ARK – Volume 5 Chapter 2

Act 2: Amankan Para Rakun

 

“Benar? Benar? Orang asing?”

 

Ark memberikan senyuman canggung dan mengangguk. Bocah rakun itu memukul-mukul lantai dengan riang dengan menggunakan ekornya.

 

“Begitu! Wow, aku belum pernah melihat orang asing sebelumnya."

 

Ark juga belum pernah bertemu dengan rakun yang bisa berbicara.

 

“Tapi kamu……?”

 

“Aku berasal dari clan raccoon warrior, Popo."

 

Popo menjawab dengan bangga. Well dia lebih terlihat seperti seorang maskot besar daripada seorang warrior, tapi Ark tetap mengangguk.

Clan Racoon.... Ark menyadari kalau mereka adalah penduduk Underground World.

Tidak perlu dikatakan lagi, dia sangat tegang dan berpikir mereka sekelompok beast yang ganas. Namun, apa yang dia temukan adalah seekor rakun chubby. Dia merasa sedikit kecewa, meskipun salah satu tujuannya adalah mencari para Beasts.

 

“Namaku Ark.”

 

“Eung, kau dipanggil Ark.”

 

Popo mengangguk dengan sebuah tampang senang.

 

"Sebenarnya, aku sangat menyukai orang asing."

 

“Apa? Kau pernah melihat orang asing selain aku?"

 

“Tidak, tidak pernah. Tapi aku banyak berbicara dengan orang dewasa. Orang asing tidak puas tinggal di satu tempat dan banyak berpergian ke seluruh daratan melawan monster dalam jumlah besar. Itu sangat hebat! Itu kedengarannya kehidupan yang sangat jantan! Suatu hari aku juga ingin hidup seperti itu. Tidak seperti banyak orang dewasa di tempat ini, aku tidak ingin bersembunyi disini sepanjang hidupku."

 

Popo terdengar seperti seorang desa yang ingin mengunjungi Seoul.

 

“Ark-hyung juga ? Apakah kamu masuk ke Underground World untuk melacak monster pohon itu?"

 

“…………Itu bisa jadi."

 

“Sudah kuduga.”

 

Ark mengangguk kasar. Tentu saja, tujuan Ark bukan hanya untuk melawan monsters. Hal paling penting adalah mencari Three Marvels dan jalan keluar. Namun, meskipun dia memberitahu hal penting itu kepada Popo, rakun kecil ini mungkin tidak akan banyak membantu.

 

'Aku harus mencari desa rakun ini untuk mengumpulkan informasi.'

 

Jadi Ark berpikir dia sebaiknya meminta Popo membawanya ke desa.

Popo memikirkannya sebentar sebelum menganggukkan kepalannya.

 

“Ok, aku akan menunjukkannya kepadamu. Tapi jika orang lain menangkapmu itu akan berbahaya.”

 

“Apa? Kenapa?”

 

“Itu... aku akan memberitahumu. Setelah kamu memakai ini."

 

Popo memberinya pakaian yang terbuat dari anyaman ranting.

Itu adalah sebuah jubah dengan tudung keapa dan beberapa pakaian serupa.

Ketika Ark mengenakan pakaian anyaman itu, Popo segera memasukkan rumput ke punggung bagian bawahnya. Wajahnya tersembunyi oleh kerudung dan memiliki perut menonjol, dengan melihat sekilas, orang-orang akan berpikir dia adalah rakun.

Ark yang menyamar mengikuti Popo keluar dari gua. Setelah 10 menit berlalu, Popo menunjuk ke depannya dan berkata.

 

"Ini desa kami."

 

Itu adalah sebuah ruangan besar di bawah tanah.

Obor-obor yang sangat besar diletakkan pada banyak wilayah di sekitar gua dan NPC ramai memenuhi tempat itu.

Mereka semua adalah beast, penampilan mereka tampak seperti seekor rakun, mereka pasti clan racoon.

Tempat tinggal para rakun bernuansa pedesaan, tidak seperti mermaid yang memilih bangunan megah yang mencolok.

Rumah-rumah para rakun itu tersebar di sepanjang dinding batu yang merupakan dinding gua. Kebanyakan gua-gua ini berukuran lumayan besar, tapi sayangnya tidak ada warna ataupun dekorasi.

Di sisi lain, pasar cukup besar untuk menampung lebih dari setengah desa ini. Terdapat banyak workshop disini dan pertokoan berjajar di kedua sisi pasar.

Ark teringat pada apa yang dikatakan Meow Elder Hassan.

 

'Aku baru saja teringat, bukankah beast dari Underground World memiliki keahlian kerajinan yang baik? Dimana dia melihat sisanya?'

 

Dengan penasaran, Ark memandangi item-item yang dipajang di workshop.

Sama seperti di Nodelesse, item yang dibuat oleh clan raccoon terbuat dari material yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Desain performa tinggi dan keterampilan yang digunakan layak mendapatkan namanya.

 

Rainbow Rings (Magic)

Item Type

Ring

Kekuatan Pertahanan

-

Durability

-

Berat

-

Syarat Penggunaan

Level 70

Cincin dengan 7 batu permata paling indah di dunia. Lebih spesial lagi karena kekuatan ketujuh permata teramplifikasi. {Rock, Light, Flower, Water, Earth, Wind, Mind}.

Options : Resistansi terhadap ketujuh properti ini +10

Harga : 2400L

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sarita's Boomerang (Magic)

Type Senjata

Senjata Lempar

Attack

15~25

Durability

50/50

Berat

10

Syarat Penggunaan

Level 100

​​ Ada seekor burung raksasa yang hanya hidup di Underground World. Sarita Boomerang terbuat dari tulang burung tersebut. Itu adalah senjata lempar yang akan kembali ke tangan pemiliknya setelah mengenai musuh. Sebuah proses penuh ketelitian digunakan untuk melubangi tulang Sarita. ​​ Ketika ia terbang melewati angin, sebuah frekuensi tinggi yang tajam akan terjadi. ​​ Jika kamu memiliki resistansi rendah, maka ada kemungkinan besar frekuensi ini akan menyebabkan Fear.

Options : Jika level lawan lebih rendah dari pengguna, terdapat 20% kemungkinan untuk memberikan Fear.

Harga : 3500L

 

 

 

 

‘Seperti yang kuduga, harga item-item disini mengerikan.'

Jika kamu melihat pengalaman menjual item di desa tersembunyi, performa mereka sangat mengesankan. Sama seperti suku mermaid, desa ini juga tepat bagi keluarga rakun.

Semua properti resistansi pada perhiasan itu sulit ditemukan pada item-item di luar sekalipun. Sama halnya dengan senjata lempar. Pada umumnya hanya warrior yang menggunakan senjata lempar, tapi persediaannya pada akhirnya habis. Namun, Sarita's Boomerang adalah senjata lempar yang bisa dipakai terus-menerus.

Ada item-item yang bisa membuat Magician atau Warrior ketakutan jika mereka melihatnya.

Namun, harga yang ditawarkan berada diatas perfroma item itu sendiri. Sama seperti suku mermaid, clan racoon yang terpisah dari dunia luar memiliki mata uang mereka sendiri. Benar, L..... Untuk pertama kalinya, Ark berbicara tentang ores yang dia temui ketika dia pertama kali masuk ke Underground World.

 

"Clan racoon kadang-kadang akan menggunakan ore yang jatuh dari langit untuk mendapatkan lebih banyak uang. Puing ore itu adalah material yang digunakan dalam banyak kerajinan, jadi itu adalah sebuah kebutuhan bagi clan racoon."

 

Itulah penjelasan Popo.

 

'3,500L..... Karena satu ore berharga sekitar 20~40 silver bagiku, dalam nilai gold, maka itu bernilai 700~1,400 gold!'

 

Ketika di konversi ke gold, itu adalah harga kolosal.

Bahkan jika Ark menggunakan semua uang di dalam tasnya, dia hanya dapat membeli salah satu dari item mahal ini. Toko-toko yang menjual makanan dan bahan-bahan juga sama halnya, dengan harga tinggi.

 

'Sialan, ini seperti semua pie di langit.'

 

Pada saat itu, sebuah ide muncul dalam kepala Ark.

 

'Itu benar. Suku mermaid dan clan racoon adalah beast yang terputus dari dunia luar. Sama seperti mermaid, para rakun pasti tidak mengerti item dari luar juga!'

 

Bukankah dia bisa menjual japtemnya kepada rakun pada harga mahal seperti yang dia lakukan dengan para mermaid? Untuk memastikan ide ini, Ark segera mengeluarkan beberapa item yang berada di dalam tasnya dan menunjukkannya kepada Popo. Namun, ekspresi Popo tidak menunjukkan ketertarikan.

 

"Efisiensi item itu adalah nol. Para rakun tidak akan mengambil item seperti ini. Aku punya mata tajam karena pada dasarnya kami semua adalah ras pengrajin. Dan kami bisa pergi keluar untuk memperoleh item-item seperti ini."

 

Sebuah jawaban mengecewakan diberikan.

Lalu Ark menyadari sesuatu yang aneh pada jawaban Popo.

 

“Pergi keluar? Jadi ada cara untuk pergi keluar dari sini?"

 

“Tentu saja. Keluarga rakun selama ini saling bertukaran dengan manusia. Namun ketika kamu keluar, kami harus menyembunyikan identitas kami sebelum bertransaksi. Gold juga kami gunakan, tapi mata uang L-lah yang memberi kepuasan bagi clan racoon, jadi singkirkan ide untuk menggunakan gold. Atau identitasmu akan terbongkar.'

 

“Tidak, tidak. Bukan begitu... Aku hanya ingin bertanya jika dunia luar tidak bermusuhan, kenapa repot-repot. Kenapa aku tidak boleh ketahuan sebagai orang asing?"

 

"Itu.... dulu, sebuah masalah terjadi di Subarutalp."

 

Popo menahan diri sebentar lalu mendesah dan menjawab.

Clan racoon mengatakan kalau Subarutalp berada di kedalaman Underground World. Mitologi Norse original menyatakan kalau Black Elves tinggal di Underground World.

Subarutalp itu sama besarnya dengan dunia luar. Dunia rakun dalam mitologi Norse mengandung Holy Water (air suci), dengan Yggdrasil berada di pusatnya membagi dunia menjadi 10 desa, yang masing-masing hidup dengan damai.

 

"Tapi kemudian 'Dia' datang dan Yggdrasil berubah."

 

“Dia?”

 

Popo menggertakkan giginya dan mengangguk.

 

"Ya, seorang manusia dengan rambut merah datang kesini 10 hari yang lalu."

 

“Red Man!”

 

Pada saat itu, Ark merasa seolah air dingin menyiramnya.

Pria dengan rambut merah. Menggunakan sekelompok pencuri, dia mencuri Heartsoul Bead dari Giran sebelum pergi ke Cairo. Ark tidak menyangka dia akan datang ke Underground World satu langkah di depannya. Dia tidak mengerti bagaimana dia bisa datang ke Underground World dan menemui NPC yang berhubungan dengan questnya.

Ark adalah orang pertama yang menemukan Labyrinth bawah tanah dan isinya. Jika lawannya adalah seorang NPC, maka datang ke Underground World tanpa meninggalkan jejak tidak akan sulit.

 

'Kalau begitu Heartsoul Bead berhubungan dengan Underground World?'

 

Semuanya sangat rumit dan saling berhubungan.

Jika begitu, apa tujuan si pria merah...?

Kata-kata selanjutnya dari Popo lebih mengejutkan lagi.

 

"Dia bilang dia adalah Truthseeker."

 

“Apa? Truthseeker?”

 

"Eung, clan raccoon bukanlah manusia tapi Truthseeker adalah teman kami. Keluarga raccoon manapun akan dengan senang hati bertemu dia. Dan menuruti sumpah kuno, kami menuntun Truthseeker itu ke Yggdrasil."

 

“Sumpah kuno?”

 

“Dulu sekali, orang-orang dewasa clan racoon membuat sebuah sumpah dengan Hero Maban, ketika pahlawan kembali ke Underground World, kami akan meuntunnya ke Yggdrasil untuk menerima sebuah ujian."

 

“Jadi? Dia mendapat ujian itu?”

 

Ark bertanya kepada Popo yang kemudian segera menggelengkan kepalanya.

 

"Aku tidak tau. Tapi tak lama setelah dia pergi, sesuatu yang mengerikan terjadi. Sebuah cahaya merah muncul dimana Yggdrasil berada dan patung kayu Yggdrasil kami mulai menyerang kami. Dan setiap clan racoon diserang oleh Yggdrasil.... Itu mengubah mereka menjadi monster yang akan menyerang orang mereka sendiri."

 

“Monster?”

 

“Pada awalnya, tidak ada monster yang tinggal di Subarutalp."

 

Apa artinya itu?

Ark tampak ragu sebelum bertanya lagi.

 

“Lalu.... bagaimana dengan monster yang menyerangku?"

 

Pada pertanyaan Ark, Popo menjadi marah.

 

"Itu benar, Yggdrasil menangkap seseorang dari Clan racoon. Clan racoon yang tertangkap oleh Yggdrasil berubah menjadi Kanggeul atau Plant Golem. Dan dia mulai menyerang penduduk desa secara acak. Aku juga hidup di desa bersama orang-orang itu..."

 

'Ya ampun, apakah ini bencana yang dikhawatirkan Shannon?'

 

Sekarang potongan informasi sudah terhubung.

Orang yang mencuri Heartsoul Bead dari Magic Institute Giran tidak diragukan lagi adalah si pria merah. Dengan kata lain, tujuan pria merah bukan Cairo, tapi Underground World.

Shannon memperingatkan kalau Heartsoul Bead memiliki kekuatan yang bisa menyebabkan bencana. Itu benar. Kenyataan bahwa Ark bertemu dengan monster dengan level tidak masuk akal adalah karena itu.

Ark mengkonfirmasi idenya dengan jendela informasi quest.

 

[Quest telah diperbaharui.

Find the Heartsoul Bead II -> Find the Heartsoul Bead III

Kamu telah mengikuti jejak Red Man sampai ke Underground World. Dan kamu telah memperoleh petunjuk tentang Red Man dari penduduk di Underground World. Tak lama setelah Red Man datang ke Underground World, pelindungnya, Yggdrasil menjadi gila. 

The Underground World which was once peaceful had become a dangerous place filled with monsters, with everyone in the Underground World suffering. No doubt this would be related to the Red Man who stole the Heartsoul Bead. You have to combine these clues and find the Heartsoul Bead.

Tingkat kesulitan: C+]

 

Rahang Ark terjatuh setelah memeriksa jendela informasi.

Kombinasi dari semua petunjuk untuk Heartsoul Bead tampaknya berujung pada Yggdrasil. Dan Yggdrasil adalah pelaku yang mengancam Underground World dengan mengubah clan raccoon menjadi monster. Tentu saja, akan ada Kanggeul dengan level 150 dan Plant Golem berlevel 250 berkeliaran disini.

Dengan kekuatan Ark saat ini, dia tidak bisa pergi ke Yggdrasil dan mengalahkan mereka disaat yang sama.

Tingkat kesulitan C+! Tingkat kesulitan untuk Event Quest adalah C++, yang merupakan tingkat kesulitan paling tinggi yang pernah Ark dapatkan.

Meskipun jika dia dapat menyusun serangan, dia tidak tau apakah bisa dilakukan dengan tingkat kesulitan seperti ini.

 

'Dan disamping quest ini, aku masih harus mencari Three Marvels.'

 

Dia tidak bisa berpikir, Para rakun memiliki sumpah kepada Hero Maban bahwa ketika Truthseeker datang, mereka akan membawanya ke Yggdrasil untuk menerima sebuah ujian.

Tampaknya ujian dari Yggdrasil akan memberikan satu bagian dari Three Marvels kepada Truthseeker. Pada akhirnya potongan dari Three Marvels yang berada di dunia bawah tanah akan jatuh ke tangannya.

 

'Sialan, haruskah aku menjadi alternatif Red Man?'

 

Amarah meluap di dalam Ark.

Jika bukan karena orang itu, pasti akan lebih mudah bagi Ark untuk menerima Three Marvels. Namun, karena dia muncul bersama Heartsoul Bead, tingkat kesulitan meningkat secara dramatis. Tentu saja, dia tidak akan menemukan Underground World kalau bukan karna orang itu.

 

‘Biar bagaimanapun, aku tidak bisa menyelesaikan quest pada level sekarang.'

 

Ark mendesah sebelum dia teringat pada sesuatu lalu bertanya.

 

"Kamu bilang kalian berdagang dengan manusia? Jadi, itu artinya kalian bisa pergi keluar? Ketika tempat ini menjadi sangat berbahaya, apakah kalian tidak berpikir untuk pergi keluar dan meminta bantuan manusia?"

 

"Satu-satunya jalan ke dunia luar berada di dalam Yggdrasil."

 

Jawaban Popo membuat Ark putus asa.

Untuk saat ini dia tau lokasi Underground World. Dan dia mengharapkan sebuah jalan keluar. Ark berpikir dia bisa pergi keluar dan menaikkan levelnya sebelum kembali lagi kesini.

Namun, jika jalan keluar itu berhubungan dengan Yggdrasil, maka bukankah itu artinya dia tidak bisa pergi?

 

"Orang-orang dewasa itu semuanya pengecut!"

 

Kemudian, tiba-tiba Popo berbicara dalam nada marah.

 

"Desa lain sudah tertelan oleh Yggdrasil. Bersama dengan ribuan sanak saudara. Desa rakun dimana aku pernah tinggal juga sudah ditinggalkan. Ini adalah satu-satunya tempat yang tersisa. Meskipun begitu, orang-orang dewasa tidak memiliki kemauan untuk melawan. Mereka menutup jalan masuk tapi aku bisa mebuat terowongan secara diam-diam. Mengetahui situasi ini, mereka pada akhirnya juga akan sampai ke tempat ini!"

 

Desa dimana Popo pernah tinggal berada dekat dengan Yggdrasil. Karena jaraknya hanya satu langkah saja dari Yggdrasil, Popo adalah satu-satunya rakun yang tersisa.

 

"Tapi aku tidak sama dengan orang-orang dewasa itu. Aku akan melawan meskipun aku hanya sendiri. Apakah Hyung juga? Karena Hyung berbeda dengan rakun pengecut, dan adalah orang asing pemberani! Apakah Hyung akan berjuang bersamaku? Sama seperti ketika kamu melawan Kanggeul tadi?"

 

Ark mulai melihat kenapa Popo mencoba untuk menunjukkan kesan baik ketika mereka pertama kali bertemu.

 

“Tentu saja aku harus melawan. Tapi...."

 

Ark membutuhkan waktu untuk menjawab.

 

Semangat Popo tiba-tiba hilang-hilang.

Clan racoon tiba-tiba terhuyung mundur ketika dia menyerobot dadanya darinya.

 

“Eh? Ada apa ini? Ajusshi (sebutan untuk om-om / pria yang jauh lebih tua), apa kau baik-baik saja?"

 

“Yuck, keuuuuk, kueaaaa!”

 

Popo menatap dengan terkejut ketika tubuh ketika tubuh rakun lain mulai kejang-kejang. Setelah beberapa saat, rambatan keluar dari tubuh mereka dan sepenuhnya menutupinya.

 

“Kanggeul!”

 

Dalam sekejap, seekor rakun telah berubah menjadi monster.

Clan racoon yang berkumpul di pasar berteriak lalu lari ke segala arah. Popo melangkah keluar dengan sebuah teriakan. Namun tubuh Kanggeul melukai beberapa batang disekitar tubuh Popo dan mengangkatnya.

 

“Ah, Ark-hyung!”

 

“Holy shit!”

 

Ark menarik keluar pedangnya.

Boom, Ark mengayunkan pedangnya seperti halilintar pada rambatan itu. Kemudian Ark merubah targetnya ke Kanggeul.

Rambatan terus menerus keluar. Ark dengan cepat memutar tubuhnya untuk tendangan beruntun dan merusak rambatan itu.

 

“Grrrr, Kkago, Namiru!”

 

Kanggeul tertegun lalu mundur.

Level Kanggeul adalah 150, tapi dia hanya sendiri.

Ditambah lagi, tidak ada jangkrik dan tidak ada senjata. Dan tidak seperti rambatan Plant Golem, serangan dan kecepatan Kanggeul tidak mengintimidasi.

 

'Lawan ini tidak terlalu sulit!'

 

Ark menyerang rambatan itu menggunakan Dark Blade sebelum berlari maju dan menyudutkannya dengan tendangan. Setelah 5 menit. Kanggeul terjatuh ke dalam kondisi kritis dan mencoba untuk kabur. Namun pergerakan Ark beberapa kali lebih cepat.

 

“Jangan miss!”

 

Ark berlari lalu melemparkan tubuhnya ke depan.

Dan dengan cepat menyusul dengan sebuah double sidekick! Dia mengenai bagian belakang kepala dengan kakinya dan Kanggeul terjatuh ke tanah. Pada saat yang sama, Ark mengayunkan pedangnya untuk mendapatkan kesempatan double critical, yang menyebabkan Kanggeul kehilangan sisa darahnya.

 

“He-hebat!”

 

"Dia mengalahkan Kanggeul sendirian!"

 

Setelah dia mengalahkan Kanggeul, clan racoon berkumpul dan mengerumuni Ark yang baru saja menunjukkan kemampuan hebat. Namun, para rakun segera mundur, terkejut.

 

“Orang asing!”

 

“Bagaimana seorang asing bisa sampai kesini?"

 

Dibalik suara teriakan, oops dari Ark tertutup.

Oleh karena pertarungannya dengan Kanggeul, pakaiannya yang terbuat dari ranting pohon yang Popo berikan padanya telah sobek.

Ark tidak tau apa yang harus dia lakukan dan memasang ekspresi malu ketika dia dikerumuni oleh sekelompok rakun dengan leather armor.

Mereka memandang antara Kanggeul dan Ark dengan mata terkejut.

 

“Itu…………”

 

Tanpa mengatakan apa-apa, para tentara rakun mengangkat tombak mereka.

 

“Jangan bergerak! Kamu ditahan!”

 

 

 

 

 

“Sialan, lepaskan aku!”

 

“Jangan bergerak!”

 

“Apa salah Ark-hyung ?”

 

Popo menyumpah dan melawan.

Pada saat itu, seorang rakun tua pada sisi seberang berteriak dengan marah.

 

“Diam!”

 

Popo terkejut dan menundukkan kepala, kesal.

 

'Aku rasa rakun tua ini adalah tetua desa disini.'

 

Ark melihat-lihat tanpa bersuara.

Ark dan Popo diseret oleh tentara rakun dari pasar menuju sebuah gua besar.

Tampaknya inu adalah Town Hall. Sekitar 10 rakun tetua berkumpul di dalam gua itu. Diantara mereka, yang paling tua menatap Popo dengan mata marah.

 

“Aku secara spesifik menyuruhmu untuk tidak pergi ke luar sana... tidak hanya kau tidak menuruti perintah, tapi kau juga membawa manusia kesini? Apa kau tau apa yang telah kau lakukan? Kota ini bisa saja dalam bahaya karenamu!"

 

“Haeng!”

 

“Apa kau masih tidak mengerti? Kenapa Subarutalp berubah? Itu karena mereka mempercayai manusia. Manusia itu membawa bencana padanya! Orang ini juga akan melakukan hal yang sama! "

 

“Ark-hyung berbeda. Dia mengalahkan Kanggeul!"

 

“Bodoh! Dia mungkin saja teman dari Truthseeker yang disuruh datang untuk mengkhianati kita. Bagaimana bisa kau mempercayai semua yang dikatakan orang ini? Dia berhasil datang ke tempat ini setelah tersembunyi selama ratusan tahun. Ini sudah jelas dia memiliki tujuan lain. Semuanya, cepat kurung Popo dan manusia itu sambil kami memikirkan hukuman mereka!"

 

“Ya, mereka harus dihukum!”

 

Rakun lain berteriak dengan ekor mereka memukul-mukul tanah.

 

"Dia bukan Truthseeker."

 

Ketika Ark membuka mulutnya.

Mata para tetua itu melebar.

 

“Apa? Apa yang kau katakan?"

 

“Aku akan katakan lagi. Pria berambut merah itu bukan Truthseeker. Dia menipu kalian semua."

 

“Apa yang kau tau…….”

 

“Bagaimana kalian mengenali seorang Truthseeker?"

 

Ark memotong para tetua.

 

"Untuk menjadi seorang Truthseeker, pertama-tama kau harus membunuh Black Bear Mouse dan diakui oleh Meow, keturunan dari Hero Maban. Namun, selama ratusan tahun belakangan, hanya ada satu orang yang diakui sebagai Truthseeker oleh Meow. Dan tentu saja, Truthseeker itu bukan pria berambut merah."

 

“Bagaimana kau bisa tau ini?”

 

“Tentu saja aku tau. Selama ratusan tahun terakhir, aku adalah satu-satunya Truthseeker yang diakui oleh Meow."

 

“A-apa!”

 

Para tetua itu meledak dengan ekspresi terkejut.

 

“Ah, Ark-hyung?”

 

Popo tidak bisa mempercayainya dan melihat dengan bego pada Ark. Dia bukan satu-satunya. Para rakun yang terkumpul di Town Hall itu melihat pada satu sama lain dan bergumam. Tapi, tampaknya para tetua tidak dapat mempercayainya karena mereka menggelengkan kepala.

 

“Omong kosong! Meskipin jika dia bukan Truthseeker, kau mungkin berbohong juga, bagaimana kami bisa tau? Apa buktinya kalau kau adalah Truthseeker itu?"

 

"Ini buktinya. Tetua, bisakah kalian periksa ini?"

 

Ark mengeluarkan sebuah batu ukiran kecil dari dalam tasnya.

Tetua itu menyipitkan matanya dan terduduk sambil menatap pada batu itu.

 

“St…………..Star Fragment …….”

 

Ya. Ark telah menemukan salah satu dari Three Marvels di Dunia Bawah Air. Itu adalah Star Fragment.

Itu adalah item yang nyaris mustahil untuk bisa sampai ditangannya.

 

“Apakah kalian mengakuinya?"

 

Ark telah dipastikan setelah para tetua itu mengangguk.

Then Popo pushed the soldiers as he shouted.

 

“Hyung! Ark-hyung benar-benar Truthseeker! Kakek tetua, lihat? Ark-hyung adalah Truthseeker! Seorang teman dari para Beast, dia adalah pahlawan yang mewarisi kehendak Hero Maban!"

 

“Begitukah?”

 

Para tetua menyentuk kening mereka dengan tangan mereka selagi mereka menghembuskan nafas lega. Dan melihat pada Ark dengan mata letih sambil berkata.

 

"Kami mengakui kamu adalah Truthseeker. Tapi itu tidak merubah apapun. Di masa lalu, kami memang membuat sumpah dengan Hero Maban. Namun, itu sudah terlambat. Yggdrasil sudah ter-corrupt dan kami tidak tau apakah kami sendiri bisa selamat, apalagi memenuhi sumpah itu. Oleh karena itu, kami tidak akan menuntutmu dengan tuduhan menyelinap masuk ke desa tanpa izin. Tapi karena Yggdrasil sudah corrupt, kamu tidak bisa pergi dari sini. Tidak ada yang berubah."

 

“Apa yang kalian katakan? Apakah kalian tidak mengerti? Ark-hyung adalah Truthseeker! Sekaranglah waktunya kita bangkit dan berjuang untuk kedamaian Subarutalp lagi!"

 

“Diamlah! Kami bukan anak-anak!"

 

Para tetua berteriak pada Popo yang kemudian tersentak lalu melangkah mundur.

Dia tidak mudah takut.

Popo tidak dapat mempercayai para tetua terus menembakkan pandangan tajam kepadanya sambil dia berkata.

 

“Desa lain sudah lenyap. Dan tidak peduli bagaimana kalian bersembunyi, pada akhirnya kalian akan ketahuan. Kakek tetua juga tau ini!" Kanggeul muncul di pasar. Itu artinya mereka telah mengetahui bagaimana cara untuk datang kesini."

 

“Umm……..”

 

Sebuah keheningan memenuhi Town Hall setelah kata-kata Popo.

Sejauh ini, clan racoon di sekitar bergumam dengan suara kecil.

 

"Tapi.... situasi ini dimulai dari Yggdrasil. Yggdrasil.... adalah pelindung kita. Jika kita melawan Yggdrasil, mustahil bagi kita untuk menang."

 

“Selain Kanggeul dan Plant Golem masih ada orang-orang kita... kita akan membunuh mereka juga..."

 

“Bohong!”

 

Popo berteriak liar.

 

“Katakan sejujurnya. Kalian hanya terlalu takut untuk melawan. Pengecut! Silahkan saja! Terus saja sembunyi sampai Kanggeul dan Plant Golem menemukan kota ini! Tapi aku berbeda! Aku akan melawan meskipun aku akan mati!"

 

Popo mendorong prajurit rakun dan meninggalkan Town Hall.

 

"Kenapa kalian hanya berdiri disana? Apa yang kalian lakukan ? Tangkap dia!”

 

Dua prajurit rakun segera mengejar Popo.

Ark menyaksikan pemandangan di depannya secara diam-diam. Dia ingin ikut campur tapi tidak tau bagaimana caranya. Tapi berkat Popo, dia bisa mengerti situasi umumnya. Disaat yang sama, dia sekarang tau apa yang harus dia lakukan.

 

'Itu benar, ini bukan masalahku saja!'

 

Ark menyadari kalau dia telah menerima sesuatu begitu saja.

Memang sudah biasa kalau sebuah quest adalah struktur bagi pemain.

Tapi, tidak ada alasan untuk berpikir seperti itu.

 

'New World bukanlah game RPG lama.'

 

Ketika mempertimbangkan game di hari-hari lalu, itu sangat mengagumkan.

Game-game itu sering menggunakan skenario dimana Iblis dibangkitkan pada akhirnya. Jika Iblis itu dibangkitkan maka dunia akan berakhir. Meskipun begitu, dia telah bertemu banyak NPC di dalam game, bahkan NPC yang dulunya pahlawan tidak bisa berpartisipasi secara langsung.

 

‘Bagaimana kalau...?’

 

‘Tolong bantu aku.’

 

Tapi mereka tidak akan melakukan apapun dan hanya berbicara.

Dan sudah natural bagi mereka untuk menyerahkan nasib dunia mereka ke dalam tangan pahlawan itu.

NPC itu akan bergerak secara aktif, tapi bukan melalui kecerdasan buatan, melainkan tingkah laku NPC sudah diperhitungkan dengan sebuah CPU yang memperhitungkan performa mereka.

Namun, New World adalah game sempurna untuk masa depan. Game ini mengizinkan kebebasan tak terbatas bagi pemain. Tingkat kebebasan yang sama juga berlaku bagi NPC.

Tentu saja, meskipun bukan pemain, NPC juga bisa berpikir untuk diri mereka sendiri dan memiliki kebebasan untuk bertindak. Seperti ketika Lord di Jackson memberikan hak khusus kepada mantan pidana atas saran Ark.

 

‘Ini adalah kunci untuk menyelesaikan quest ini.'

 

Jika Underground World hancur, maka itu juga tidak akan baik bagi Ark. Dia akan kehilangan Three Marvels dan juga jalan untuk menyelesaikan quest.

Tapi pada akhirnya, Ark adalah seorang pemain.

Mungkin saja untuk mencari jalan lain. Tapi tidak bagi clan racoon ini. Para rakun ini berpikir game ini sebagai realita dimana mereka akan hidup ataupun mati karena kehancuran Underground World. Hal itu meredam keinginan mereka untuk bertarung.

 

'Jika aku mencoba melakukannya sendirian, aku tidak akan bisa menangani Yggdrasil. Tapi aku bisa saja menang jika aku bisa membujuk clan racoon untuk bertarung bersama."

 

Ark membuat keputusan seperti itu.

Dia telah memastikan di Jackson, kalau pemain bisa bertarung bersama NPC.

 

‘Ya, tentu saja. Itu adalah solusi satu-satunya.'

 

Ark melihat pada situasi dan pelan-pelan membuka mulutnya.

 

“Sejujurnya, aku setuju dengan Popo."

 

“Apa?”

 

“Aku sudah mendengarkan kata-kata Popo. Kota lain di Underground World sudah diserang dan musnah. Dan meskipun dunia bawah tanah itu luas, tetap saja terbatas. Tidak peduli kemana kalian bersembunyi, pada akhirnya kalian akan ditemukan dan ketika itu terjadi, kalian akan terlibat seperti yang dikatakan Popo. "

 

“Kami tau itu. Kami juga tau kalau tidak ada peluang."

 

Seorang tetua berkata dengan nada gugup.

 

"Sejak kami dilahirkan, kami adalah spesies yang tidak pernah bertarung. Apakah kamu tau kenapa kami tinggal di Underground World? Untuk menghindari konflik. Kami hanyalah sebuah ras yang tau bagaimana membuat kerajinan."

 

“Tapi………”

 

“Sudah selesai. Aku tidak ingin berbicara tentang masalahnya."

 

Tidak peduli berapa kali Ark mencoba berbicara dengan mereka, para tetua tidak ingin mendengarkannya.

Lagipula, Ark baru saja masuk ke desa rakun. Ditambah lagi, hubungan mereka tidak baik sampai saat ini. Untung saja, kesalahpahaman sudah diselesaikan dan mereka sudah tidak berseteru lagi, namun intimasi dengan mereka masih rendah.

Itu mustahil untuk menyalakan semangat berjuang para rakun hanya dengan beberapa kata-kata. Juga ada resiko intimasi akan menurun.

 

‘Mari mundur dulu dan cari cara lain.’

 

“Ark-hyung……”

 

Popo menghampiri dari samping ketika dia berjalan keluar dari Town Hall.

Dia membuat sebuah gestur untuk lari dan bersembunyi di sekitar sini.

 

“Kau lihat? Bukankah seperti yang aku bilang? Orang-orang dewasa itu semuanya pengecut. Mereka membuat alasan tapi pada akhirnya mereka tidak memiliki keberanian untuk melawan monster, tidak seperti orang asing. Tapi Hyung berbeda. Truthseeker adalah orang yang menerima kehendak Hero Maban. Apakah kamu akan bertarung melawan monsters?"

 

Air mata dapat terlihat di wajah Popo.

Ark menatapnya terkejut ketika Popo menyeka air matanya dengan lengan bajunya lalu berkata.

 

“Mereka sudah mati. Ayah, Ibu.... semuanya... Aku... tidak bisa mengingat apapun... aku tau. Desa dimana aku pernah tinggal adalah yang pertama diserang. Sudah jelas ibu dan ayahku sudah mati atau mereka sudah menjadi Kanggeul. Tapi aku tidak akan mati seperti itu. Aku akan mencari tau penyebab corruption ini dan mengambil kembali desaku. Hyung…….maukah kamu membantuku?"

 

Sebuah rasa kelemahan muncul lagi di dada Ark.

Dia sudah lupa.

Popo kehilangan orang tuanya baru 10 hari yang lalu.

Kenapa dia tidak melihatnya? NPC juga hidup.

Setidaknya itulah yang Ark pikirkan. Dan siapa yang tidak mengerti sedihnya kehilangan orang tua?

Ark juga seperti itu. Ketika dia kehilangan ayahnya dan ibunya masuk rumah sakit, Ark tidak bisa menangis. Dia menahan paksa kesedihannya lalu pergi menghabiskan waktu di kehidupan malam. Dia berduka, tapi dia sangat sedih sampai tidak bisa merasakan duka sama sekali.

Ark berlutut disamping Popo lalu mengelus kepalanya.

 

“Ya, aku akan membantu. Tapi tidak peduli bagaimanapun aku mencoba, tetap tidak mungkin dengan kekuatanku sendiri. Kau tau itu kan?"

 

Popo menelan kembali air matanya lalu mengangguk.

 

“Jadi aku harus meyakinkan clan racoon. Para orang dewasa akan mengerti jika aku berbicara dengan tenang. Jika itu juga tidak membantu... maka kamu dan aku akan bekerja sama untuk mencari cara. Jadi percaya sajalah dan serahkan padaku untuk sekarang."

 

“Terima kasih, Hyung."

 

Ark tertawa lalu menepuk badan Popo dengan ringan.

Dia juga merasa seperti seorang abang.

 ”Sekarang, seperti yang kita katakan..."

 Setelah Ark menenangkan Popo, mereka mengatur situasinya di sebuah gang kecil.

Dia dengan mudahnya berjanji pada Popo, tapi sebenarnya berpikir ini tidak ada harapan.

Para rakun berbeda dengan spesies beast lainnya yang pernah dia temui. Dari awal, spesies Meow dan Mermaid adalah pejuang.

Pada situasi yang sama, meskipun jika Ark mencoba mencegah mereka, para Meow dan Mermaid tetap akan menyiapkan senjata mereka dan menyerbu keluar.

Tapi, para rakun adalah pengrajin dan terlalu takut untuk bertarung.

 

'Cara paling ampuh untuk menghasut mereka sepertinya adalah dengan meningkatkan intimasi....'

 

Masalahnya adalah bagaimana untuk meningkatkan intimasi.

Sebelumnya, spesies Mermaid benar-benar terisolasi, jadi ketika dia menjual item-item dari luar kepada mereka, intimasinya dengan mereka meningkat dengan cepat. Namun, meskipun para rakun juga terisolasi, masih ada perdagangan rahasia dengan manusia di dunia luar. Dia tidak bisa mengandalkan japtemnya sekarang.

Dia juga menggunakan survival cooking pada clan mermaid.

Makanan enak lumayan efektif, tapi tidak seperti mermaid, clan racoon sudah terbiasa dengan api dan mereka tidak akan tercengang oleh hal itu.

Ketika mereka makan sesuatu sekali atau dua kali, mereka akan segera bosan dengannya.

Cara lain untuk meningkatkan intimasi adalah dengan menyelesaikan quest. Tapi mustahil baginya untuk menerima banyak quest dari rakun mengingat situasi saat ini.

 

'Metode apa lagi yang bisa digunakan untuk meningkatkan intimasi...'

 

Tiba-tiba sebuah ide brilian muncul di kepalanya.

 

‘Satu-satunya? Bagaimana dengan makanan? Makanan... mungkin saja.... Tidak, ini adalah satu-satunya cara. Aku tidak punya pilihan selain mencobanya, waktunya untung atau buntung.'

 

Ark segera mengeluarkan potnya dan meletakkan bahan-bahan ke dalamnya.

Dan dia mencampur-campur bahan untuk membuat hidangan baru. Seperti biasa, hanya ada satu masakan yang sukses setelah puluhan yang gagal. Ark menyimpan masakan yang sukses itu ke kantongnya untuk sementara dan dia segera membuat makanan baru.

Dia menghabiskan waktu seharian untuk memasak.

Meskipun dia mengantuk ditengah jalan, tangannya secara mekanis mencampurkan bahan baru. Tiba-tiba, sebuah suara keras menggema di gendang telinganya.

 

Kwadang, delgureok, bugulbugul!

 

Ark yang setengah tertidur segera mengangkat kepalanya. Di dalam pot, sebuah cairan hitam sedang mendidih tidak karuan.

 

“Apa, apa ini? Apa yang terjadi ? Kenapa bisa begini?"

 

Ssak ssak ssak!

 

Lalu Snake menjulurkan lidahnya dan menjilat lantai itu.

 

“Eek? Jangan bilang kalau aku memasukkannya ke dalam panci…? "

 

Ark segera terbangun dan memutar kepalanya.

Disampingnya terdapat setumpuk bahan-bahan dan japtem. Dia telah mengeluarkan bahan-bahan itu untuk membuat masakan. Tampaknya... dia pikir hanya mengeluarkan bahan-bahan masakan. Namun, dia mencampurkan beberapa japtem dalam tidurnya. Dan ketika dia sedang bermimpi, dia secara tidak sadar memasukkan beberapa japtem ke dalam pot.

 

“Apa? Apa yang aku masukkan?"

 

Ark segera membuka tasnya dan memeriksa daftar japtemnya.

 

Kelima senjatanya ada disana.... armor juga... japtem lain juga kurang lebih jumlahnya cocok... apa yang aku masukkan? 'Eh? Aku baru saja teringat.... Huck, jangan bilang...?'

 

Ark menggeledah kesana-kemari dan sekarang dia sudah tau apa yang hilang. 'Essence of shining slime' yang dia dapatkan dari Polluted Slimes di labyrinth bawah tanah.

 

[Essence of Shining Slime (Bahan)

Polluted Slime hanya hidup di lingkungan yang sangat khusus. Meskipun ekologi slime masih tidak diketahui, hanya ada satu dalam seribu yang dapat memproduksi kristal ini di dalam tubuh mereka. Kristal ini memiliki kekuatan magic unik yang dapat membuat Magician dan pengrajin ngiler melihat item mahal ini. Kamu dapat menggunakan Essense of Slime sebagai bahan reaksi atau kamu dapat menggunakannya untuk membuat item Magic.]

 

Meskipun tidak dapat diketahui dari penjelasannya, tapi tampaknya itu adalah sumber uang yang besar baginya.

Karena dia tidak bisa mengirimkannya pada Sid, dia meninggalkannya di satu sisi di dalam tasnya.... hanya sekarang dia meletakkannya ke dalam pot ketika dia tertidur. Itu bukan bahan masakan tapi item umum! Hasilnya sangat tidak stabil sampai terlihat seolah pot itu sedang sakit perut.

 

“Aku tidak percaya aku membuat kesalahan seperti ini ketika tertidur!"

 

‘Tidak, aku tidak tau apakah essence of slime sudah mencair atau belum.’

 

Ark meraih pot itu, lalu membalikkannya! Tiba-tiba terdapat sebuah sendawa dan sebuah lingkaran asap tebal terangkat dari pot itu.

Ark tersentak dan hanya memandang dengan tampang bodoh ke dalam potnya. Cairan hitam mendidih yang tadinya kepenuhan sekarang lenyap seperti sebuah kebohongan. Dan sebuah bongkahan hitam seperti jelly terjatuh ke dalam pot itu.

 

"A, apa ini?"

 

Ark mengambil jello (kosakata jelly dalam bentuk tunggal) itu dengan ekspresi bingung.

Pada saat yang sama, sebuah pesan muncul keluar.

 

[Kamu telah menemukan sebuah hidangan Survival Cooking rahasia.

Di New World, terdapat monsters yang telah hidup untuk waktu yang lama dan memikiki banya pengalaman. Sebuah monster dengan atribut dan pengalaman ini terkadang membentuk sebuah 'essence'. Essence sering kali digunakan sebagai bahan tingkat tinggi dalam produksi berbagai macam item, tapi essense juga memiliki fungsi rahasia. Salah satunya adalah digunakan dalam Survival Cooking. Ketika digabungkan dengan beberapa herb di Survival Cooking, essense dapat berubah bentuk menjadi hidangan jelly. Ketika dicampur dengan bahan lain, maka jello dengan properti khusus dapat dibuat. Seorang juru masak Survival Cooking level Advanced dapat secara insting mengambil material yang dibutuhkan untuk membuatnya.]

 

[Resep ‘Slime’s Immortality Pill’

Essence of Glowing Slime Jelly 1/1

Tanduk Unicorn 0/1

Corrupted Fairy Wings 0/100

Akar Mandragora yang telah mendapat cahaya bulan 0/100

Gigi kelelawar hook 0/100]

 

Ark memandang jendela informasi dengan tampang bodoh. Untuk beberapa saat dia tidak dapat mengerti apa yang baru saja terjadi.

 

'Masakan Survival Cooking rahasia?'

 

Ini adalah hasil yang terjadi dari kesalahannya ketika tertidur.

Masalahnya adalah dia belum mengetahui kalah hasilnya ini bagus atau tidak. Sampai hasilnya selesai, dia tidak memiliki informasi apapun tentang slime ini.

Namun, salah satu sifat baik Ark adalah sifat optimistiknya. Setelah dia merenungkannya, dia menganggap hal ini adalah hal baik.

 

'Ini artinya aku tidak bisa membuang slime essense untuk saat ini. Dan aku terikat. Dari aturan game yang tidak tertulis, harusnya memberikan keuntungan besar! Dan karena material yang dibutuhkan kelihatannya cukup sulit, hasilnya pasti diatas ekspektasiku. Uhehehe, ya, itu benar. Ini jelas adalah hadiah besar!'

 

Ark meletakkan jelly slime itu di tasnya lalu menyeringai.

Survival Cooking dia pelajari tanpa rencana di kota novice, berpikir dia bisa menghemat uang ​​ karena dia bisa memasak makanannya sendiri, tapi skill ini ternyata mempunyai lebih banyak fungsi daripada itu. Sangat menyenangkan memikirkan metode apa lagi yang bisa dia gunakan nantinya.

Ini adalah kesalahan yang terjadi ketika dia tertidur, tapi jika hasilnya seperti ini, maka kesalahan ini akan disambut kapan saja.

Dia telah menemukan informasi yang masih belum diketahui orang lain. Hal ini akan berujung pada keuntungan tinggi.

 

'Aku benar-benar ingin melihat resep yang lengkap sekarang, tapi karena materialnya bukan sesuatu yang bisa kamu peroleh dengan mudah, hal ini bisa disimpan dulu untuk sementara. Oke, ini bagus, haruskah aku mencoba membuat hidangan baru lagi?'

 

Ark memasang ekspresi bersemangat dan segera mulai membuat hidangan baru. Dan akhirnya 24 jam berlalu dan dia dapat men-summob petsnya lagi.

Dengan ekspresi serius, Ark memanggil Skull.

 

"Skull, kau sudah siap?"

 

Clack….Clack clack clack!

 

Skull bergerak maju dan mundur menunjukkan resolusinya.

Kemudian Ark mulai memberi Skull makanan yang dia buat.

Skull langsung pingsan dengan lingkaran hitam yang tampak seolah dia berjuang melawan mabuk karena minum di dermaga. Namun makanan ini juga memiliki efek positif dan meningkatkan kemampuannya. Tapi tetap saja, ini bukan hasil yang Ark harapkan.

 

"Ini tidak buruk, tapi bukan apa yang aku inginkan.'

 

Ark menggelengkan kepalanya dan membuatnya makan hidangan lain.

Pada akhirnya makanan yang dibuat dengan kombinasi bahan-bahan baru hampir lenyap.

 

“Ini dia!”

 

Sekali lagi, efek positif dari makanan itu meningkatkan stats Skull. Berkat itu, stats Skull meningkat sebesar 7 poin dan dia segera naik ke level 47. Namun, itu bukan hal yang membuat Ark bersorak pada Skull. Melainkan efek tambahan dari kue yang dimakan Skull.

 

‘Ini dia! Yang ini adalah kunci quest ini!'

 

Ark membuat banyak kue dengan senang hati. Dan dia menaruh semuanya ke dalam kantong kulit dan pergi menuju ke Town Hall.

 

"Apa yang terjadi? Jika ada yang ingin kamu katakan tentang sebelumnya..."

 

Ketika Ark masuk, tetua menyambutnya dengan ekspresi rumit. Namun, Ark menunjukkan senyuman akrab ketika dia mendekat.

 

“Tidak. Aku punya permintaan lain hari ini. Terkadang aku pergi berkelana dan jika dipikir lagi, aku mengalami hal baru ketika aku disana. Ketika aku menemukan tempat baru, para tetua selalu menawarkanku segelas air. Jadi hari ini, aku menyiapkan kue untuk meminta maaf atas kesalahanku sebelumnya.

 

“Kue? Tidak perlu. Silahkan pergi."

 

Kata tetua itu dengan dingin. Namun, Ark tidak mendengarkannya dan mengeluarkan kantong kulit itu.

 

"Eh, kenapa kamu malu-malu? Tidak perlu bagi sesama teman. Coba saja dulu. Aku baru saja membuat kue yang rumit."

 

Ark membuka kantong kulit itu dan aroma manis terbang keluar ke sekitar Town Hall.

Aroma menggoda ini dibuat menggunakan berbagai macam rempah-rempah berbeda!

 

"Jika kau pikir ini perlu, Cepat, dan keluarkan!"

 

Tetua itu mencoba memalingkan kepalanya dan melihat ke tempat lain. Tapi, Ark yakin kalau dia berhasil menangkap tetua ini dalam jebakannya. Hidungnya berdenyut dan ekornya berayun ke atas dan ke bawah tanpa henti.

 

‘Huhuhu, pada akhirnya dia tetap seekor rakun.'

 

Mereka tidak bisa menyembunyikan insting binatang mereka.

 

“Mari, mari! Hentikan apa yang kalian lakukan sekarang dan makanlah."

 

"Heh, itu benar.... aku tidak ada keperluan lain, jadi kenapa tidak..."

 

Tetua itu tidak bisa berpura-pura dan mengambil satu kue.

Mata Ark bersinar.

 

'Dia gigit dia gigit. Seekor rakun tertangkap!'

 

Ini adalah rencana Ark.

Ketika dia makan satu, tetua itu mencoba memasukkan sebanyak yang dia bisa ke dalam mulutnya. Tetua rakun lain di Town Hall juga melakukan hal yang sama. Meskipun mereka awalnya tidak tertarik pada kue ini, mereka ingin memakannya setelah melihatnya memasukkan begitu banyak ke dalam mulutnya dengan kedua tangan.

Seorang tetua berseru sambil terkubur di dalam bubuk serpihan kue.

 

"Ya, kemampuan maemasak ini mengesankan. Dalam hidupku, ini adalah pertama kalinya aku menikmati kue yang enak. Lagi, ada lagi?"

 

“Tentu saja ada."

 

‘Game over.’

 

Ark menyerahkan kantong kulit dengan sebuah senyuman licik. Dalam beberapa menit saja, kantong kulit itu telah dikosongkan dan para tetua memiliki ekspresi puas di wajah mereka.

 

"Ok, ini benar-benar brilian. Apakah kamu akan membuatnya lagi?"

 

'Sekarang!'

 

Ketika itu Ark menunjukkan warna aslinya.

 

“Tentu saja. Tapi sebelum itu... aku ingin berbicara tentang topik sebelumnya."

 

“Apa yang kita bicarakan sebelumnya?"

 

"Ya, aku sudah memikirkannya. Aku juga berpikir ide para tetua sedikit keliru. Tentu saja aku mengerti sudut pandang kalian. Setelah membuat kerajinan sepanjang hidup, tentu saja kamu akan takut untuk melawan monster.

 

"Aku takut? Maksudmu orang lain!"

 

Para tetua itu berteriak sambil memukul mejanya.

 

"Tidak ada yang perlu ditakutkan, itu hanya satu monster kecil. Bakat kami bukan hanya membuat sesuatu. Malahan, kami bisa mempersenjatai kami sendiri dengan armor dan senjata bagus. Ketika dikerahkan, kami bisa mengatasi makhluk berjumlah berapapun."

 

“Yeah!”

 

Para tetua rakun lain juga memukul-mukul ekor mereka pada lantai sambil berteriak serempak. Dia menetapkan ekspresi pada wajahnya yang tampak seolah dia tidak mengerti apapun dan berkata.

 

"Lalu kenapa kita bersembunyi di tempat seperti ini?"

 

“Itu benar. Kenapa kita berpikir kalau monster itu mengerikan."

 

"Pelindung kita Yggdrasil berubah menjadi jahat karena sebuah kutukan. Bukankah sekarang adalah waktunya bagi kita untuk bangkit?"

 

"Ya, waktunya sudah tiba. Segera senjatai para penduduk, kita harus melepaskan Yggdrasil dari kutukannya. Sekarang bukan waktunya bersembunyi."

 

Dia melihat kalau sikap para rakun telah berubah 180 derajat.

 

'Efek dari obat ini diterima.'

 

Sebuah senyuman puas terbentuk pada ujung mulut Ark.

Alasan kenapa mereka berubah adalah karena kue yang Ark berikan kepada mereka.

Para rakun tidak bisa melawan karena mereka tidak memiliki keberanian yang cukup. Karena mereka tau kalau monsters itu pada akhirnya mencapai desa ini, mereka tidak bisa membawa diri mereka untuk bertarung. Ketika itulah Ark teringat pada salah satu bahan masakannya.

Daun Nurunma yang dapat ditemukan di tempat persembunyian para pencuri.

Daun Nurunma adalah sejenis obat narkotik, tapi pada zaman dulu, mereka juga digunakan untuk merangsang para warrior. Oleh karena itu, jika dia memasak Daun Nurunma, mungkin saja akan ada efek yang sama. Dengan ide gila seperti itu, Ark menggabungkan berbagai macam bahan masakan dengan daun Nurunma untuk membuat hidangan baru. Lalu dia menggunakan Skull untuk memastikan itu adalah makanan yang dia inginkan.

 

[The Warrior’s Cookies.

Daun Nurunma adalah bahan utama dalam kue ini. Jika seseorang tanpa semangat memakannya, mereka akan merasakan hasrat untuk bertarung. Mereka juga tidak akan kehilangan semangat juang mereka meskipun terluka. Semangat mereka akan perlahan-lahan berkurang dengan setiap battle yang dimasukinya. Namun, ketika efeknya hilang, subjek tersebut akan berada di dalam status Weak (lemah) untuk waktu yang lama karena efek samping.

{Fraud +100, dalam battle berkurang 1 setiap 2 menit}

{Setiap kali efeknya hilang, Resistance -50% selama 4 jam, yang dapat dipulihkan dengan makan sepotong kue.}]

 

Berkat itu, morale para tetua meningkat dan ketika rasanya sudah lewat, mereka akan menyalahkannya pada obat.

 

"Ayo, cepat siapkan para penduduk untuk bertindak."

 

"Kalau begitu, aku akan mengumpulkan para penduduk."

 

Ark meninggalkan Town Hall dan menyampaikan perintah berkumpul kepada para penduduk. Tentu saja, dia tidak lupa untuk membagikan kue sebagai hadiah.

Para rakun menerima kue itu tanpa curiga. Dan tak lama kemudian menjadi rakun yang kecanduan stimulan.

Dengan begini, situasinya diatasi dengan mudah.

 

"... Oleh karena itu, kita harus merebut kembali Subarutalp dengan tangan kita sendiri! Ayo, bangkit. Saudaraku, bangkitlah!"

 

“Ooh oh oh oh!”

 

Pidato tetua itu memberikan rasa kepada keramaian. Kerumunan 300 rakun memberikan sorakan gembira dan bersatu dalam rasa itu. Ark mulai mempersiapkan perang ini dengan kecepatan mengerikan.

Popo melihat pada Ark dengan ekspresi aneh.

 

“Ah, Ark-hyung. Bagaimana...."

 

"Ketulusan kabarnya dalah jalan untuk terhubung dengan orang lain."

 

Ark menyeringai lalu mengelus kepala Popo.

Ark melanjutkan senyuman liciknya pada kemajuan ini. Namun, kelicikan taraf ini hanyalah ujung dari bongkahan es saja. Ketika mereka menyelesaikan persiapan perang, para tetua dan penduduk berbondong-bondong menuju Ark.

 

"Tapi kamu. Apakah mungkin membuat lebih banyak kue lagi?

Aku ingin makan sepotong kue karena suatu alasan."

 

“Oh, maksudmu ini? Well, masih ada yang tersisa..."

 

Ark menggoyangkan kantong yang berisi kue sebelum mengeluarkan satu. Lalu kemudian para rakun itu lupa dan mengikuti kue itu dengan mata dan mulut yang berliuran. Dia menggoyangnya sedikit agar efek racunnya aktif. Kemudian Ark memasukkannya kembali ke tas dan berkata,

 

“Ngomong-ngomong. Sebelum aku melakukannya, bukankah ada masalah yang perlu diselesaikan?"

 

"Apa, apa itu?"

 

"Ketika pasukan dikumpulkan... kalian tidak akan secara acak menyerang monsters, kan?" Bukankah seseorang harus memimpin pasukan ini? Aku ingin bilang kalau aku punya cukup pengalaman dalam memimpin pasukan."

 

“Oh, itu? Kalau begitu aku serahkan komando padamu."

 

Terdengar seolah ini adalah sesuatu yang menyusahkan, Elder itu dengan mudahnya memberikan komando kepada Ark.

Inilah kenapa narkotik sangat mengerikan. Ketika kamu sudah kecanduan, kamu hanya bisa menjual puterimu untuk mendapatkan obat-obatan itu. Tentu saja, kuenya juga membuat ketagihan. Tapi lagipula, satu-satunya orang yang memiliki pengalaman bertarung adalah Ark. Meskipun jika dia memikirkannya dengan tenang, orang yang tepat untuk memimpin adalah Ark.

Ark merasa puas dan dia tersenyum dan mengangguk.

 

"Aku mengerti. Meskipun aku masih kurang, aku akan memimpin clan racoon ini.

 

“Iya, iya, jadi sepotong kue...?"

 

"1L untuk satu kantong."

 

“Apa? Satu kantong harus bayar?"

 

"Oh, itu karena aku tidak punya begitu banyak bahan baku. Ini artinya aku tidak bisa membuatnya terus-menerus. Dan sekarang aku hanya bisa membuat satu kantong pada satu waktu. Tapi jika tetua tidak ingin membelinya, maka aku terpaksa harus menjualnya kepada orang lain."

 

"Ah, tidak! Kau bilang 1L? Ini dia."

 

Tetua yang terkejut itu mengeluarkan sebuah ore dan menghitungnya dengan cepat.

Jumlah daun Nurunma yang dibutuhkan untuk membuat satu kantong Warrior's Cookie adalah satu. Dia juga menggunakan bahan dan rempah lain tapi mereka semua tersedia di desa rakun. Pada akhirnya, biaya untuk membuat satu kantong kue hanya satu daun Nurunma. Ark menghitungnya kira-kira 10 silver untuk satu daun.

Dengan menjual kue ini seharga 1L, dia memperoleh ore yang memiliki harga setidaknya 20 silver, yang berarti keuntungannya dua kali lipat.

Lagipula, ini adalah sebuah narkotik. Tidak peduli bagaimana tidak berhukumnya sebuah kota, dia khawatir tentang menemukan tempat yang tepat untuk menjualnya. Tapi sekarang uang tambahan bisa dia dapatkan, jadi ini adalah rezeki nomplok!

Semua ini karena dia mencampur efek narkotik ke dalam kue!

Tentu saja, kue yang lebih adiktif akan menaikkan harganya mulai dari sekarang. Namun, ketika berhubungan dengan uang, mereka tidak bisa dijual dengan gegabah. Ark hanya menyiapkan 1600 daun Nurunma. Dia harus terus menerus mensupply 300 rakun selama mereka bertarung.

Bisa dibilang.... dia dalah iblis licik.

 

‘Huhuhu, kapanpun aku melihat daun Nurunma, aku sudah bisa mencium aroma uang keluar darinya.'

 

Ark tersenyum puas ketika sebuah jendela informasi muncul.

 

[Kamu telah menggunakan komunikasi yang baik dan tipuan licik untuk menemukan quest 'Lore'.

Quest Lore tersedia di berbagai tempat di New World. Jika tidak bisa menerima quest dengan cara biasa, sebuah quest Lore akan muncul jika kondisi khusus terpenuhi. Hadiah untuk quest Lore berbeda dengan yang diberikan pada quest biasa, karena itu adalah kunci penting untuk memahami legenda dan sejarah New World. Namun, jika gagal dalam quest ini, akan menerima penalty.

{Wisdom + 10, Art of Communication + 10}]

 

[Pulihkan Kedamaian di Underground World!

