ED – Chapter 9: Brutal (1)

Chapter 9 : Brutal (1)

Keesokan harinya, Li Qiye  bangun dan segera bertanya jika Nan Huairen ingin pergi melihat-lihat kembali Dia ingin melihat apa saja tersisa dari zamannya yang masih ada di sekitar sini.

Nan Huairen benar-benar tidak ingin pergi  Itu tidak masalah apakah Li Qiye gila atau bodoh, intuisinya mengatakan bahwa Li Qiye akan menyebabkan masalah; pergi besama dengan dia benar-benar seorang masokis.

Sangat disayangkan,, Li Qiye  sudah bersiap dan mulai berjalan-jalan. Nan Huairen tidak punya pilihan lagi kecuali mengikuti dia . Tugas paling penting dalam perjalanan ini adalah ujian pernikahan. Jika sesuatu terjadi terhadap Li Qiye, dia tidak bisa kabur tanpa terluka.

Bagaimanapun, tidak lama setelah kepergiannya, mereka di kepung oleh Du Yuanguang dan teman murid bagian luar sektenya. Murid-murid tidak bertatap-tatapan mata langsung dengan Li Qiye. Dengan Du Yuanguang yang memimpin, ini kesempatan sempurna untuk memberi pelajaran bajingan sombong itu.

“Ah, Ini Saudara Du, Aku dengar reputasi besar mu sejak lama.”

Nan Huairen  tahu masalah sudah datang, tapi dia masih tetap tenang dan bersahabat.

Du Yuanguang hanya menatap sebentar Nan Huairen dan berkata:

“Nan Huairen, kamu tidak punya urusan apapun disini. Minggirlah atau kami akan berurusan dengan mu juga.”

Ekspresi Nan Huairen menjadi gelap, tapi dia tahu yang kuat memakan yang lemah. Lalu, dia membungkuk dan bertanya:

“Saudara Du, apa maksud semua ini?”

Du Yuanguang benar-benar mengacuhkan Nan Huairen kali ini. Dia menatap dingin ke arah Li Qiye  tatapannya berisi keinginan membunuh.

Li Qiye, elegan dan seimbang seperti biasanya, berjalan ke arah Du Yuanguang dan berkata:

“Anjing pintar jangan menghalangi jalan; jika kamu tidak ingin menjadi anjing, cepat minggir.”

Setelah mendengar itu, Nan Huairen tahu semuanya sudah kacau. Khususnya ketika dia melihat mata haus darah Du Yuanguang, dia tahu ini tidak akan berakhir tanpa sebuah kejadian.

Seorang murid yang marah berteriak:

“Apa kamu sudah bosan hidup? Sekte Cleansing Incense Ancient tidak lagi punya kualifikasi untuk di anggap sebagai keturunan Immortal Emperor. Kamu berani meloncat kemana-mana seperti badut di depan kami? Semut rendahan berani tidak hormat?”

Li Qiye siap menjawab tapi Nan Huairen dengan cepat menghentikkan dia dan berbisik:

“Lupakan tentang ini, kakak senior. Jangan pedulikan mereka. Du Yuanguang  adalah murid bagian luar yang mendapatkan banyak perhatian. Dia juga murid terakhir pelindung Hua. Jika dia lolos tes tahun ini, dia akan segera menjadi murid bagian dalam.”

Niat Nan Huairen untuk mengingatkan Li Qiye mereka tidak bisa melawan seorang antagonis seperti  Du Yuanguang. Dia mempunyai dukungan seorang pelindung dari Nine Saint Demon Gate. Posisi pelindung di sekte ini lebih tinggi dibanding posisi tetua di  sekte Cleansing Incense Ancient.

Du Yuanguang  tidak bergerak, dia hanya berkata dengan dingin:

“Kami, Nine Saint Demon Gate, memerintah atas Negara Old Ox. Bahkan jika kamu dari sekte kecil, kamu masih tamu; kami akan memperlakukan kamu dengan keramah-tamahan sesuai status mu. Bagaimanapun, baru-baru ini, salah satu saudara ku kehilangan harta; ini bukan sesuatu yang biasa terjadi di sekte kami yang terhormat  .”

Corak kulit Nan Huairen menjadi coklat. Dia panic:

“Saudra Du, apa maksud kata-kata mu?”

Du Yuanguang menatap ke Li Qiye dan berkata :

“Di dua hari terakhir, ini tidak ada tamu kecuali dari sekte kalian.”

Du Yuanguang secara jelas menuduh pencurinya dari sekte Cleansing Incense Ancient. Hal ini tidak hanya berakibat pada satu orang karena ini juga berpengaruh besar pada reputasi seluruh anggota sekte. Bahkan seseorang cerdik seperti Nan Huairen tidak bisa melakukan apa-apa hanya menunjukkan ekspresi yang buruk.

“Saudara Du, tolong hati-hati dengan kata-kata mu!”

Nan Huairen ingin menyelesaikan hal ini secara diplomatis, tapi hal ini sekarang menyudutkan reputasi sektenya. Dia tidak tahan dengan penghinaan itu.

“Hati-hati dengan kata-kata ku? Sekte mu terpencil dan miskin seperti pengemis; siapa yang menjamin seorang pencuri tidak menerobos sekte mu? Murid utama mu hanya sampah; untuk mengaakan sekte mu sudah merekrut pencuri bukankah itu cukup beralasan.”

Wajah Nan Huairen menjadi merah karena marah. Sebagai seseorang yang sungguh-sungguh peduli terhadap sektenya, dia tidak tahan dengan penghinaan ini.

“Saudara Du, kami ingin bertemu pemimpin lokal Fu. Tidak peduli apapun yang terjadi, kami ingin jawaban dari sekte mu atas tuduhan tak berdasar ini.”

Du Yuanguang  tertawa sepuluh detik lalu dengan percaya diri menjawab:

“Bertemu pemimpin lokal Fu? Nan Huairen, ini bukan karena aku tidak ingin memberikan kehormatan pada mu, tapi kamu dan sampah ini sendiri  tidak punya kualifikasi untuk bertemu dengan pemimpin lokal Fu. Pemimpin lokal kami cukup mampu untuk mendapatkan gelar  Named Hero. Itu tidak diketahui apakah tetua kalian mampu melakukan hal yang sama. Mungkin tetua kalian memenuhi kualifikasi untuk bertemu dengan pemimpin lokal Fu, tapi kamu dan sampah ini? Bahkan jangan pernah memikirkan tentang itu.”

Setelah selesai berkata-kata Du Yuanguang menatap dingin kepada Li Qiye. Murid lainya setuju dengan pendapat itu dan menatap kembali  Li Qiye  dengan kata-kata ejekan yang buruk.

Nan Huairen terguncang karena marah, tapi Li Qiye masih mempertahankan ketenangannya dan hati-hati menjawab.

“Tidak peduli kejadian  ini di rencanakan oleh kamu atau pemimpin mu atau bahkan pelindung mu, itu tidak masalah bagi ku. Du kecil, sederhanaya, ini karena kamu kepincut dengan senior mu; Aku pikir namanya Li Shuangyan? Walaupun aku belum pernah melihatnya sebelumnya, kalian semua terlalu picik. Keturunan utama sekte mu, Li Shuangyan, dan pertunangannya dengan ku hanya hubungan sebelah pihak.Karena aku menghormati status sekte mu sekarrang, Aku akan mempertimbangkan dia jadi pelayan .”

“Dan bagi mu?”

Li Qiye melanjutkan:

“Kamu sangat naïf. Jika dia  dewi yang berbakat, dia tidak akan peduli pada mu .Aku sudah tidak peduli padanya, kenapa kamu mencoba bersaing dengan ku demi dia seperti orang bodoh? Mingirlah; kamu harus mencari tempat dengan pemandangan indah dan istirahat untuk mendinginkan kepala mu yang panas.”

“Kamu berengsek! Jika kamu benar-benar ingin mati, aku akan menunjukkan mu kematian mu!”

Du Yuanguang, marah karena kata-kata itu, memanggil pedangnya serta auranya.

“Du Yuanguang, jika kamu ingin bertarung, aku akan membalas.”

Menyaksikan keberanian Li Qiye, Nan Huairen yang terbakar dengan amarah, sekarang merasa jauh lebih baik . Bagaimanapun, dia tahu Li Qiye belum pernah cultivated sebelumnya, jadi dia segera berdiri di depannya sebagai penjaga.

“Baiklah, Aku akan mengurus mu terlebih dahulu, lalu membunuh bajingan kecil itu!”

Api kemarahan meledak dari matanya. Bagi dia, Li Shuangyan adalah dewi yang tak tersentuh, Li Qiye berani menghina dia  .

Li Qiye pelan-pelan mendorong punggung Nan Huairen, dan dia dengan tenang berkata:

“Hei Huairen, jika ada seseorang ingin mengambil nyawa ku, aku  satu-satunya yang akan menghabisinya. Kamu mundurlah dan lihat.”

“Bagus! bagus! Luar biasa!”

Du Yuanguang tidak lagi marah tapi tertawa  :

“Ini adalah hal terlucu yang pernah aku dengar. Sampah ingin membunuh seseorang yang ada tingkatan tenaga dalam Provisional Palace, seperti ku? jadi, aku akan memberi mu kesempatan untuk bertarung!”

Mengetahui dia hanya manusia biasa, mereka tahu dia tidak bisa menggunakan merit laws apapun; murid lain menghina Li Qiye.

“Teknik bela diri melawan merit laws? Kamu benar-benar tidak tahu dasarnya, kesombongan mu melintasi langit. Sungguh memalukan.”

Li Qiye tidak mempedulikan komentar itu. Dia berseru:

“Tenang saja, semua orang bisa menyaksikan pertarungan ini.”

Dia berjalan ke arena pertarungan.

“Kamu tidak bisa!”

Nan Huairen ketakutan. Dia menarik  Li Qiye dan berkata:

“Senior! Ini mustahil Du Yuanguang  sudah mencapai tenaga dalam tingkat Provisional Palace. Kamu tidak bisa menandinginya.”

“Tenang saja. Dia hanya Provisional Palace dan bukan Royal Noble! Bahkan jika  Royal Noble di Nine Saint Demon Gate berani mengacau terhadap ku;  tergantung perasaan ku, aku akan mencincangnya jadi potongan kecil.”

Li Qiye tersenyum menyeringai, lalu mendorong Nan Huairen menjauh.

Kepala Nan Huairen’s terasa sakit. Pikiran pertamanya senionya sudah pikun. Li Qiye baru bergabung dengan sekte beberapa hari yang lalu; dia tidak mulai berlatih bahkan latihan teknik dasar cultivation. Dia hanya memiliki akses ke teknik “Invisible Dual Blades”.

Seseorang yang hanya berlatih dengan seni bela diri tidak bisa menang melawan seorang cultivator. Teknik seni bela diri jika dibandingkan dengan merit law, seperti langit dan bumi; jangan lupa Du Yuanguang juga ahli dalam tingakatan tenaga dalam  Provisional Palace.

Nan Huairen memperoleh alasannya dan segera pergi mencari, Pelindung Mo. Dia tahu; jika pertarungan ini terjadi, hanya kematian hasilnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *