dimiliki Skull, kebergunaannya semakin menurun. Di masa lampau, dia bisa menggunakannya sebagai tameng, tapi sekarang monster-monster yang dihadapi sudah diatas level Skull, sehingga dia tidak bisa bertahan lama.

 

‘Aku akan segera melakukan eksperimen. Orang seperti apa yang akan muncul?’

 

 

“Snap!”

 

Sebuah suara redup terdengar dari pinggulnya.

Ketika Ark sedang memeriksa pedang itu, Snake sudah mengintai items lain dan tampaknya menemukan sesuatu.

Sesuatu tampaknya bersinar dari celah tulang Kraken. Snake menjulurkan lidahnya untuk menerima pujian dari Ark.  Pada saat itu, lidah Snake malah nyangkut.

 

“Kkaek, kkaek kkaek kkaek! ‘Ara? Snake! Apa kau baik-baik saja?”

Ark mulai menarik lidah Snake.

Lalu tulang-tulang itu bertaburan dan sesuatu ditarik keluar. Ini……..

 

“A, apa? Ini adalah….?”

 

Gumam Ark dengan tampang bodoh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *