NEET Receives a Dating Sim System — Chapter 4

Chapter 4: Olahraga

Pilihan sistem dating-sim untuk meningkatkan stats tersebut menakjubkan.

Jika kondisi tidak terpenuhi, pilihan akan berubah warna menjadi abu-abu dan tidak dapat dipilih.. Sebagai contoh, pilihan [lari pagi] untuk meningkatkan [kemampuan fisik] tidak bisa dipilih kecuali itu benar-benar pagi. Namun di pagi hari, opsi itu akan menyala dan dapat dipilih.

Jika dia memilih pilihan yang tersedia, Seiji akan mendapatkan dorongan kuat untuk melakukan apa yang dia baru saja pilih, dan jika dia memaksa dirinya untuk melawan keinginan itu, pilihan akan berubah abu-abu lagi, dan stats yang berkaitan ternyata akan turun!

Di sisi lain, jika dia mengikuti dorongan untuk menyelesaikan apa yang dia pilih, setelah beberapa waktu waktu, keinginan tersebut akan menghilang dan stats-nya akan meningkat.

Kesimpulannya, itu adalah fungsi yang cukup nyaman dan sangat cocok untuk para pemalas.

Stats yang Seiji sangat ingin tingkatkan sekarang tentu adalah [kemampuan fisik]. Dia tidak perlu bekerja hari ini, jadi itu adalah waktu yang tepat untuk memanfaatkan sistemnya.

Setelah dia kembali ke apartemennya, dia memilih opsi untuk [olahraga di rumah].

Kemudian, pikirannya tiba-tiba dipenuhi dengan keinginan untuk melakukan pemanasan, dan pikirannya secara otomatis mendengar “satu, dua, tiga dan empat…” yang cepat. Tubuhnya kemudian secara insting mulai bergerak, dan pikirannya saat ini sepenuhnya terfokuskan untuk berolahraga…

*Plop* Seiji membuat suara seperti dia baru keluar dari kolam renang, dan memang, seluruh tubuhnya benar-benar basah kuyup. Setiap pori-pori yang ada mengucurkan keringat, dan pakaiannya yang penuh keringat mengeluarkan bau busuk.

Setelah terengah-engah cukup keras, dia melirik jam.

Wah, dia ternyata melakukan olahraga tanpa istirahat selama tiga jam penuh!

Apaa-apaan ini, opsi ini pastinya bugged! Ketika dia bereksperimen dengan itu sebelumnya, tidak pada tingkatan seperti ini!

Apa yang dapat mungkin dapat menyebabkan perubahan tersebut — apa itu karena statistiknya lebih tinggi daripada saat dia pertama kali mencoba? Atau apakah karena dia sungguh-sungguh berniat untuk melakukan olahraga kali ini?

Seiji tidak tahu jawabannya seiring dia terbaring di lantai, tak bisa bergerak penuh kelelahan.

Meskipun itu berakibat cukup keras pada tubuhnya, efeknya sudah jelas; stat kemampuan fisiknya langsung meningkat dua poin.

Dua poin bukanlah hasil yang tidak signifikan. Meskipun stat kemampuan fisik meningkat beberapa kali sejak dia pertama kali mulai bekerja, setelah itu berhenti, dan itu benar-benar berhenti meningkat entar seberapa sering dia bekerja. Selama tiga jam berolahraga dan bertambah dua poin… itu benar-benar menakjubkan.

Jika dia dapat meningkatkan stat kemampuan fisiknya sebanyak dua poin setiap kali dia menjalankan olahraga, maka bukankah Seiji akan menjadi atlet super nantinya…? Tidak, itu tidak mungkin semudah itu, kan?

Setelah makan, dia tidur siang dengan lelap.

Di sore hari, Seiji menggunakan pilihan [olahraga di rumah] lagi, dan dia merasakan keinginan tak tertahankan untuk olahraga sekali lagi…

Sekarang sudah malam.

Mika Uehara telah menghabiskan waktu yang cukup lama di sekolah, dan ia akhirnya pulang ke rumah ditemani dengan teman baiknya.

Setelah memasuki rumahnya, ia rileks sepenuhnya, melompat ke sofa dan berguling-guling di atasnya.

Ketua sangat keren! (TL: Sounds familiar….)

Setelah mendengar keadaan serta permintaannya, ketua OSIS langsung mengambil tindakan, memberikan si pirang ceramah serta peringatan yang tegas.

Ini mengakibatkan si pirang menghindarinya sepanjang hari.

Sementara keluarga si pirang cukup kuat, mereka tidak kuat dibandingkan dengan keluarga sang ketua; peringatan ketua harusnya lebih dari cukup untuk mendiamkannya.

Setelah berhasil menerima perlindungan ketua OSIS, Mika Uehara merasa cukup lega.

Dan sekarang karena ia ada di rumah, ia berpikir akan orang yang memberinya ide tersebut, merasakan keinginan mendadak untuk berbagi rasa senang serta keberhasilan dengannya.

Ia adalah tipe yang bertindak atas perasaannya, dan selain itu, dia juga tinggal di lantai atas.

Mika Uehara berjalan ke lantai atas ke lantai dua dan mengetuk pintu Seiji Haruta.

Butuh beberapa saat untuk pintu terbuka perlahan-lahan, dan wajah yang muncul di balik itu terlihat kelelahan.

Mika Uehara melompat dalam terkejut.

“Apa yang terjadi, Haruta-kun!?”

“Bukan apa-apa, aku hanya berolahraga…” Kata-kata Haruta yang tampak kurang energi sampai seolah-olah dia hanya cangkangnya saja.

“Berolahraga?”

“Aku libur kerja hari ini, jadi aku olahraga kamarku dan berkeringat sangat banyak. Aku baru saja selesai mandi.”

“Oh…” Ia mengangguk, mendadak ia menyadari bahwa sosoknya tampak sedikit lebih kecil.

Tentu saja, dia masih gemuk, tapi… sepertinya dia sedikit lebih kurus dari pagi ini?

Itu pasti imajinasinya saja, kan? Hanya olahraga di kamar sendiri tidak mungkin seefektif ini.

“Bagaimana dengan situasimu?” Seiji bertanya.

Mika Uehara mengingat kembali mengapa ia datang di sini dan dengan senang memberitahukan kepadanya apa yang terjadi.

“Ketua itu sepertinya orang yang baik.”

“Ya, ia adalah yang paling keren! Aku juga akan bergabung dengan klub penggemarnya!”

“… Ia?”

“Ya, ketua adalah seorang gadis; Ia cantik, lembut serta benar-benar keren!” Seolah-olah seperti bintang-bintang bersinar di mata Mika Uehara.

Citra mental yang Seiji dari sebuah keluarga yang dihormati entris langsung roboh.

Pada awalnya, dia merasa seperti tidak masalah, tapi menit berikutnya, dia merasa bahwa sepertinya segalanya tidak akan selesai dengan mudah.

Itu karena ketuanya adalah perempuan.

Jika ketuanya laki-laki, dengan sebuah keluarga yang kuat menyokongnya, memperingatkan bajingan itu untuk menjaga jarak dari seorang gadis kemungkinan besar akan menyebabkan dia untuk tetap pergi karena takut. Namun, dengan ketua yang adalah seorang gadis… Jika seorang gadis yang memperingatkan bajingan semacam itu cenderung akan menyebabkan dia ingin untuk akan lebih melawan terhadap peringatan tersebut.

Seiji hanya bisa berharap bahwa kekhawatirannya itu tidak beralasan.

“Meskipun ketua sudah bertindak untukmu, kau masih harus berhati-hati untuk sementara waktu.”

“Ya! Aku pulang ditemain oleh seorang teman.” Mika mengangguk, sebelum menunjukkan sedikit rasa malu, “Tapi… untuk berangkat ke sekolah…”

“Aku bisa mengantarmu, tapi…” Seiji tersenyum sedikit.

“Aku tahu, aku akan mengurus sarapanmu!” Mika menampilkan senyum yang cemerlang.

*Click!* Seiji mendengar bunyi sistemnya menyimpan gambar tersebut sebagai CG.

Dia tidak pernah membayangkan bahwa dia akan mampu melihat senyuman semacam ini dalam 3-D!

Hidup yang penuh dengan menikmati kegembiraan sehari-hari — itu adalah tipe kehidupan yang dia inginkan!

Setelah Mika pergi, Seiji kembali ke kamarnya dan mengamati baik-baik dirinya sendiri di cermin kamar mandi.

Tidak salah lagi; Ia sudah pasti lebih kurus. Meskipun dia tidak tahu berapa berat badannya, dia pasti sudah kehilangan paling sedikit 2,5 kilogram.

Keefisienan ini benar-benar mengerikan!

Dengan kecepatan ini, jika dia terus olahraga rutin selama seminggu, dia bisa mendapatkan bentuk tubuh orang normal, atau mungkin bahkan menjadi cukup kuat… Namun bukankah ini akan menakuti semua orang di sekitarnya?

Dalam satu minggu, berubah dari otaku yang gemuk dan besar, menjadi seorang pemuda yang kuat… Ini akan menjadi perbedaan yang sangat besar — Itu akan menjadi sempurna untuk iklan turun berat badan!

Haruskah dia mengurangi kecepatannya sedikit?

Kemudian, saat dia berpikir tentang apa yang mungkin, Seiji memutuskan bahwa dia akan melakukannya sekuat tenaga!

Ada begitu banyak hal yang aneh serta menakjubkan di dunia ini, sehingga menjadi kurus dalam waktu satu minggu seharusnya bukan menjadi masalah besar.

Dan setelah menggunakan opsi sistem untuk olahraga dua kali, Seiji menyadari bahwa dia benar-benar menikmati perasaan meningkatkan statsnya setelah bekerja keras.

Leveling itu sangat menyenangkan; Dia tidak bisa menghentikan dirinya sendiri!

Keesokan harinya.

Seiji bangun saat fajar dan memilih opsi [lari pagi] setelah meninggalkan apartemen.

“Oh oh oh oh oh!” Seiji merasakan keinginan yang tiba-tiba untuk lari ke ujung dunia, dan otaknya hanya dipenuhi dengan pemikiran untuk berlari tanpa henti!

Dia tidak tahu apa yang terjadi setelah itu, atau untuk berapa lama dia berlari, atau kemana dia pergi, sementara saat dia menyadari apa yang sedang terjad kembali, dia berdiri di depan apartemennya, bermandikan keringat, terengah-engah seperti anjing di musim panas, ekspresinya mirip dengan ikan mati.

Hanya berdiri di sana selama beberapa detik menyebabkan genangan keringat terakumulasi di kakinya.

“Aku… Aku hampir sekarat…” Dia terhuyung-huyung menuju tangga dan bahkan tidak menyadari bahwa seorang wanita cantik sedang mengamati dia di dekatnya.

“Ha… Haruta-kun?”

“Hm?”

Seiji memalingkan kepalanya, dan seorang wanita dewasa yang tampak muda muncul di pandangannya. Ia berpakaian rapi, berada cukupan, memiliki rambut merah pendek gelap, serta wajah yang lembut. Mata amber-nya, yang berwarna sama dengan mata Mika Uehara, tertuju tepat ke wajahnya.

“Selamat pagi, ibu Landlord.”

Orang ini adalah ibu dari Mika Uehara dan pemilik apartemen sederhana ini, Nozomi Uehara.

“Selamat pagi, Haruta-kun, apa kau… baru saja keluar untuk lari pagi?” Nozomi berjalan mendekat dengan senyum kecil di wajahnya.

Seiji mengangguk kecil.

“Aku penuh dengan keringat, jadi sangat memalukan untuk dilihat oleh anda.”

“Tidak sama sekali, Haruta-kun… kau berusaha begitu keras — tak heran Mika mengatakan seolah kau sudah menjadi orang yang berbeda.”

Tentu saja, Nozomi mengingat Seiji sejak saat dia pertama kali menyewa sebuah apartemen. Cara dimana mantan otaku rendahan itu memandangnya membuatnya merasa jijik. Jika bukan karena fakta bahwa ia tidak kekurangan penyewa, ia akan pernah memiliki menerima dia sebagai seorang penyewa.

Namun saat, pemuda gemuk di depannya berbeda sama sekali: matanya terlihat jelas serta tenang, kata-katanya tegas serta sopan, dan dia dipenuhi dengan bau akan seseorang yang sudah berolahraga dengan serius bukannya bau aneh, yang mesum.

“Aku tahu bahwa aku tadinya… cukup mengerikan, jadi aku sudah mengubah diriku sendiri, dan kuharap ini tidak terlalu terlambat.” Seiji tersenyum kecut, “Aku cukup kasar kepada anda sebelumnya juga, ibu Landlord. Aku berharap anda dapat memaafkan saya.” (TL: Which is better, Ibu Landlord atau Ibu pemilik apartment?)

Dia benar-benar berbeda; otaku gemuk yang sebelumnya tidak akan pernah akan mengatakan sesuatu yang terdengar begitu sungguh-sungguh!

“Tidak, aku harus juga meminta maaf padamu — sikapku sebelumnya… juga tidak baik.” Nozomi membungkuk dan berkata sungguh-sungguh.

“Juga, terima kasih banyak telah menolong anakku. Ia berkata kepadaku bahwa jika itu bukan karenamu, maka… ” Mengingat kembali apa yang ia dengar dari Mika, wajah Nozomi dipenuhi dengan rasa takut.

Jika anak ini tidak muncul pada waktu itu, maka Mika mungkin akan…

“Itu bukan apa-apa; Aku cuma lewat. Kukira setiap orang akan melakukan hal yang sama dalam situasi tersebut.” Seiji menggaruk pipinya dengan canggung, “Uehara… Miss Mika juga sudah berterima kasih kepadaku, sehingga anda tidak perlu terlalu formal denganku.”

“Jujur, aku benar-benar berterima kasih padamu.” Ibu muda itu membungkuk dalam-dalam.

Seiji hanya bisa menerima rasa terima kasihnya.

“Ibu Landlord, Apakah anda menunggu di sini untuk berterima kasih padaku?”

“Mm… Apapun yang terjadi, aku ingin berterima kasih padamu secara pribadi. ” Ia berdiri kembali. “Putriku Mika mungkin baru saja bangun sekarang, dan ia mengatakan bahwa kalian berdua memiliki janji.”

“Ya, ia membawakan saya sarapan, dan aku mengantarnya ke sekolah. Kurasa itu adalah kesepakatan yang cukup baik.” Seiji terus menggaruk wajahnya.

“Hanya kesepakatan?” Nozomi menutupi senyumnya: “Dari apa yang bisa kulihat, Mika sepertinya cukup senang.”

Seiji menjadi tak dapat berkata apa-apa mendengar lelucon ibu muda tersebut, dan setelah sedikit kecanggungan, dia berkata bahwa dia perlu buru-buru dan mandi sebelum segera melarikan diri ke lantai atas.

‘Oh, dia menjadi jauh lebih manis. Dan… dia sepertinya agak kurus dan lebih tampan?’ pikir Nozomi, sambil melihat Seiji pergi ke lantai atas.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *