ARK – Volume 5 Chapter 8

ACT 8 Merasakan Sebuah Spar

 

Ark dan party JusticeMan meninggalkan Cairo. Mereka menuju ibu kota Kerajaan Schudenberg, Selebrid. Ini karena seorang pembicara mengumumkan konten penuhnya.

 

“Perhatian kepada semua penduduk Schudenberg. Akhirnya; Bristania, Sinius Principality, dan Kerajaan Bavaria sudah tidak berada dalam perang lagi. Ketiga negara ini telah menandatangani gencatan senjata. Perang panjang ini untungnya berakhir damai tanpa konfrontasi!”

 

“Wah ah ah!”

 

Para NPC dan pengguna bersorak pada berita tak terduga itu. Terdapat tiga kerajaan manusia saat ini di New World. Hubungan antara Bristania, Sinius, dan Schudenberg itu tidak baik. Karena Schudenberg dan tiga kerajaan itu saling berbatasan satu dengan yang lain, tidak mudah bagi pemain untuk menyeberangi perbatasan. Sedangkan NPC di New World berpikir itu seperti sebuah perang dingin, hal ini membuat pemain merasa tidak nyaman. Pemain lain dan bahkan teman yang memulai di kerajaan lain tidak dapat bertemu. Ditambah lagi, kebanyakan wilayah perbatasan telah ditandai sebagai tempat terlarang. Namun, sebuah gencatan senjata telah ditandatangani. Ini artinya kamu bisa berpetualang ke lebih banyak tempat lagi. Juru bicara itu mengangkat tangannya untuk menenangkan kerumunan dan berkata lagi.

 

“Kami akan memberitau inti dari gencatan senjata ini. Masyarakat bebas berdagang dengan siapapun di tiga kerajaan. Jika kamu melintasi perbatasan untuk berdagang, kamu harus mendapatkan izin dan tarif khusus sebesar 5% akan diberlakukan.”

 

Setelah dia berbicara untuk waktu yang lama mengenai konten perjanjian yang membosankan itu, dia berhenti sebentar.

 

“Tapi ini adalah informasi paling penting dari perjanjian gencatan senjata. Sejauh ini, wilayah perbatasan (border) tiga kerajaan telah dilarang untuk berperang. Ketiga kekuatan ini telah menyatakan untuk membersihkan wilayah perbatasan (frontier) yang luas.”

 

“Frontier?”

 

“Itu benar. Semua yang ada disini akan terbuka bagi semua orang asing.”

 

Para pemain membuka mulut mereka disaat juru bicara itu melanjutkan berbicara. Ini adalah ringkasan dari kata-kata juru bicara itu. Nama resmi untuk wilayah perbatasan segitiga di tiga kerajaan itu adalah Nagaran. Tak lama yang lalu, sebuah pertempuran kecil berkembang diantara tiga pasukan yang beroperasi di perbatasan. Namun banyak kejadian yang terjadi belakangan ini, seperti quest event Jackson dan insiden lainnya yang tersebar di seluruh New World,jadi mereka memutuskan kalau perang mereka harus berakhir. Perjanjian gencatan senjata ditandatangani setelah prajurit dari seluruh kerajan mundur dari Nagaran. Akibatnya, terdapat sebuah wilayah besar yang dibiarkan kosong. Raja-raja dari tiga kerajaan memikirkan bagaimana caranya mereka akan menggunakan wilayah kosong ini. Karena sekali pasukan mereka pergi, akan ada banyak ruang disana. Mereka akhirnya menemukan solusi Orang asing. Orang asing mengejar hidup mereka sendiri terbebas dari perhitungan dan ketertarikan tiga kerajaan. Alasan Nagaran dibuka untuk orang asing itu sederhana. Ketika banyak orang asing menempati Nagaran, kekuatan dan ketertarikan mereka dinilai untuk menjadi sebuah zona penyangga militer. Ditambah lagi, jika orang asing menempati wilayah itu dan mengeluarkan uang untuknya, maka tiga kerajaan juga akan memperoleh keuntungan. Para pemimpin juga cukup puas atas ide bagus itu.

Namun, meskipun jika mereka disebut Raja, mereka masih hanya NPC. Mereka percaya kalau mereka memikirkan semua itu sendiri, tapi itu adalah sebuah skenario yang sudah disiapkan untuk New World.

<Episode II: Zaman Perintisan Orang Asing> telah dimulai.

 

“Jika kamu adalah bagian dari guild Warrior yang luar biasa, maka kamu akan diberikan kesempatan untuk menempati sebuah kastil. Selain itu, orang asing yang menempati sebuah kastil akan mendapatkan status Baron oleh tiga Raja!”

 

Menyusul hal itu, sang juru bicara menjelaskan aturan Siege. Aturan untuk menempati sebuah kastil itu sederhana. Pada bagian atas Nagaran, terdapat sesuatu yang disebut Throne of Governance (Singgasana Pemerintahan). Jika pemain pertama yang duduk pada singgasana itu adalah seorang guild leader, maka mereka akan menjadi Lord di kastil itu. Mereka juga harus mempertahankan status itu selama tiga hari game, yang berarti 24 jam di dunia nyata, sambil menahan serangan dari guild lain. Jika berhasil, Lord dapat mengaktifkan pertahanan kastil yang beroperasi dalam lingkup pengaruh tertentu. Status sebagai seorang Lord itu tidak permanen. Pengguna yang menempati kastil itu harus menerima tantangan lain setidaknya sekali dalam seminggu. Ketika mereka dikalahkan, tiga kerajaan akan mencabut kekuasaan mereka. Mereka juga harus mencucurkan uang untuk membangun kastil mereka, meskipun mereka tidak tau apakah mereka bisa mempertahankannya atau tidak.

 

Biar bagaimanapun, sebuah kebisingan dimulai diantara pemain setelah juru bicara selesai menyampaikan pengumumannya.

Mereka bisa menjadi pemiliki sebuah kastil! Ini adalah event besar. Ini bukan sebuah game santai lagi. Jika seseorang menelusuri sejarah game korea sebelumnya, menguasai sebuah kastil pertama kali muncul pada game O. Menguasai sebuah kastil akan memberikan kekayaan dan kehormatan besar bagi sebuah guild. Sampai-sampai setelah menguasainya selama satu tahun, mereka akan dapat memiliki sebuah rumah. Seberapa banyak uang yang bisa mereka peroleh di New World, yang merupakan game generasi baru. Keuntungan yang mungkin didapat akan sangat menggiurkan. Dan juru bicara itu bahkan menjelaskan ini. Ketika seseorang menjadi Lord, mereka diberikan kuasa untuk menerapkan dan menagih pajak. Jika mereka inginkan, mereka bahkan bisa menahan aset seorang pemain. Tentu saja, mudah untuk berkuasa dengan tirani dan kemudian harus berjuang mempertahankan posisi itu dari pemain lain. Tapi biar bagaimanapun, untuk wilayah itu, kekuasaan seorang Lord itu hampir tidak terbatas.

 

‘Aku tidak bisa mempertimbangkannya ketika aku harus memperhatikan Ark.’

 

Alan mengepalkan tangannya dengan erat. Alan baru saja menerima telepon dari Andel.

Dia telah menghabiskan 1,500 gold untuk menyewa 15 Assassins dan mengirimkan mereka untuk mengejar Ark. Rencananya tidak berjalan mulus. Bagaimana mungkin dia ditemani oleh 15 Assassin berlevel 120 tapi masih tidak bisa menghabisi Ark? Ditambah lagi, semua itemnya terbuang, makanya dia datang merengek padanya.

 

‘Dasar bajingan bodoh!’

 

Sangat sulit untuk menemukan Dark Brotherhood dan menyewa mereka. Alan mempertaruhkan fame-nya dan dia juga menginvestasikan banyak uang sejauh ini. Setelah dia menyewa 15 orang, fame-nya sudah jatuh banyak. Tapi bukankah hasilnya lebih menguntungkan kepada Ark? Tentu saja, salah satu alasan untuk itu adalah Andel. Dia tidak mempertimbangkan kalau kelompok rehab akan ikut campur atau kemunculan seorang NPC. Tapi biar bagaimanapun, masalah paling menentukan adalah kebodohan Andel.

New World bukanlah sebuah game online sederhana yang dipikirkan Andel. Assassins akan bergerak lebih baik dibawah arahan yang tepat dari kliennya. Dengan kata lain, jika kliennya tidak bergerak dengan baik, makanya para assassin tidak bisa menggunakan kekuatan penuh mereka. Level pengguna bukan hal yang paling penting.

 

‘Suda kuduga, seharusnya aku tidak mempercayainya!’

 

Andel telah menjadi alasan investasinya merugi. Bahkan ketika dia mati, Andel tidak mengakui kalau kemampuannya berada di bawah Ark.

 

‘Bahkan organisasi saja tidak bisa menangani Ark dan kerjasama timnya. Dan dengan presensi pasukan NPC, ini menjadi semakin sulit. Dia harus diinjak dulu sebelum dia lolos ujian masuk perusahaan. Kalau bisa, aku harus menemukannya sebelum terlambat…’

 

Kemudian Alan menggelengkan kepalanya.

 

‘Tidak. Aku tidak bisa melewatkan kesempatan ini karena Ark.’

 

Faktanya, Alan sudah tau informasi tentang <Episode II: Zaman Perintisan Orang Asing>. Di kenyataan atau game, tidak ada tempat yang bisa menahan sogokan. Holy Knight Alan adalah salah satu dari sedikit pemain yang bisa mengakses cathedral. Tindakan tiga kerajaan sudah dia dengar melalui NPC dengan intimasi tinggi yang berada di cathedral yang dia sogok.

 

“Mereka sudah memutuskan untuk membuka Nagaran kepada orang asing. Tapi jika kamu pergi dulu maka cathedral akan mendukungmu nanti. Apa kau mengerti?”

 

Tak lama yang lalu, seorang bishop di cathedral telah memanggilnya dan diam-diam memberitaunya hal itu. Meskipun itu terbuka untuk orang asing, NPC dengan kekuasaan juga menginginkan bagian di wilayah itu. Karena mereka tidak bisa melakukannya secara langsung, maka mereka harus berkomplot dengan pemain yang memiliki kuasa terhadap Nagaran. Tiga guild terbesar dan royal family juga kemungkinan membuat gerakan yang sama. Sejak itu Alan telah menghentikan semua pekerjaannya dan berfokus pada membangun guildnya. Dimana ujian masuk tidak penting bagi Andel, Alan itu berbeda. Dia mempunyai alasan untuk bergabung dengan Global Exos. Oleh karena itu, Alan percaya kalau menguasai kekuatan di New World dapat membuatnya melewati ujian masuk.

 

‘Sistem membuatnya tidak mudah untuk menguasai sebuah kastil, tapi ketika sudah dikuasai, sebuah guild dapat menentukan pajak tinggi dan meningkatkan kekuatannya. Sekarang adalah kesempatanku. Tak lama lagi pemain akan berpindah ke wilayah itu dan bergadang untuk men-siege (menyerbu/mengepung) kastil itu. Aku harus mengumpulkan seluruh kekuatanku dan bergerak sebelum sebuah guild kuat menempatinya.’

 

Mata Alan bersinar.

 

‘Jika aku tidak mendapatkan apa-apa, organisasi Dark Brotherhood masih menganggap party Ark sebagai musuh. Karena 18 Assassins telah terbunuh olehnya…. aku akan menyerahkan Ark kepada mereka. Dan ketika aku sudah meningkatkan kekuatanku, aku bisa menginjak Ark kapanpun aku mau.’

 

Alan membuat sebuah keputusan dan langsung memindahkan kantor guild. Sekitar seminggu lalu, dia telah menginvestasikan sejumlah besar uang pada guild ‘Dawn Blade’. Alan mengisi mayoritas anggotanya dengan kandidat ujian. Mereka lebih kuat dan berlevel lebih tinggi dibanding dengan pemain yang hanya menikmati game. Dia mengamankan mereka demi untuk menguasai kastil. Hanya dengan itu saja sudah bisa memberinya impresi kuat kepada staf di Global Exos. Alan melihat pada magician elf cantik yang menunggu di kantor guild dan berkata.

 

“Lariette-nim, aku sudah menunggumu.”

 

“Ya, aku sudah mendengarnya.”

 

“Pengumuman ini pasti akan memiliki pengaruh yang menentukan hasil dari ujian masuk perusahaan. Dan Lariette pasti bisa memperoleh memperoleh skor yang mirip denganku sebagai wakil guild master.”

 

“Selalu …… aku bersyukur.”

 

“Tolong hanya ikuti aku. Karena aku pasti akan membuatmu lolos.”

 

“………Ya.”

 

Lariette merasa terbebani dan menjawab dengan pelan sambil menghindari pandangannya. Lariette jelas merasa terganggu dengan pendekatan Alan yang tiba-tiba. Sejak event di Jackson…

 

‘Tidak mungkin…. Jangan katakan ini karena Ark?’

 

Pria juga memiliki intuisi jika ada hubungan dengan wanita. Lariette jelas memiliki kesan yang bagus terhadap Ark. Ketika ide itu masuk ke dalam kepalanya, Alan mengerutkan keningnya dengan marah dan tidak berbicara sesaat.

 

‘Ya, kau tidak begitu berbeda dengan gadis lain. Sekali aku mendapatkan segalanya di dunia maka kamu akan mengemis untuk perhatianku. Ya, semuanya berputar di sekitarku di dunia ini. Mustahil untuk meninggalkanku kalau aku tidak merasa puas.’

 

Mantel Alan berkibar disaat dia berbalik.

 

“Kumpulkan semua anggota guild Dawn Blade.”

 

Gadis cantik yang bertanggung jawab untuk meja resepsi itu menghembuskan nafas. Dia juga mengikuti ujian masuk perusahan dibawah nama Lariette.

Namun, dia menghela nafas lebih sering belakangan ini.

 

‘Alan menjadi semakin menindas. Awalnya dia adalah orang yang baik dan ramah…’

 

Tentu saja, lulus ujian adalah alasannya bermain game ini. Tapi itu bukan satu-satunya alasannya. Dia adalah salah satu dari pemain yang memiliki pikiran murni dan hanya ingin menikmati New World. Itulah alasan dia mengikuti Alan, yang bermain game ini lebih aktif dari siapapun. Dia bisa bermain game dengan Alan, yang merupakan rekan atraktif. Tapi sejak itu Alan sudah berubah. Rekannya sekarang tiba-tiba menjadi sangat mendominasi.

Ketika seseorang datang untuk bergabung dengan guild, dia memiliki sebuah sistem ujian yang harus dilalui. Kemudian dia akan menggunakan kekuasaannya untuk mengendalikan dana umum mereka. Di sisi lain, jika mereka tidak mendengarkannya, maka mereka akan dikeluarkan dari guild. Dia tampaknya bermain game dengan hanya memikirkan bagaimana caranya memperoleh skor tinggi di ujian. Apa yang membuat Alan begitu tidak sabaran? Itu adalah sesuatu yang tidak dia mengerti.

 

‘Diantara rekan-rekanku, evaluasi terbaru Alan tidak begitu bagus. Orang-orang seharusnya berkumpul untuk menikmati game. Dua ribu orang yang terkumpul…. ini bukan game yang aku inginkan….’

 

“Hei, gadis cantik. Kenapa ekspresimu begitu gelap?”

 

Pada saat itu, satu orang yang sedang menunggu menghampirinya dan berbicara.

Ketika dia melihat ke atas, dia melihat itu adalah salah satu dari departemen perencanaan Global Exos, Ho Myung-hwan.

 

“Ah, bukan apa-apa.”

 

“Jika seorang gadis cantik seperti ini duduk di meja dengan wajah murung, maka motivasiku akan menurun.”

 

“Itu bukan masalah besar.”

 

Ketika Kang Mi-su mencoba untuk tersenyum, Ho Myung-hwan menyerahkan secangkir kopi kepadanya sebelum berbicara lagi.

 

“Jika kamu mengkhawatirkan ujian masuk perusahaan, maka itu sama sekali tidak perlu. Kamu punya teman bernama Alan, benar? Departemen perencanaan sudah memperhatikan Alan. Evaluasinya cukup tinggi dan sebagai partnernya, kamu juga tinggi. Jika kau meneruskannya, kamu pasti akan lulus.”

 

“Terima kasih.”

 

“Kamu tidak perlu berterima kasih kepadaku.”

 

Ho Myung-hwan menggaruk kepalanya sebelum berjalan pergi dengan sebuah tawa.

Pada saat itu, Kang Mi-su teringat pada sesuatu dan bertanya.

 

“Apakah kamu tau sesuatu tentang Ark-nim?”

 

“Ark?”

 

Ho Myung-hwan terdengar bingung.

 

“Aku tidak pernah mendengarnya? Apa kau kenal dia?”

 

“Ya, sedikit….”

 

“Hmm, aku tau setiap ID yang diperhatikan oleh departemen perencanaan…. Aku tidak pernah mendengar tentangnya, jadi mungkin saja dia tidak begitu aktif di dalam game.”

 

“Tapi aku dengar dia membuat sebuah pencapaian besar di quest event?”

 

Kang Mi-su mengatakannya dengan sebuah ekspresi yang menyatakan kalau dia tidak mengerti. Ya, selain Alan, kebanyakan orang juga tau nama Ark. Selama quest event, bukankah dia adalah pemain yang bertanggung jawab atas kesuksesan strategi penghancuran meriam scorch? Oleh karena itu, dia tidak mengerti kenapa Departemen Perencanaan tidak mengingat IDnya. Kang Mi-su menjelaskan kepada Ho Myung-hwan yang mencondongkan kepalanya.

 

“Benarkah? Aneh. Itu jelas layak untuk mendapatkan perhatian…. Ada lebih dari 2000 kandidat jadi seseorang mungkin melewatkannya. Aku mengerti. Aku akan memeriksanya lagi.”

 

“Tolong.”

 

“Oho, Miss Global Exos, Kang Mi-su sedang menanyakan tentang seorang pria. Apa kau sudah memiliki seorang pria di pikiranmu? Aku cemburu.”

 

“Tidak seperti itu.”

 

“Ha haha! Ok, ok. Jangan terlalu banyak memutar wajahmu. Kami akan memeriksanya.”

 

Ho Myung-hwan menjatuhkan sebuah lelucon sebelum pergi. Kang Mi-su kemudian melihat pada punggungnya dengan ekspresi rumit. Dari semua orang yang berada di interview, Kim Hyun-woo….. Tidak, Ark. Kenapa namanya tiba-tiba muncul? Dia sejujurnya tidak mengerti. Tapi Ark tampaknya menunjukkan bentuk yang berbeda setiap kali mereka bertemu, jadi dia merasa gugup terhadap eksistensinya. Ya, aku hanya gugup. Hanya itu saja.

 

“Apa ini? Kalau kau mau tidur, maka kau harus tidur di malam hari…”

 

Hyun-woo menggosok pada mata bengkaknya disaat dia mendengarkan keluhan.

Kemudian Gwon Hwa-rang kentut dan meremas kepalanya.

 

“Orang ini, apa yang terjadi dengan game? Kamu bermain game bersamaku, tapi koneksinya tiba-tiba mati jadi aku datang untuk memeriksamu, tapi kau hanya tidur?”

 

“Sudah kukatakan. Ada banyak hal yang harus aku lakukan di Underground World, sampai aku kurang tidur.”

 

“Ketika aku seumuran kamu, aku bergadang semalaman selama satu minggu.”

 

“Apa kamu robot super yang diciptakan oleh negara?”

 

“Siapapun bisa melakukannya. Ini hanya masalah mental.”

 

“Jadi aku pasti punya mental yang lemah karena aku terus-terusan ketiduran.”

 

Ark mencemberutkan bibirnya. Gwon Hwa-rang tersenyum dan menjawabnya.

 

“Biar bagaimanapun, kita punya waktu untuk bertemu sebelum Hye-sung online lagi. Karena masih ada banyak waktu, aku ingin memperkenalkan seseorang kepadamu. Faktanya, aku sudah mencoba memperkenalkan mereka sebelumnya tapi itu sulit karena mereka sangat sibuk.”

 

“Perkenalan? Apakah ini seperti kencan buta?”

 

“Jangan omong kosong dan tunggu saja sebentar. Kau harus datang.”

 

Sebuah nada dering terdengar disaat seseorang masuk ke cafe dan melihat-lihat. Dia adalah seorang pria berusia 30 tahun dan tinggi sekitar 170 cm. Mengenakan baju tidak berlengan, celana pendek longgar dan menyeret sendalnya, mereka tampak seperti gangster kelas tiga. Dia memperhatikan cafe itu sebelum menghampiri Gwon Hwa-rang dan kemudian duduk di sampingnya. Hyun-woo bergerak sambil melihat pada Gwon Hwa-rang. Gwon Hwa-rang adalah seorang mantan detektif. ketika melakukan itu, dia bertemu dan berasosiasi dengan dekat anggota rehab, tapi ada banyak orang lain yang merasa berbeda. Ketika Gwon Hwa-rang pergi, ada banyak yang mengeluh. Setelah melihat penampilannya, Hyun-woo dapat mengerti perasaan mereka. Untung sajam Gwon Hwa-rang ingat untuk menyambutnya.

 

“Kenapa kau begitu terlambat?”

 

“Aigoo, Hyung-nim. Tidakkah aku bergabung dengan hyung-nim seperti yang diminta? Ketika kamu berhenti menjadi detektif, nasibmu membaik. Sejak sore, anak-anak muda itu sudah menulis di buku catatan itu, jadi haruskah aku memanggil Agensi Polisi Nasional untuk membawa mereka pergi?”

 

“Berhentilah beramain-main. Polisi hanya akan menghentikan mereka ketika kamu sudah tidak bisa lagi.”

 

“Aku yakin keuntungannya lebih baik bagi polisi.”

 

Orang itu tersenyum dan menjawab sambil melihat pada Hyun-woo.

 

“Apakah ini temanmu?”

 

“Ya, ah! Ini Hyun-woo. Sapa dia. Dia adalah seorang junior di universitas atletik. Ini adalah Lee Myung-ryong. Sebelum dia menjadi detektif, dia adalah seorang napi.

 

“Senang berjumpa denganmu. Aku Lee Myung-ryong. Seperti yang kamu dengar, aku pernah menjadi napi sebelum menjadi detektif.”

 

Lee Myung-ryong tersenyum dan menjulurkan tangannya.

Rasanya seperti memegang sebuah batu, yang sudah seperti ekspektasiku, karena tampangnya seperti seorang penjahat.

 

“Namaku Kim Hyun-woo.”

 

Hyun-woo menjabat tangannya sebelum melihat pada Gwon Hwa-rang. Tapi kenapa dia mengganggu tidurnya hanya untuk memperkenalkan seorang polisi.

 

“Hyun-Woo, kau bilang belakangan ini kau berlatih secara konstan?”

 

“Ya, aku melakukannya selama dua jam di pagi hari.

 

“Ya, itulah kenapa keahlianmu jauh lebih baik di dalam game. Tapi ada batasan jika hanya berolahraga. Karena Agensi Polisi Nasional (NPA) tempat dimana dia bekerja itu dekat dengan rumahmu, kamu bisa berlatih di gym NPA sekarang.”

 

“Apa? Tapi………”

 

Kata Hyun-woo dengan ekspresi bingung. Memang benar rasanya gerakannya tidak banyak meningkat belakangan ini. Jelas memang ada batasan atas apa yang bisa diraih dengan berlatih sendiri. Setelah berlatih, kekuatan fisiknya juga meningkat. Itu mungkin sudah cukup bagi orang biasa, namun Hyun-woo menerapkan taekwondo di dalam game. Jadi dia memiliki keinginan untuk meningkatkan kemampuannya lagi di dalam game. Tapi kenapa harus gym NPA? Karena dia tidak mendengar hal ini di depan, Hyun-woo melihat pada Lee Myung-ryong dengan mata bingung. Wajah Lee Myung-ryong mengeras dan dia tidak mempedulikan Gwon Hwa-rang.

 

“Ini tidak masalah. Di NPA banyak warga sipil datang dan pergi seperti gym biasa. Juga ada seseorang yang merupakan anggota timnas taekwondo. Meskipun sifatnya mungkin kotor, kamu bisa belajar taekwondo secara langsung. Apa kau pernah mendengar seorang perwakilan yang harus turun karena insiden kasar?”

 

“Apa kau sudah pikun? Bagaimana bisa kau berkata hal seperti itu di depan anak-anak?”

 

“Biar bagaimanapun, tidak masalah menggunakan gym? Aku akan berhenti datang jika NPA mengatakan sesuatu.”

 

“Jeez, itu tidak masalah. Tapi sebagai hyung-nim, aku akan memeberitahumu; gym NPA itu sangat berbeda dengan gym lokal biasa. Tidak peduli apa karaktermu atau kamu adalah teman hyung-nim atau bukan, jika kau bermain-main maka kami tidak akan menganggapnya enteng…”

 

Lee Myung-ryong melihat pada Hyun-woo dengan mata ragu.

 

“Kukuku, kau belum mendengarnya. Meskipun dia datang dari universitas atletik dan tampak sepele, dia adalah seorang murid yang pandai. Dulu, bukankah aku pernah menceritakan tentang seseorang yang menendang rahangku dengan spin kick? Dialah orang itu.”

 

“Ho ho, kawan itu? Orang yang berada di jalan dan mencari masalah?”

 

“Masalah? Jangan konyol, benar-benar. Itu sudah lama. Itu sampai membuatku takut olehnya. Ketika dibandingkan dengan sekarang, dia benar-benar orang yang berbeda. Ini seperti sebuah kurungan.”

 

“Ah, paman!”

 

Hyun-woo berteriak dengan wajah merah.

Itu sampai membuat dia terbang ke detektif Gwon Hwa-rang yang membuat bahkan organisasi teroris bergetar dan menendang ke rahangnya! Itu adalah sesuatu yang tidak bisa dia lupakan. Tak lama setelah kecelakaan ayahnya, Gwon Hwa-rang mengunjungi Hyun-woo yang berkeliaran untuk waktu lama. Ibunya ingin bicara dengannya. Itulah kata-kata pertama Gwon Hwa-rang.

Namun, sebelum dia selesai bicara, Hyun-woo berputar dengan tajam dan menendang Gwon Hwa-rang di rahangnya. Korban lain pasti sudah mencari seorang pengacara untuk mendapatkan kompensasi.

Gwon Hwa-rang hanya berputar balik setelah dia terbetur. Namun setelah beberapa saat, Gwon Hwa-rang hanya tertawa dengan ekspresi senang.

………..Hyun-woo mengingatnya dari sini. Setelah itu dia pingsan karena dihajar babak belur dan terbangun di depan ruang ICU dimana ibunya berada. Dia sejujurnya tidak tau apakah air mata yang dia teteskan adalah air mata sedih atas ibunya atau air mata karena sakit yang dia rasakan.

 

‘Bukankah itu pertama kalinya sejak aku lahir seseorang membuatku pingsan? Apakah itu alasan kenapa aku takut untuk mendekat?’

 

Ketika Hyun-woo menatap dengan ketidakpuasan, Gwon Hwa-rang berpura-pura tidak melihatnya dan hanya membuang muka. Tiba-tiba, dia merasakan mata tajam padanya. Itu adalah Lee Myung-ryong, yang berpenampilan seperti preman kelas tiga.

 

“Ho-oh, Ini adalah orang yang menendang dagu Hyung-nim?”

 

“Tidak, itu hanya sebuah kecelakaan. Paman itu selalu mengalah.”

 

“Dia menerimanya begitu saja? Orang ini? Apakah ini sebuah lelucon?”

 

Mulut Lee Myung-ryong terangkat disaat dia mengangguk.

 

“Ok, berdiri. Gym sedang kosong jadi aku harus melihatnya sendiri.”

 

“Apa? Tapi aku benar-benar….”

 

“Orang apa yang mengeluh begitu banyak? Ikut aku!”

 

Seperti preman kebanyakan, Lee Myung-ryong memiliki sifat yang blak-blakan. Hyun-woo pada akhirnya diseret dengan kasar ke gym polisi. Ketika dia pertama kali sampai, dia pikir ini adalah gym yang lumayan bagus. Tempat ini terisi dengan berbagai jenis peralatan latihan dan ruang ganti dan shower juga canggih. Hyun-woo melihat-lihat dengan mata terkagum ketika Lee Myung-ryong menemukan sebuah loker dan melemparkan seragam kepadanya. Lalu Lee Myung-ryong juga mengganti ke seragam.

 

“Coba pakai. Ukurannya harusnya pas.”

 

“Hah?”

 

“Apakah anak ini hanya akan datang lalu pergi begitu saja? Jika kamu adalah seorang seniman bela diri, maka kamu harus bergabung. Ah, kau mungkin akan terkejut tapi ini adalah hal yang dilarang di gym ini. Bahkan seorang tamu tidak bisa melakukannya. Hal ini tidak boleh dilakukan. Jika kamu melakukannya, maka hukumannya adalah kematian! Jadi cepat ganti pakaianmu.”

 

Detektif Korea Selatan itu telah menginjak-injak haknya. Oleh karena itu, Hyun-woo berganti ke seragam dan langsung berdiri sambil melihat pada Lee Myung-ryong. Di sampingnya, Gwon Hwa-rang hanya menyaksikan dari jauh. Lee Myung-ryong menggaruk dagunya dan berkata.

 

“Gym NPA tidak memiliki aturan apapun seperti pelanggaran. Dua orang bertarung, dan jika satu orang KO dan tidak bisa melanjutkan lagi, maka pertarungan berakhir. Jika kamu mengerti…. Mulai!”

 

Lee Myung-ryong yang memperkecil jarak tiba-tiba muncul seperti sebuah bola. Dalam sekejap, kakinya mencoba untuk menyapunya ke lantai. Hyun-woo terkejut dan langsung mundur beberapa langkah ke belakang. Namun, sebelum dia bisa mencoba menyerang, Lee Myung-ryong merubah posturnya dan membidik pada kepala. Dia dapat secara reflex melipat badan bagian atasnya untuk menghindari serangan Lee Myung-ryong yang langsung bergerak pergi beberapa meter. Gerakannya itu seperti iblis.

 

“Ho-oh, kau lumayan. Sudah cukup untuk melihat bentukmu, seperti yang hyung-nim katakan.”

 

Serangannya gagal dua kali, tapi Lee Myung-ryong mengatakannya dengan nada senang. Sebenarnya, Hyun-woo juga kagum. Kecepatan tendangan Lee Myung-ryong itu berada pada level pegulat pro. Hyun-woo yang hanya tau sedikit tentang taekwondo tidak bisa dibandingkan dengannya. Itu mungkin sebuah kebetulan, tapi dia juga menghindari serangan berikutnya. Dan Hyun-woo dapat menggunakan kuda-kudanya untuk menghindari serangan dua kali.

 

‘Gerakan yang dipelajari di New World dapat diterapkan pada realita!’

 

Dia tidak tau itu sampai hari ini. Ark menggunakan teknik hindaran yang berguna di New World. Tidak hanya teknik di dunia nyata disalurkan ke dalam game, tapi game itu juga mengajarkan teknik yang dapat digunakan dengan mudah di realita! Insting yang dipelajari di game dan realita itu tercampur. Tapi kenyataannya, itu adalah hasil yang jelas. Dalam sebuah game virtual reality, otak pengguna digunakan untuk menggerakkan karakter. Meskipun gelombang otak yang berbeda diamplifikasi oleh komputer, itu tidak ada bedanya dengan cara badanmu bergerak pada kenyataannya. Apa yang membuatnya tertarik adalah fakta kalau skill dari game dapat dia gunakan.

 

‘Aku pikir aku akan terkena serangan Lee Myung-ryong, karena aku tidak bisa menghindari serangan tanaman merambat Kanggeul. Tapi aku berhasil menghindari serangan Kanggeul pada tanah tidak stabil. Jika lawan yang kuat berada di atas sebuah tikar, maka akan lebih mudah untuk dihindari.’

 

Hyun-woo menendang pada karpet beberapa kali dan mengangguk. Sparring berlangsung. Dia harus mencoba sebisanya untuk menang! Hyun-woo mulai melakukan beberapa langkah sambil bernafas dengan jelas. Meningkatkan tempo, sampai Hyun-woo tiba-tiba mempercepat dan menendang ke depan.

 

“Lihat orang ini. Dia langsung menyerang tanpa melihat? Berbeda dengan penampilannya, dia lumayan bagus!”

 

Lee Myung-ryong menendang dengan ringan sambil memutar kaki kiri dan kanannya. Tapi itulah saat-saat yang ditunggu oleh Hyun-woo. Hyun-woo mengeluarkan jeritan tajam dan dia berputar dan menusuk ke depan dengan kakinya. DIa merasa sebuah beban berat melewati jari kakinya.

 

‘Berhasil!’

 

Hyun-woo berputar disaat dia merasakan sebuah perasaan gembira. Pada saat itu dia tersandung dan matanya melebar sambil melihat pada Lee Myung-ryong. Keringat tiba-tiba mengalir turun melewati punggungnya.

Lee Myung-ryong telah menghentikan kakinya dengan menangkis menggunakan lengan tebalnya. Namun, itu bukan alasan kenapa keringatnya mengalir. Dia tidak pernah terkesan oleh orang biasa, tapi sesuatu sedang menyala-nyala pada mata Lee Myung-ryong. Apa yang dia rasakan itu sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Terasa seperti tubuhnya sedang disayat oleh pisau tajam! Hyun-woo tau dari pengalaman. Seseorang yang mengerikan itu bukan orang yang memiliki badan berotot. Suara juga tidak harus nyaring. Tak lama kemudian…. orang itu memiliki racun di matanya. Itu adalah mata seseorang yang telah memilih dan mengalami lebih banyak kekerasan dan kekacauan di dalam hidup mereka. Itu biasa terdapat di mata personil militer.

 

‘Berbahaya!’

 

Disaat yang sama, sebuah pesan peringatan muncul di dalam kepalanya. Hyun-woo langsung mundur sambil mengambil beberapa langkah ke belakang. Dan dia tidak bergerak. Itu adalah sikap insting yang digunakan oleh herbivora untuk melarikan diri dari predator. Namun, Lee Myung-ryong berlari maju sebelum dia dapat menggerakkan badannya. Itu benar-benar tampak seperti predator yang berlari maju!

 

“……….!”

 

Apakah itu 20 tahun yang lalu?

Itu adalah periode K-1 dimana kontes seni bela diri bermekaran. Namun, itu menerima kritik dan tak lama kemudian turun menjadi tontonan semata, tapi akibatnya UFC mengembangkan seni bela diri dengan besar. Sebuah garis kemenangan atau kekalahan yang jelas telah tergambar yang kurang berfokus pada jiwa dan pikiran, dan lebih pada sistematis dan ilmiah. Itu benar. Seni bela diri sudah berkembang pesat menggunakan periode itu sebagai dasarnya. Namun, itu hanyalah dari segi teknis. Mereka menggunakan periode itu sebagai dasar untuk perkembangan penarikan. Teknik berbahaya telah dilarang di kompetisi seni bela diri campuran…. dengan kata lain, itu adalah teknik paling efektif dalam latihan. Namun, dia tidak mempelajari teknik seperti itu di gym. Tidak mudah baginya untuk melihat teknik mana yang tidak boleh dipakai. Oleh karena itu, seni bela diri muncul seperti taring seekor predator besar. Tapi di era modern, tidak ada banyak tempat untuk mempelajari teknik-teknik praktikal seperti itu. Diantaranya, tim SWAT mempelajarinya secara langsung dari mempertaruhkan hidup mereka siang dan malam. Dan Lee Myung-ryong adalah kepala dari tim SWAT itu! Tidak seperti sebuah game, Hyun-woo sedang merasakan taekwondo dimana darah benar-benar dapat ditumpahkan. Teknik ini adalah gerakan yang berlebihan. Tapi anomalinya adalah teknik yang terlalu sempurna membanjir keluar.

Selain itu, masing-masing ditujukan pada jugularis sehingga aneh rasanya dia bisa selamat dari pukulan itu! Ketika dia menahan menggunakan lengannya, dia merasa seolah tulangnya sedang dipukul oleh sebuah palu.

 

‘Jika terkena titik vital, maka aku akan mati!”

 

Itu adalah serangan yang memastikan kematian akan mengikutinya.

Tapi hal itu membangunkan karakter keras kepala Hyun-woo.

 

‘Jika aku tidak menghentikannya, maka tidak mungkin untuk mengakhiri ini!’

 

Hyun-woo menggertakkan giginya dan menaruh kekuatan pada kakinya yang gemetaran. Pukul! Kesempatan Hyun-woo untuk menyerang hanya datang sekali. Hyun-woo menendangkan kakinya dan memukul seperti sebuah badai ketika dia punya kesempatan. Dan ketika Lee Myung-ryong memulai gerakan untuk menggunakan sebuah sidekick, dia langsung menggerakkan kakinya.

 

“Dark Dance!”

 

Itu adalah pergerakan kaki dari Dark Dance yang dia pelajari tak lama yang lalu. Ketika gerakan Ark menjadi rumit, Lee Myung-ryong menunjukkan keinginan untuk menyerbu maju. Sedangkan Hyun-woo menghindari serangan Lee Myung-ryong dan melompat maju seperti bola karet. Dia mengerahkan semua kekuatannya pada sebuah tendangan lutut!

Mata Lee Myung-ryong tersentak. Gerakan kaki yang dia gunakan tidak terdapat pada taekwondo, jadi dia tidak bisa mengantisipasinya. Tapi, dia hidup di dunia dimana hal-hal tidak terduga dapat menjadi medan perang berdarah. Lee Myung-ryong membatalkan gerakannya dengan menghentikan badannya dan menjatuhkan diri ke lantai dengan dua lengan dijulurkan. Kemudian badannya berputar dan dia menendang keluar. Nama lain untuk gerakan ini adalah Windmill. Tumit Lee Myung-ryong menendang pada dada Hyun-woo. Hyun-woo terlempar ke lantai.

 

“Heok!”

 

Terasa seperti salah satu tulang rusuknya retak oleh pukulan itu. Gwon Hwa-rang yang menyaksikan dari samping langsung melompat.

 

“Hyun-Woo! Bajingan, kau sudah gila!”

 

Seperti sebuah pikiran yang telat datang, sebuah perasaan tiba-tiba melewati wajah Lee Myung-ryong.

 

“M-maaf. Aku tidak sadar melewati batas…. Apa kau baik-baik saja?”

 

“Ya, aku bisa menahannya.”

 

Hyun-woo mengambil nafas dalam dan berdiri. Dadanya terasa sakit, tapi perasaan itu cukup menyegarkan. Spaaring…. sudah berapa lama sejak terakhir kali dia merasakan sensasi ini? Ditambah lagi, kemampuan Lee Myung-ryong beberapa tingkat di atas instruktor yang dulu mengajari Hyun-woo. Tidak, itu terasa jauh lebih kuat dari seniman bela diri yang biasa bertanding di TV. Hyun-woo tau kalau kesempatan untuk spar dengan orang seperti itu tidak sering ditemukan. Apa lagi, dia akan dengan tulus mencoba untuk melukai lawannya… Hyun-woo menyeringai sambil menyeka keringat di keningnya.

 

“Apakah kamu bisa mengajariku teknik windmill itu? Aku tidak pernah melihatnya di TV. Ayo mulai lagi.”

 

“Oho, lihat orang ini.”

 

Lee Myung-ryong dengan bersemangat mengguncang bahunya, tapi langsung tersentak ketika melihat wajah marah Gwon Hwa-rang. Lalu dia mendesah dan menggelengkan kepalanya.

 

“Tidak, sudah cukup untuk hari ini. Bahkan jika kau bisa menahannya untuk sekarang, akan sangat sakit besok. Ambil tapal dan letakkan pada tempat yang bengkak sebelum pergi. Dan jangan lupa untuk datang ke gym ketika waktunya latihan, aku akan berada disini dari jam 5 pagi sampai jam 7 sore.

 

“Apa? Kamu akan melatihku secara langsung?

 

“Ya, jadi pergilah mandi dan pulang dulu untuk sekarang.”

 

“Ya!”

 

Hyun-woo mengangguk dan menunduk sebelum menuju ke ruang locker dengan ekspresi bersemangat. Lee Myung-ryong melihat pada punggung Lee Myung-ryong sebelum berkata dengan nada serius.

 

“Hyung-nim, kamu bilang dia sudah tidak berlatih selama 5-6 tahun?”

 

“Itulah yang aku dengar.”

 

“Umurnya dua puluh dua?”

 

“Ya.”

 

Lee Myung-ryong tertawa pada jawaban Gwon Hwa-rang.

 

“Ha ha ha, dia itu yang sesungguhnya. Seperti yang hyung-nim katakan, ini mungkin bisa.”

 

“Ketika aku membawanya kepadamu. Aku sudah lupa soal ini, tapi kemampuannya sudah menjadi lebih baik dibanding apa yang aku lihat sebelum dia memainkan game VR itu. Aku tidak tau apakah kamu akan menerimanya…. itu sampai-sampai aku tidak tau lagi. Dia tumbuh dengan baik.”

 

“Pergilah. Aku akan membesarkannya dengan positif.

 

Gwon Hwa-rang dan Lee Myung-ryong tertawa sambil menghadap satu sama lain. Terdapat sebuah ekspresi usil di mata mereka. Ketika dia keluar dari gym, Gwon Hwa-rang sudah ditunggu oleh sebuah mobil.

 

“Ayo, aku akan mengantarmu.”

 

“Rumahku hanya beberapa perhentian saja.”

 

“Jangan banyak ngomong, cepat masuk.”

 

Gwon Hwa-rang mendorong paksa Hyun-woo masuk ke dalam mobil.

Spar dengan Lee Myung-ryong tampaknya lebih berdampak padanya dari yang dia kira. Meskipun tidak begitu, Hyun-woo telah diseret keluar dari tidurnya karena dia lelah makanya dia tidur sebentar. Tapi ketika dia membuka matanya pada suara Gwon Hwa-rang, apakah dia sampai ke tempat yang salah?

 

“Ara? Dimana ini?”

 

“Turun. Seseorang yang kamu kenal akan segera datang.

 

“Apa? Tapi apa….? ”

 

“Aku akan pergi dulu.”

 

Hyun-woo ditinggalkan dengan terkejut disaat Gwon Hwa-rang menyetir pergi.

 

‘Apa yang….? Bertemu seseorang yang aku kenal?

 

“Eh? Hyun-woo oppa?”

 

Pada saat itu, Hyun-woo tidak tau apa yang harus dia lakukan.

Tiba-tiba seorang wanita berhenti di depan toko dengan sebuah ekspresi terkejut. Itu adalah suara yang tidak asing…. Jung Hye-sun. Dia ingat ia memberitahunya ia mengikuti kelas malam untuk masuk ke universitas ketika mereka bekerja paruh waktu bersama-sama di toko serba ada. Hyun-woo tidak tau dari mana, tapi tampaknya Gwon Hwa-rang tau. Mungkin inilah kenapa dia menurunkan Hyun-woo lalu pergi.

 

‘Sialan, aku pikir itu adalah rakun, tapi itu adalah beruang?’

 

“Apa yang kamu lakukan disini? Pasti bukan….. untuk bertemu denganku?”

 

“Ah, well……..”

 

Hyun-woo menggaruk kepalanya disaat dia membuka mulutnya. Hyun-woo bukanlah seekor beruang. Meskipun dia tidak pernah mengatakannya, dia tidak ingin Jung Hye-sun berpikir seperti itu. Tentu saja, dia tidak membenci Jung Hye-sun. Dia hanya ingin hubungan mereka berlanjut seperti kakak adik. Namun jika dia memberitahunya saat ini maka dia bukanlah seorang pria.

 

“Apa kamu lapar? Nasi….. apakah kamu mau?

 

Hyun-woo membuka mulutnya disaat Jung Hye-sun tampak malu. Tapi dia kemudian tersenyum.

 

“Oppa traktir?”

 

“Batasnya 6000 won.

 

“8, 000 won. Aku tau tempat tonkatsu yang enak di dekat sini.

 

“Um, okay. Aku akan mentraktirmu kopi dari vending machine.”

 

“Hohoho. Aku mengerti. Jalanan malam hari ini indah dan mengerikan, kan?”

 

Jung Hye-sun menggunakan kesempatan itu untuk meraih lengan Hyun-woo. Menggunakan elemen kejutan, orang ini…. dia merasa seperti seorang wanita di dalam film. Ini mungkin sedikit berbahaya.