Setelah banyak kesulitan, kamu akhirnya masuk ke Subarutalp, sebuah dunia yang tersembunyi jauh di dalam tanah. Namun, Underground World bukanlah sebuah tempat yang damai seperti yang kamu bayangkan. Saat ini, Underground World dan penduduk rakunnya sedang diambang kepunahan. Sebagai Truthseeker, kamu memiliki kewajiban untuk membantu penduduk Beast ini. Untungnya, kamu berhasil membujuk mereka untuk berusaha mengembalikan perdamaian di Underground World bersama-sama. Kamu harus memimpin sekelompok rakun ke Yggdrasil untuk menghapus kutukannya dan membawa damai kembali ke Underground World. Kami juga akan menemukan Three Marvels yang kamu cari ketika kamu menangani kutukan pada Yggdrasil.

{Tingkat kesulitan: ☆☆☆ Quest terbatas untuk: Dark Walker}]

“Seperti yang kuduga, jawaban yang benar adalah membujuk para rakun.'

 

Ark memeriksa informasi quest yang berhubungan dengan Three Marvels dan sudah yakin kalau pilihannya sudah benar. Pada akhirnya, tujuannya sama tapi dia harus mencari Heartsoul Bead dan juga Three Marvels.

Tentu saja, kedua obyektif ini terdaftar sebagai quest berbeda.

 

‘Tapi sebuah quest Lore? Apakah tingkat kesulitannya berbeda? Apa artinya itu?'

 

Ketika sedang berpikir, seorang tetua telah mempelajari ekspresinya dan bertanya.

 

“Jadi apa yang kita lakukan?"

 

“Untuk sekarang...."

 

Ark menjawabnya dengan senyuman lebar.

 

“Kita harus latihan."

 

Pada siang hari yang sama, Ark mengumpulkan 300 rakun itu untuk berlatih.

Warrior's Cookie yang dia miliki terbatas. Jika dia ingin mereka bertarung tanpa kehilangan morale, tidak ada waktu yang boleh disia-siakan. Namun ketika dia mengumpulkan para rakun itu, sebuah desahan keluar secara natural.

Kanggeul itu berlevel 150, tapi level rata-rata rakun ini adalah 70. Ditambah lagi, mereka belum pernah bertarung sebelumnya dan bahkan tidak tau bagaimana cara menggengam senjata mereka dengan benar. Tapi Ark segera menggelengkan kepalanya.

 

‘Bukan itu. Hal yang paling penting bukan kekuatan individu, tapi kekuatan sebagai sebuah kelompok. Secepat dan seakurat apa komandan dapat memimpin mereka adalah kuncinya.'

 

Dia sudah melihat seberapa pentingnya komandan ketika di Jackson. Pertama, dia harus mengatur regulasi pasukan dan kemudian menunjukkan kalau kemampuan memimpinnya adalah 100%.

Untuk itu, Ark menghadapi mereka dengan keras sejak hari pertama.

 

"Rakun yang bergosip disana, keluar!"

 

Ark menunjuk ke salah satu rakun prajurit infanteri.

Dan setelah dia membuat sebuah medley sup mengerikan, dia memberinya makan sup itu.

Ark yang memegang komando juga mengubah penjualan kue menjadi sistem distribusi. Karena sumber daya terbatas, dia harus mengatur kuantiti keluaran dengan tepat. Berkat itu, para rakun selalu berjuang untuk kuenya. Ark menggengam kuenya, jadi tentu saja tidak ada rakun yang akan membantahnya. Juga, prajurit yang menunjukkan performa baik akan mendapat hak untuk membeli lebih banyak kue. Ark memperkenalkan sistem hadiah dan hukuman yang bisa membuat para rakun pura-pura mati.

Sebuah kediktatoran telah lahir.

Ark menangkap para rakun dan memisahkan mereka dalam cabang-cabang layanan menurut kualitas mereka. Para tetua mengakatakan kalau spesies rakun tidak mengerti pertarungan sama sekali, tapi Ark langsung membuang prasangka itu. Tentu saja, para rakun tidak memiliki skill yang berhubungan dengan pertarungan. Namun, dia dapat memanfaatkan NPC itu dengan menerapkan karakteristik craftsman (pengrajin) ke dalam pertempuran. Ketipa bapa semua ras menciptakan spesies, mereka memiliki sesuatu di pikiran mereka. Tidak perlu dikatakan lagi kalau equipment memiliki peran penting di pertempuran. Ark secara khusus memberi perhatian pada senjata artileri portable. Meriam memiliki kecepatan isi ulang yang rendah, tapi jarak dan kekuatannya jauh melebih anak apanah. Bonus tambahan juga diterapkan ketika digunakan pada monster besar, yang dapat menambah kekuatannya sampai 10 kali lipat. Masalahnya adalah harga satu peluru meriam itu sekitar 1L, setara dengan 20 silver. Namun Ark tidak peduli. Lagipula, dana militer datang dari saku para rakun.

 

‘Hingga saat ini, aku tidak bisa memiliki senjata seperti ini..."

 

Jika dia memikirkan tentang dunia luar, dia tidak akan termotivasi.

Lagipula, clan racoon yang menghasilkan senjata dan armor semuanya menyombongkan kualitas lumayan baik. ​​ Sayangnya, supply bahan baku tidak memuaskan karena mereka bersembunyi. Oleh karena itu, mereka tidak bisa memproduksi equipment dalam jumlah besar.

 

‘Aku rasa aku harus membagi cabang-cabang berdasarkan ketersediaan equipment.’

 

“OK, mulai dari sekarang aku akan membagi cabang layanan. Kelompok pertama akan menjadi letnan."

 

Ark menunjuk pada sekelompok rakun yang memiliki level dan stamina lebih tinggi. Lalu memerintahkan mereka untuk menggunakan senjata dan armor terbaik. Jumlah itu kurang lebih 120.

Kelompok kedua dipilih berdasarkan kelincahan (agility) mereka. Mereka diberikan armor dengan defense tinggi dan artileri. Dan kelompok ketiga dan terakhir adalah barisan belakang untuk support, yang bertanggung jawab untuk menghancurkan gua dengan skill rasial mereka.

 

'Bukankah ini memakaikan equipment pada NPC ini sangat menarik?'

 

NPC rakun yang lebih tua menyumbangkan sebuah chest (kotak harta) yang cukup dermawan. Itu adalah uang publik yang tidak bisa Ark ambil karena siapa yang tau kapan dia membutuhkannya untuk membeli item yang dibutuhkan dalam pertarungan.

Dengan begini, para rakun dikelompokkan dengan jelas. Tidak tidur, Ark mulai melatih para rakun dalam divisi berbeda. Ketika latihan terus berlanjut, para rakun berlari maju dan mundur mengikuti sistem latihan. Setelah 6 hari berlalu di dalam game, yang merupakan hari kedua dalam dunia nyata, latihan mereka telah selesai. Ark mengumpulkan prajurit itu lalu mulai berbicara.

 

“Kalian semua sudah menderita. Mungkin ada yang mengatakan hal buruk terhadapku. Namun, masalah kita belum pergi. Semoga kalian mengingat hal ini ketika kita pergi ke Yggdrasil untuk menyelamatkan sauda-saudara kalian dan merebut kembali kedamaian kalian. Ditambah lagi, sudah merupakan pengetahuan umum bahwa latihan keras akan mengurangi korban kematian di medan tempur. Ini adalah kewajibanku untuk memastikan kalian siap untuk hal ini, meskipun aku harus mendorong kalian."

 

Itu tulus. Tidak ada kesempatan kedua untuk quest ini.

Jika pasukan rakun ini kalah, maka quest Heartsoul Bead dan Three Marvels-nya akan gagal. Dia harus mencapai tujuannya meskipun itu artinya dia harus menggunakan prajurit rakun.

 

“Sekarang, latihan berat telah berakhir. Hal yang tersisa adalah merebut kembali kedamaian Subarutalp dengan tangan kita sendiri. Demi clan racoon!!"

 

“Ah Ah Ah!

 

Demi clan racoon!"

 

Rakun yang sederhana itu tertipu oleh scam-nya dan bersorak ratusan kali.

Sekarang semua persiapan sudah selesai. Hal yang harus dia lakukan sekarang adalah maju menyerang! Ketika Ark baru akan memberikan perintah.

Diririri. Diririri.

Sebuah suara tidak asing terdengar di kejauhan. Dia tidak mendengarnya dari New World. Dia mendengar ponselnya berdering dari luar unit game.

 

‘Apa-apaan? Siapa yang meneleponku pada saat seperti ini?'

 

Di dunia nyata, sudah lewat jam 12 di malam hari.

Diantara semua orang yang dia kenal, tidak ada yang akan meneleponnya pada jam seperti ini. Ark ingin mengabaikannya, tapi dia juga tidak ingin perhatiannya teralihkan di dalam game, jadi dia memilih untuk memutuskan koneksi.

 

“Tunggu sebentar!”

 

Para rakun yang bersemangat itu ditinggalkan sendirian menggaruk kepala mereka dengan canggung.

 

44

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *